Antologi Girl Talk Series: Aku Bukan Perempuan Cengeng

jasa penulisan novel
jasa penulisan novel

Saat saya pertama kali melihat buku ini pada stand pameran buku Indiva Media Kreasi di Assalam Hypermarket, Solo, saya sangat tertarik dengan sampulnya. Wanita berjilbab, berdiri tegak, sambil memegang panah. Pegangannya begitu kuat dan tangguh. Wajahnya tertutup sebagian, namun posturnya cukup untuk menunjukkan bahwa ia siap menembakkan anak panahnya ke mana saja.

Warna ungu sebagai latarnya tidak membuatnya terkesan terlalu girly walau pun buku ber- ISBN 978-602-6334-15-2 ini termasuk dalam antologi Girl Talk Series yang seri kedua nya akan segera terbit; tetapi justru membuat sampul ini menambah kesan anggun sekaligus tangguh.

Judul “Aku Bukan Perempuan Cengeng” memang sangat tepat sebagai pengantar kontennya. Bagian pertama, saya tercengang dengan bagaimana seorang gadis muda mengerti konsep tentang kekuatan hati dan ketetapan niat tanpa melupakan kemanusiaan dan kodrat wanita itu sendiri (websitenya dapat di klik di sini). Dia mengemas opininya dengan apik, tersusun dalam selipan fakta yang rapih.

jasa penulisan novel
jasa penulisan novel

Ada lagi kisah mengharukan tentang Gia, seorang sekertaris kece yang ‘kerja’nya membantu orang lain, namun saat orang lain bertanya apa masalahnya, ia menjawab “I have no problem”. Sosok Gia dalam sudut pandang ketiga sangat patut dikagumi sampai-sampai aku pun seakan ingin mengenal Gia secara langsung.

Hingga saya stumbled upon on an amazing story of forgiveness. Ifa Avianty membagikan ceritanya yang saya yakin akan sangat membuat hati panas, namun sekaligus berdecak kagum. Mengapa? Karena kisah yang ia suguhkan bukan cerita biasa.

Penulis 43 judul ini benar-benar melewati masa sulit dengan kesabaran level tinggi. Saya yang membacanya pun sempat terpanggang oleh rasa kesal tatkala saya membayangkan kalau saya berada di posisinya. Saya membacanya sampai akhir, dan saya makin kagum dengan para penulis buku ini.

Ifa Avianty memaafkan si tokoh antagonis dalam kisahnya.

Ya, memaafkan. Saya termasuk orang yang sulit dalam memaafkan, jujur saja. Bahkan saya tak segan-segan menendang orang tersebut keluar dari hidup saya jika memang mereka not worth any of my time. Namun Ifa melakukan hal sebaliknya. Hatinya sekuat baja, tetapi memilik aroma seperti parfum lantaran ketulusan dan kemurnian kata maaf yang ia berikan.

Overall, buku ini sangat bagus. Highly recommended buat wanita, terutama remaja, yang sedang menjalani masa-masa kritis. Pemudi mungkin membutuhkan asupan ini pula untuk kembali merenungkan dan meluruskan niat, guna bertahan di tengah-tengah kerasnya kehidupan.

Antani, Solo, 3 Febuari 2017

 

Komentar Anda?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *