5 Keterampilan Penulis Biografi

Mendadak pingin banget buka jasa penulis biografi? Nah, Kamu wajib punya standar minimal sebelum nyebur ke ceruk pasar unik ini. Saya bilang unik karena buku biografi tak banyak diminati penerbit, tak banyak tempat di toko buku, dan tak banyak dibeli orang. Tapi justru itulah, persaingan antar-penulis biografi tak begitu terasa. Setiap pemilik jasa menulis biografi seolah sudah dapat jatah rezeki masing-masing. *atau nggak? Hahaha …..

jasa penulis biografi sumber: pixabay.com

Keterampilan apa dong yang wajib dimiliki seorang penulis biografi? Saya kasih tahu sesuai pengalaman riil yang saya alami ya.

Pertama, kamu sudah final dengan kemampuan menulis fiksi dan nonfiksi. Maksudnya? Ya, sebab menulis biografi adalah gabungan antara membuat tulisan faktual (nonfiksi) dengan gaya tutur ala naskah fiksi. Kalau belum bisa? No problemo. Saya sarankan kamu untuk mulai menulis kisah-kisah pendek. Tuliskan saja sosok orang di sekitarmu dalam bentuk cerita 3 halaman saja. Atau, buatlah cerita kisah hidup pahlawan atau tokoh manapun sepanjang 3 halaman. Entah itu Kartini, Anies Baswedan, Ahok, Gubernur Aher, Mandela, Oprah, atau kakekmu juga oke.  Latihan ini penting untuk dua alasan. Pertama, kamu mengasah kemampuan mengolah data dan informasi menjadi cerita naratif. Kedua, kalau itu kamu pasang di blog akan menjadi portofolio saat mulai mendekati calon klien. Tunjukkan tulisan-tulisan itu agar calon klien tahu style gaya tuturmu.

Kedua, pemberi jasa menulis biografi sudah final dengan kemampuan menyunting naskah. Lho bukannya penulis dan penyunting itu beda profesi? Iya sih. Tapi bayangkan bila kamu sudah bisa menulis zero mistake (meski itu nyaris tak mungkin) untuk ejaan ya. Pasti akan lancar dan proses menulis lebih cepat. Ingat, bahkan tanpa mengoreksi kesalahan ejaan pun proses membuat buku biografi sudah memakan waktu lama. Kalau masih ketambahan dengan kegiatan mengoreksi maka bakal lebih molor lagi. Saran saya, selain kamu messti mampu menyunting juga wajibkan diri kamu memaksimalkan tools di dalam program Words. Ada autocorrect, ada setting cek grammar, dan trik-trik find-replace untuk menyunting kata yang wajib kamu tahu juga.

Ketiga, seorang penulis biografi profesional juga sudah final dengan kemampuan wawancara. Kalau tidak, maka dia akan banyak membuang waktu. Kenapa? Sebab seringkali proses wawancara menjadi tidak tepat waktu sesuai sekedul. Harusnya cukup 5 kali malah jadi 10 kali. Harusnya 2 jam wawancara dapat 30 halaman naskah ini malah ngalor ngidul tak bisa dipakai hasil wawancaranya. Pandai-pandailah menyetir narasumber saat beliau menjawab. Jangan berpikir bahwa menggali cerita sedalam-dalamnya identik dengan membiarkan narasumber bercerita sebebasnya. Pakailah outline sehingga konkret apa target hasil wawancara hari ini dan untuk berapa halaman satu sesi wawancara itu dilakukan.

Keempat, kamu juga paham cara menghadapi orang. Sukur-sukur kamu paham psikologi komunikasi.  Kenapa? Karena membongkar kisah hidup melalui wawancara adalah sesuatu yang berat. Dilan aja belum tentu sanggup. Halaah! Kamu mesti mengulik tak cuma kapan, siapa, dimana, dan apa. Namun juga why dan how. Berani kamu tanya “Mengapa Bapak bercerai?” atau “Bagaimana cara Bapak menghadapi rongrongan aparat saat Bapak berbisnis?” Itu pertanyaan sensitif tapi wajib kamu tanya. Sebab, buku biografi akan penuh makna dan menguras air mata ketika penuh denagn jawaban atas pertanyaan WHY dan HOW.

Kelima, kamu sudah final juga untuk urusan manajemen proyek. Sebab menulis biografi adalah sebuah bisnis. Bukan sekadar mengerjakan 100 halaman novel yang bisa kamu jalani tanpa banyak pernak-pernik urusan. Jasa menulis biografi adalah sebuat rentetan proses yang ribet bahkan sebelum kamu nulis. Ada proses promosi diri, pedekate dengan calon klien, pembuatan kontrak (ini juga tidak selalu langsung klop), wawancara perdana, pembuatan outline, penentuan point of view, pemilihan dan penetapan jumlah narasumber, biaya operasional, dan tentunya negosiasi tarif penulis biografi yang harus kamu patok. Hanya itu? Tentu tidak. Kamu harus mulai menulis, menghadapi keinginan klien dan narasumber yang macam-macam, menentukan tata waktu, tata pembayaran, menagih pembayaran, bahkan sampai kepada urusan mencari penerbit dan mempublikasikan naskah itu sebaik mungkin.

Berat? Enggak lah. Pengalaman akan membuat kita matang dan profesional. Saya pun butuh waktu tidak sebentar sampai berada pada level sekarang.

So, kontak saya bila ingin belajar menjadi penulis biografi profesional. Saya sesekali mengakan mentoring jurus membuka jasa penulis biografi secara online. Pantengin saja akun Facebook saya ya.

Komentar Anda?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *