Writing Tresna Jalaran Seka Kulina

Saya suka menulis,karena pada dasarnya saya pemalu (*yang ga percaya silakan simpan dulu rasa ketidakpercayaan Anda), jadi menulis merupakan sarana saya mencurahkan isi hati dan perasaan. Menulis bagi saja memiliki efek terapetik. Membantu saya menyalurkan perasaan-perasaan yang tak tersampaikan, omelan saya yang cuma di awang-awang, gemes saya sama penampilan orang, rasa pengen saya akan sesuatu yang belum kesampaian dan masih banyak lagi.


Saya bisa menulis tentang si Anu yang tertuang menjadi tokoh dengan nama yang sesuka hati saya bisa saya ganti. Saya bisa menulis pengalaman saya tanpa harus menunggu ada orang lain mau mendengarkan cerita saya. Dengan tulisan, saya tidak harus memaksa orang untuk mendengarkan curhat saya, karena yang mau pasti akan membacanya yang tidak mau dan tidak suka, tidak perlu membacanya, gitu aja kok repoot?

Pelajaran bahasa Indonesia di bangku sekolah banyak mengajarkan saya tentang menulis, dari membuat kerangka karangan dan mengembangkannya menjadi kalimat inti dan kalimat pembantu. Tapi sepertinya saya lebih menikmati jadi “free styler” , yang penting nulis dulu – nanti baru di-edit. Denga gaya ini memang proses menulis saya lancar tetapi kadang cenderung “overwhelming” dan terlalu banyak ide yang campur aduk Kegiatan mentoring menulis kembali mengingatkan saya kepada pentingnya membuat suatu outline, kerangka karangan, premis dan sebuah sinopsis. Dan memang sangat membantu dalam proses menulis. Inti cerita dan topik tetap fokus dan terjaga, dan mengalir dengan baik.

Dengan kerangka karangan pun, kadang saya masih mengalami stagnansi, mati gaya dan kehabisan ide untuk merangkai kata. Nah kalau sudah begitu, karena saya suka musik, saya menggunakan stimulus musik untuk membangkitkan ingatan-ingatan saya tentang apa yang saya tulis. Contohnya sewaktu saya menulis dengan background tahun ’98-an, saya mendengarkan lagu-lagu yang hits di era itu. Semua kenangan tentang apa yang sedang ngetrend dan happening di kala itu, membantu dalam menulis setting
ataupun penampilan tokoh yang saya tulis.

Cara lainnya adalah dengan berbincang dengan teman tentang topik yang kita tulis. Dengan menceritakan kembali, biasanya akan muncul ide-ide segar yang bisa ditambahkan dalam menulis. Pertanyaan-pertanyaan yang muncul dan harus kita jawab merupakan stimulus kita untuk memunculkan ide dan menambah untaian kata dalam tulisan kita.

Kalau me-refresh mood menulis dengan traveling itu sudah jelas! Banyak ide saya dapat dengan traveling. Tempat yang baru memperkaya cerita kita. Problem saya adalah sering traveling dari pada menuliskannya. Ketika jadwal jalan-jalan sambung menyambung, ide yang ada sebelumnya tersimpan bersama souvenir yang kita beli sewaktu jalan-jalan. Namun demikian, foto-foto yang saya dapat selama travelling banyak membantu menulis. Dengan melihat kembali foto-foto tersebut, bisa me-recall memori saya tentang apa yang ingin saya tuliskan. Foto juga membantu saya dalam mendeskripsikan sesuatu yang saya ingin tulis terlihat nyata.
Bagaimana caranya saya “mencicipi” tulisan saya sudah enak atau belum?
Biasanya saya akan baca ulang setelah tulisan jadi. Kalau saya menulis sesuatu yang “touchy” , biar pun saya baca ulang lagi tetap akan menghadirkan perasaan yang sama.

Kadang saya senyum-senyum sendiri atau bisa tetap menitikkan air mata ketika membaca kembali bagian yang saya tulis. Tentu saja tidak mengabaikan peran orang lain untuk “mencicipi” tulisan saya. Kalau kita minta teman atau saudara kita membaca dan masih berkerut dahinya dan banyak pertanyaannya, mungkin tulisan kita hanya kita dan rumput
bergoyang yang mengerti.

Singkat kata, menulis itu berbahaya!!! karena bisa menjadi candu! Ketika tulisan saya diapresiasi, saya jadi ingin menulis lebih banyak lagi. Semakin banyak menulis, juga membuat skill menulis kita lebih baik lagi. Benar kata pepatah Jawa , writing tresna jalaran seka kulina. Kita bisa karena terbiasa.

Tulisan Elizabeth Rose, penulis buku “Look at My Garden”, hobi nulis dan traveling tinggal di Vientiane, Laos

Jasa Ghostwriter Seperti Apa?

Bukan hantu bukan setan, tapi sosok mereka ada. Itulah Ghostwriter. Orang menyebut juga dengan julukan penulis bayangan atau bahkan penulis siluman.

Oke, apa pun julukannya, jasa ghostwriter semakin lama semakin dikirik oleh penulis profesional di Indonesia. Mungkin gara-gara saya yang suka memberikan pelatihan mengenai writerpreneur sehingga mata para penulis terbuka: oh … ada ya jasa ghostwriter di Indonesia?

foto: pixabay.com

Anda mungkin menemukan artikel mengenai jasa ghostwriter ini melalui Google, dana tugas saya sekarang untuk menjelaskan seperti apa jasa penulis bayangan ini bekerja.

Saya mulai dari Anda–taruhlah Anda searching di Google untuk mencari saya untuk membuatkan naskah.

Anda sudah tepat untuk menghubungi saya–Ghostwriter Indonesia–untuk keperluan penulisan buku. Setidaknya ada kompetensi yang harus dimiliki oleh pemberi jasa ghostwriter yakni kompeten menulis, kompeten menyunting, dan kompeten melakukan wawancara. Banyak orang bisa menulis. Banyak juga orang yang mahir menyunting, banyak juga jurnalis yang sudah oke untuk melakukan sesi wawancara. Namun, penulis profesional yang menguasai tiga hal itu masih jarang. Setidaknya, tidak banyak penulis yang terus mengasah kemampuan mereka dalam hal kompetensi tiga hal itu.

Setelah Anda menemukan pemberi jasa Ghostwriter, tahap berikutnya adalah Anda membuka pembicaraan kerjasama dengannya. Silakan saling cocok-cocokan. Baik itu chemistry, kompetensi (Anda bisa minta portofolio dia), keluasan wawasan dia, dan tingkat pelayanan dia. Ukurlah dengan banyak berbicara dan berdialog. Anda berhak untuk itu.

Kalau sudah merasa cocok, mulailah lebih detail menanyakan pola kerjasama yang dia punya. Apakah dia hanya menyediakan jasa ghostwriter saja, atau sampai ke jasa penerbitan buku, atau lainnya. Kompetensi pemberi jasa ghostwriter juga diukur dari sisi ini. Sebagai contoh, kami dari Ghostwriter Indonesia memiliki relasi yang sangat dekat dengan penerbit papan atas sekelas grup Gramedia Publisher. Keunggulan ini memungkinkan naskah Anda untuk bisa terbit di penerbit terbaik di Indonesia itu.

Apa lagi setelah itu? Tentu Anda perlu tanda tangan kontrak. Perhatikan hak dan kewajiban masing-masing pihak. Anda boleh yang menyiapkan kontraknya atau biarkan si pemberi jasa ghostwriter yang mengajukan draft. Baca teliti dan tanda tangani bila sudah sepakat.

jasa ghostwriter buku jakarta
foto: pixabay.com

Lanjut dengan proses wawancara dan penulisan. Sesi ini bisa berlangsung sebulan-dua bulan. Tergantung waktu Anda sebagai narasumber dan tergantung profesionalitas si pemberi jasa ghostwriter. Saya biasanya mengambil waktu pengerjaan dua bulan sudah beres termasuk sesi wawancara, penulisan, revisi, hingga naskah ready to print.

Selesai sampai di situ? Seharusnya tidak. Seorang ghostwriter profesional akan memberikan jalan bagi kliennya untuk menerbitkan buku. Entah melalui penerbit umum atau untuk diterbitkan internal. Tanyakan kemampuan penulis itu sampai seberapa jauh dia bisa membantu Anda.

Begitu urutan prosesnya. Simpel bukan?

Nah sekarang tip untuk menemukan jasa ghostwriter profesional di Indonesia.

Pertama, carilah jasa ghostwriter profesional. Bukan sekadar orang yang pernah nulis (baca paragraf di atas mengenai 3 kompetensi dasar yang harus dimiliki ghostwriter)

Kedua, cek portofolio dia. Mungkin dia penulis produktif, tapi tidak sesuai dengan gagasan Anda. Misalnya, dia novelis dengan 10 karya padahal yang Anda butuhkan adalah seseorang yang mampu menulis naskah kesehatan karena Anda seorang dokter, misalnya.

Ketiga, pertemuan dengan penulis tersebut adalah tahap krusial. Anda bisa mengukur keramahan dia, cara dia melayani Anda, kemampuan dia menggali informasi dari Anda, dan keluasan relasi dia dengan penerbit-penerbit ternama.

Keempat, jasa ghostwriter dan jasa penulis biografi adalah tidak sama. Ada skill tertentu yang harus dimiliki oleh penulis biografi. Ada kalanya penulis biografi juga harus mampu membuat narasi memikat layaknya novel. Karena itu, cek juga portofolio dia mengenai hal itu.

Kelima, jangan asal murah. Bisa jadi si pemberi jasa ghostwriter itu memang baik hati dan suka menolong klien seperti Anda. Tapi bisa jadi dia sedang merintis karier di bidang jasa penulis bayangan ini sehingga sedang (sekadar) memburu portofolio dulu. Ada harga wajar untuk jasa ini. Kisaran tarif jasa ghostwriter ada di angka 20 juta hingga 40 jutaan per naskah. Kurang dari itu atau lebih dari itu dapat Anda nilai kelayakannya berdasarkan kompetensi dan portofolio dia.

Itu lima hal utama yang patut Anda pertimbangkan. Semoga membantu Anda untuk bisa menemukan penulis buku terbaik untuk gagasan Anda.

Salam dari saya, Anang YB Ghostwriter Indonesia.

Jasa Penulisan Buku Biografi Pasti Terbit

Rasanya, saya tidak pernah menuliskan kata-kata “Jasa Penulisan Buku” di kartu nama. Saya lebih nyaman berfokus pada predikat sebagai pemberi jasa ghostwriter dan penulis sbiografi. Tapi sudahlah, di Indonesia, beda-beda kata masih bisa dimaklumi asalkan tahu sama tahu.

Jasa penulisan buku di Jakarta dan kota-kota besar lainnya banyak dicari. Saya tentu saja gembira sebab itu sebagai pertanda bahwa kesadaran orang untuk unjuk gagasan melalui buku makin terlihat. Saya sendiri mencatat, permintaan bantuan jasa ghostwriter dan jasa penulisan buku biografi meningkat cukup signifikan. Dan, mereka datang dari banyak kota yang tidak saya duga. Mulai dari Bali, Gorontalo, Medan, Papua, Lampung, dan entah mana lagi.

Temanya pun penuh ragam. Jasa penulisan buku kedokteran misalnya. Kali pertama menggarap buku kesehatan bersama seorang dokter muda yang juga novelis bernama Amanda. Kami membuat naskah buku kesehatan seputar kehamilan dengan judul H2O alias Hamil Harus Oke.

buku panduan pengobatan diabetes
buku panduan pengobatan diabetes

Kedua kalinya saya menggarap naskah kesehatan tentang penyakit Diabetes atas permintaan Soyjoy. Buku terbit full colour dan beredar melalui penerbit Elexmedia. Uniknya, klien datang bukan langsung ke saya tapi melalui penerbit.

Buku ketiga tema kesehatan saya bakal terbit tahun ini. Kali ini bertema autoimun hasil olah pikir seorang dokter baik dan ahli autoimun. Saya membantu beliau untuk mengemas informasi-informasi itu ke dalam format naskah buku yang populer dan mudah dipahami masyarakat awam.

Eh, tapi kalau buku-buku tema penyakit saya buat juga ketika mendapat permintaan jasa penulisan buku biografi. Misalnya buku The Boy in The Baby Stroller dengan fokus penyakit OI alias Osteogenesis Imperfecta, juga biografi seorang ODHA hasil kerjasama Andy F Noya, Penerbit Buku Kompas, dan saya.

buku memoar ODHA kerjasama penerbit buku kompas dan Andy F. Noya

Belakangan, saya semakin banyak digoda dengan permintaan jasa penulisan buku biografi. Tokoh yang saya angkat mulai dari sosok Bu Menteri, rektor, pengusaha, dan masih banyak lagi. Untuk mereka saya selalu sediakan waktu lebih banyak dibandingkan permintaan jasa ghostwriter.

Kenapa? Sebab cara menulis buku biografi tidak sepenuhnya sama dengan tema-tema buku nonfiksi lainnya. Ada proses riset yang lebih mendalam, tahap wawancara yang lebih intens, lebih banyak, dan butuh narasumber yang kadang bisa lebih dari lima orang.

Hal lain yang bikin penulisan buku biografi lebih lama adalah membuat gaya tutur dan konten yang klik dengan keinginan klien. Tak mudah untuk sampai pada titik itu. Sebab, satu dua kata dan satu dua fakta yang tidak pas bisa membuat naskah biografi yang kita susun ditolak dan diminta revisi oleh klien.

Karena itu, jasa penulisan buku biografi bisa butuh waktu lebih lama dibandingkan penulisan naskah nonfiksi nonbiografi. Kira-kira, saya butuh waktu 4 bulan untuk menuntaskan satu buku biografi setebal 200 halaman buku. Karena waktu lebih lama, dan tim yang lebih banyak maka otomatis tarif menulis buku biografi juga menyesuaikan.

Namun, saat proses menulis buku biografi tuntas dibuat dan klien puas, saat itulah kita para pemberi jasa penulisan buku biografi bisa menarik napas lega–boleh juga piknik sebentar melepas stres yang terlanjur hinggap.

Tugas belum selesai …. Sebab, naskah buku biografi yang bagus itu harus kita bantu terbitkan. Apakah jasa penulisan buku biografi sudah include jasa penerbitan? Saya sih tidak. Tapi, justru saya gratiskan sebagai beyond expectation service. Saya akan semaksimal mungkin membantu klien menemukan penerbit terbaik di Indonesia,  memungkinkan masuk toko buku Gramedia, dengan desain sesuai taste si klien.

jasa ghostwriter di jakarta
jasa ghostwriter di Jakarta

Beneran gratis? Saya sih iya. Saya akan memediasi si klien untuk bisa meeting dengan penerbit Gramedia Pustaka Utama, Grasindo, Bhuana Ilmu Populer, atau Penerbit Buku Kompas. Semuanya itu adalah penerbit papan atas di Indonesia, punya reputasi baik, dan akan menaikkan branding si klien.

Bagaimana bila klien akan memakai buku untuk keperluan internal alias tidak diterbitkan? Itu juga hal mudah untuk saya. Saya sudah memiliki pengalaman cukup untuk membantu si klien melakukan seluruh proses self publishing. Mulai dari proses editing, desain buku, desain kover, pencetakan, hingga pengiriman ke alamat klien. Saya akan memanfaatkan percetakan dan penerbit berbadan hukum. Tujuannya agar buku itu tetap terbit dan memiliki ISBN.

Pada ujungnya, saya mau bilang: jasa penulisan buku adalah keniscayaan. Ketika banyak orang punya gagasan hebat tapi tak cukup tangan dan waktu untuk mewujudnyatakan dalam bentuk buku, calling saja para penulis profesional. Anda tinggal sampaikan buku apa yang Anda gagas. Mau terbit kapan dan apakah mau terbit di penerbit umum atau cukup diedarkan secara terbatas. Semudah itu kok berbagi gagasan, kisah inspirasi sekaligus menyempurnakan dunia melalui buku.

Salam dari saya, Anang YB Ghostwriter Indonesia, penulis biografi dan ghostwriter. 🙂

 

Cara Menerbitkan Buku Sendiri Murah dan Untung

buku panduan pengobatan diabetes
tip menerbitkan buku sendiri. foto: free images pixabay.com
Halo, saya  Anang YB mau sharing tentang menerbitkan buku sendiri atau istilah bulenya self publishing. Ini saya sampaikan karena dua hal. Pertama, saya sudah menjalani proses ini sejak lima tahun lalu dan kedua, saat ini proses memasukkan naskah ke penerbit umum semakin sulit dan mahal karena sering diminta beli buku di awal.
Oke, kita mulai dari batasan istilah dulu, self publishing adalah kegiatan seorang penulis untuk menerbitkan karyanya sendiri melalui penerbit yang dia miliki.

Artinya, kalau dia menerbitkan karya orang lain, maka batallah istilah itu. Atau, dia menerbitkan karyanya di penerbit lain maka batal juga pengertian ini. Seperti misalnya, saya menerbitkan karya Panjikristo yang berjudul “Mbah Jito” maka itu bukan self publishing.

Penerbit yang dimaksud bisa berupa perusahaan berbadan hukum tapi bisa juga tanpa badan hukum. Jadi, bisa saja saya mencetak buku dan saya jual tanpa repot mendirikan perusahaan penerbit. Keuntungan punya perusahaan penerbit adalah Anda berhak mengajukan pembuatan ISBN ke perpusnas.

Langkah-Langkah Self Publishing
Tentu Anda harus punya naskah sendiri. Bukan jiplakan tentu saja. Naskah apa saja bisa Anda terbitkan termasuk naskah yang sudah ditolak penerbit umum puluhan kali. Entah itu puisi, kumpulan cerpen,bahkan autobiografi Anda.

Masih ada langkah pracetak dan cetak. Langkah pracetak meliputi proses penyiapan naskah menjelang masuk mesin cetak. Pada tahap ini Anda perlu menyunting naskah, melengkapi komponen naskah, mendesain isi buku, dan mendesain kover. Kalau Anda punya penerbit berbadan hukum, Anda perlu juga mengurus ISBN ke Perpusnas.

Sudah ready dengan desain buku Anda? Carilah percetakan yang berpengalaman mencetak buku. Bukan sekadar mencetak stiker atau undangan kawinan. Saat ini sudah banyak percetakan semacam itu. Anda bisa mencetak satuan. Carilah jasa Print on Demand sebab mereka memiliki mesin digital dengan kualitas mencetak buku secara satuan. Sedangkan percetakan offset seringkali meminta Anda mencetak minimal 500 eksemplar.

Biaya yang Harus Ditanggung
Self publishing artinya Anda sudah masuk ranah bisnis. Ketika Anda membeli buku antologi dengan harga 70 ribu rupiah, Anda bisa berhitung nantinya mengapa harganya sebesar itu.

Biaya yang Anda perlu budget-kan adalah:
1. Biaya editing. Anda bisa menyunting naskah sendiri, tentu saja. Tapi kalau Anda mau pakai jasa profesional, biasanya tarifnya 10 ribuan per halaman 300 kata untuk jasa sunting ringan. Tentu ada yang pasang tarif lebih murah atau lebih mahal dari itu.

2. Biaya desain isi. Istilah kerennya jasa layout. Saya kadang me-layout sendiri buku yang saya terbitkan dengan memakai program Words. Tapi kalau Anda mahir pakai program khusus semacam Adobe InDesign tentu lebih afdol. Jasa di luaran untuk desain isi buku adalah sekitar 5 ribu rupiah per halaman buku. Jadi, tidak dihitung per kata lagi.

3. Biaya desain kover. Sebelum membuat kover, pastikan Anda sudah fix dengan judul, subjudul, nama Anda (mau pakai nama pena kah?), blurb atau teks untuk kover belakang, dan ISBN bila perlu. Saya memilih bikin sendiri dengan Adobe Photosop biar ngirit. Kalau pakai jasa orang lain bisa kena harga di kisaran 300 ribu sampai 1 juta per desain.

4. Akhirnya, siapkan budget untuk cetak buku. Ongkos cetak di percetakan digital/Print on demand tidak mahal. Untuk buku dengan ketebalan 160-an halaman ongkosnya 25 ribu-35 ribu saja. Dan, seperti saya bilang, Anda bisa cetak satuan. Oh ya, perhatikan saat Anda mendesain buku, aturlah jumlah halaman (termasuk halaman romawi) dalam kelipatan 8 agar tidak ada halaman kosong.

Tip Jualan Buku Self Publishing
Apa gunanya bikin buku tapi tidak diedarkan, to? Kecuali memang buku itu untuk konsumsi sendiri. Nah, cara paling gampang untuk hemat investasi adalah dengan teknik preorder.

Jurusnya, Anda siapkan desain cover sebulan sebelum naik cetak. Promosikan cover itu dengan sales letter merayu-rayu agar follower dan teman medsos Anda tergoda membeli. Anda bisa pasang harga dua kali ongkos cetak. Misalnya, buku Anda jual 40 ribu-60 ribu bonus tanda tangan Anda. Untuk tahap preorder boleh diberi iming-iming diskon 20% sampai tanggal tertentu.

Setelah transferan masuk, barulah Anda membawa naskah yang sudah didesain rapi ke percetakan. Anda bisa mencetak lebih banyak dari jumlah orderan karena harga jual buku sudah Anda dongkrak naik sebelumnya.

Nah, info ini menggoda Anda untuk menjadi self publisher? Kenapa tidak. Coba lakukan deh, pasti ketagihan.

Anda juga bisa mengontak saya jika memerlukan bantuan untuk menerbitkan karya Anda. Hubungi Ghostwriter Indonesia di WhatsApp 0815-990-4562 (Tjandra Susi)

*info ini bermanfaat? Silakan share tanpa mengurangi dan mengganti isinya.

Ahok Sudah Hampir Khatam

Hari ini, teman-teman penulis #KamiAhok sebanyak 10 orang main ke “kos” Ahok. Seperti biasa, banyak kisah seru dipanen teman-teman saya itu. Satu hal biasa tapi berkesan adalah pengakuan Ahok kalau selama di dalam penjara, dia sudah mengkhatamkan Al-Quran terjemahan Kementerian Agama. Ia fasih menjelaskan urutan surat dalam al-Quran.
Dasar Ahok!

Di bawah ini saya posting tulisan dua kawan baik saya sesama penulis buku #KamiAhok, yakni Mas Harry dan Gus Mis. Siapa keduanya? Baca deh profilnya di buku #KamiAhok ya. Tulisan-tulisan ini saya posting seizin mereka pastinya.

[beli buku #KamiAhok di sini: BELI BUKU #KAMIAHOK] Continue reading “Ahok Sudah Hampir Khatam”

Cara Menulis Biografi Tokoh

Menulis biografi seolah pekerjaan penulis senior. Apakah memang sesulit itu untuk menulis buku biografi. Jawabannya antara ya dan tidak.

Pengalaman saya selama menulis buku biografi memastikan memang ada kompetensi khusus yang wajib dimiliki oleh seorang penulis yang niat jadi penulis biografi. Diantaranya adalah:

Penulis biografi adalah periset ulung. Jika untuk menulis naskah nonfiksi “biasa” saya butuh minimal melahap lima buku maka riset sebuah naskah buku biografi bisa lima kali lipat bahkan lebih. Riset juga tak sebatas buku tetapi juga kliping berita koran, Googling, foto-foto, dan masih banyak lagi.

Penulis biografi adalah AC/DC alias penulis fiksi dan nonfiksi. Naskah biografi jelas-jelas nonfiksi. Ia akurat, dapat dilacak kebenarannya, didukung dengan data dan telaah yang sahih. Di dalamnya tak boleh ada kisah rekaan. Namun begitu, menulis buku biografi juga butuh seni bertutur yang memikat layaknya seorang novelis. Fakta lokasi dan fakta waktu dapat dikisahkan dengan penuh emosi dan daya pikat yang lekat. Penokohan dibangun dengan detail berdasarkan riset. Penulis biografi juga mampu merajut konflik-konflik faktual dengan demikian menggemaskan. Tanpa itu, ia sekadar perangkai kehidupan tokoh tanpa nyawa. Continue reading “Cara Menulis Biografi Tokoh”

Bagaimana Cara Menulis Flash Fiction Pentigraf?

Menulis flash fiction apalagi berjenis pentigraf apakah sulit? Hemm, saya sendiri lebih sering mengajar menulis flash fiction daripada praktik menulisnya, hahaha …. Maklum, sebagai seorang guru ekstrakurikulier jurnalistik saya dituntut untuk memberikan materi ajar yang asyik dalam tempo 1 jam saja seminggu sekali.

nah, pilihan menulis flash fiction pentigraf adalah solusi terbaik sejauh yang saya rasakan. Dan, anak-anak yang saya asuh–tahu nggak, saay ngajar anak sekolah dasar, lho, hahaha–happy banget bisa berproses menulis flash fiction dengan riang dan hati gembira.

Upss, pengantarnya kepanjangan ya. Kita samakan dulu deh pengertian kita soal flash fiction dan pentigraf. Continue reading “Bagaimana Cara Menulis Flash Fiction Pentigraf?”

Menyunting Naskah Fiksi

Pernah mendapat job menyunting naskah fiksi? Nah, tahukah kamu kalau menyunting naskah fiksi itu lebih sedikit kerjanya daripada menyunting naskah nonfiksi?

Benar lho. Mari kita cek struktur naskah nonfiksi terlebih dahulu. Di dalamnya biasanya ada struktur dan sistematika bab yang terdiri dari bab, subbab, bahkan sampai subsubbab. Naskah nonfiksi juga seringkali menyertakan tabel, rumus, bahkan diagram, dan statistik. Tak cuma itu, naskah nonfiksi juga ada foto dengan caption bernomor urut, ditambah daftar pustaka, indeks, dan testimoni.

Lumayan banyak hal yang harus dicermati saat harus menyunting naskah nonfiksi!

Lain hal saat kamu dapat job menyunting naskah fiksi. Di sana tak ada struktur bab, kamu juga tak perlu ribet mengecek isi tabel, mengurutkan nomor caption gambar, tabel, maupun diagram. Daftar pustaka pun tak ada sehingga kamu tak harus pusing mengecek daftar rujukan ini dan itu.

Jadi apa pekerjaan penyunting naskah fiksi? Ia hanya perlu menyediakan waktu untuk memikirkan apakah kalimat benar atau tidak, serta apakah kalimat mudah dipahami atau tidak. Dalam level penyuntingan naskah fiksi yang lebih dalam, penyunting kadang diminta untuk mengecek konsistensi dan daya pikat cerita.

Simpel ya? Iya. Cuma, biasanya penyunting naskah fiksi adalah penyuka bacaan fiksi juga. Ia perlu punya taste dan naluri untuk membesut naskah lebih baik lagi. Sedangkan penyunting naskah nonfiksi terkadang tak harus seorang penyuka suatu tema. Ia bisa menyunting naskah kesehatan, bisnis, bahkan naskah rohani.

Jadi, kamu siap menjadi penyunting naskah fiksi? Banyak-banyaklah baca novel dan cerpen.

foto: pixabay.com

Mengatasi Macet Menulis Naskah

mengatasi macet writer's block
mengatasi macet menulis writer block
mengatasi macet menulis

Haloo … Siapa yang udah semangat nulis, udah menghabiskan banyak waktu untuk ngetik berhari-hari bahkan berminggu-minggu tapi naskahnya belum tuntas juga?

Pasti ada masalah, kan? Ya … Nulis itu kadang butuh mood. Kadang butuh suasana tenang, kadang mendadak berhenti dan buntu karena banyak alasan, diantaranya:

  1. Mendadak dapat ide tulisan baru. Jadinya, ide tulisan lama tersingkir sementara waktu.
  2. Mendadak nggak suka nulis tema itu karena masuk ke topik yang tidak disukai atau tidak dikuasai
  3. Mendadak habis saja bahannya. Niat mau nulis 100 halaman tapi sudah tak ada bahan sampai di halaman 20
  4. Mendadak merasa tulisannya super garing, nggak ada rasanya.
  5. Mendadak nggak yakin ide tulisannya bakal dilirik penerbit
  6. dan masih buanyaaaak banget alasan yang membuat tulisan tiba-tiba susah dilanjutkan.

Nah, gagal menyelesaikan tulisan itu–ada yang menyebutnya writer’s block–seperti gagal membangun rumah. Analoginya kayak gitu. Proses pembangunan rumah sekadar mengandalkan semangat. Padahal banyak lho yang harus disiapkan untuk membuat sebuah rumah berdiri kokoh dan bagus. Apa aja itu dan kaitannya dengan naskah?

Pertama, sebuah rumah butuh desain detail. Kita sudah membangun rumah kalau semua cuma ada di angan-angan. Meski secara global sudah terbayang bakal punya berapa berapa kamar mandi dan berapa kamar tidur, tapi kamu susah untuk membayangkan kalau tidak didesain secara detail. Demikian pula dengan sebuah naskah buku. Pastikan kita sudah punya “desain isi buku”. Ini bukan sekadar deretan bab demi bab saja. Desain isi buku disebut juga dengan outline naskah.

Outline naskah adalah sebuah rincian detail atas isi sebuah naskah yang disusun sistematis dan detail. Outline naskah memang berisi judul bab dan subbab (ini dapat diubah nanti di akhir penulisan naskah) lengkap dengan deskripsi naratif mengenai isi setiap bagian itu.

Kedua, membangun rumah mesti berhitung jumlah semen, kayu, pasir, bata. Semua itu mesti disiapkan. Tidak harus sekaligus harus ada di awal. Bahan yang wajib ada pada saat mulai membangun rumah adalah batu fondasi dan semen. Demikian pula dengan proses menyusun naskah. Miliki dulu tema dan topik yang kuat. Tulis gede-gede tema dan topik itu di atas kertas dan pasang di samping laptop atau komputer Anda. Jangan dilepas sebelum naskah selesai tuntas.

Material lain seperti bata, kayu, kaca jendela, dan baja ringan serta genteng bisa disiapkan secara bertahap. Itu ibarat bahan bacaan dan referensi dalam proses menyusun buku. Anda dapat mulai baca dan cari penguat untuk topik yang sedang Anda susun. Kalau naskahnya berupa cerita fiksi, luangkan waktu untuk nonton film, sinetron, atau video-video yang memuat dialog-dialog cerdas dan pas. Kalau naskahnya adalah novel anak gaul, ya tonton film Amerika dan film Indonesia yang seumuran itu. Tangkap suasana, emosi, dan gaya gaulnya.

Ketiga, buat kepastian kapan rumah itu mau dituntaskan bikinnya. Mau setengah tahun atau dua bulan saja. Ini penting lho sebab urusan hidup ini bukan cuma bikin rumah doang. Anda sudah nggak sabar untuk bisa menikmati rumah itu kan? Nggak beda dengan membuat naskah buku. Mengatasi macet saat menulis  dapat diatasi dengan memastikan Anda bikin deadline sejak awal! Pokoknya pastikan Anda mau tuntas berapa minggu naskah itu. Mau sebulan menuntaskan naskah? Atau dua bulan? Tulis niat itu dan tempel juga di dekat komputer.

Keempat, siapkan cat dan aksesoris rumah yang buaguuus ya. Biar rumah yang sudah kita bangun tembok-temboknya makin keren dan nikmat untuk dihuni. Naskahnya juga ya … Siapkan cat yang indah. Ini adalah proses editing dan pengayaan naskah. Editing adalah mempercantik pembuatan kalimat, susunan paragraf, bahkan kalau perlu menambal bagian tulisan yang belum cukup mendalam. Sebuah naskah dapat dipercantik dengan menambahkan quote, text box, ilustrasi, infografis, dan foto Anda kalau merasa keren, hahaha…

Nah, tidak sulit kan untuk mengatasi macet saat nulis? Pokoknya tidak susah untuk menuntaskan naskah buku yang sedang Anda buat. Tapi kalau mau belajar cara menulis cepat, tersetruktur, tepat waktu dengan hasil tulisan keren standar penerbit nasional, boleh kok ikut mentoring online privat menuntaskan naskah saya. Nanti saya kasih tahu jurus-jurus saya sampai bisa bikin 40 buku selama karier dan masih nambah terus tiap bulannya.

Smart Business Map

Smart business map
Smart business map

FAKTANYA, permasalahan terbesar dalam menjalankan bisnis adalah kurangnya “Pengetahuan Untuk Menjalankan Bisnis”.

Karena ada banyak orang yang memiliki modal bisnis yang besar, namun akhirnya gagal dalam menjalankan bisnisnya, karena mereka tidak/belum mengetahui bagaimana cara yang tepat untuk menjalankan bisnisnya.

Disisi lain, ada juga para pengusaha, walau tidak punya modal usaha sendiri, namun karena memiliki “Pengetahuan” dalam memulai dan menjalankan bisnis, serta “Pengetahuan” untuk mendapatkan modal, akhirnya mereka pun dapat menjalankan bisnis mereka, berkolaborasi dengan pemilik modal.

***

Mari belajar, dan membangun jaringan bisnis bersama di,

SMART BUSINESS MAP (SBM) WORKSHOP & COACHING, OIM PROINDONESIA 2017, WILAYAH SEMARANG

APA ITU SBM?

Smart Business Map (SBM) adalah sebuah tool, yang digunakan untuk mendiagnosa bisnis, sekaligus dapat digunakan untuk melakukan akselerasi bisnis.

Dengan menggunakan SBM, diharapkan para pengusaha dapat membangun bisnis yang kokoh, kuat, dan dapat terus berkembang semakin besar, dan berkesinambungan.

Selengkapnya klik >> http://bit.ly/apaitusbm

WAKTU DAN TEMPAT

Semarang 8 – 9 April 2017
Pukul 08.00 -17.00 WIB
Tempat: Hotel Noormans, Jl. Teuku Umar 27, Semarang

PENDAFTARAN/RESERVASI

– Untuk pendaftaran silakan mengisi formulir pendaftaran berikut ini »> http://bit.ly/daftarsbmworkshop

TERBUKA UNTUK UMUM, TEMPAT TERBATAS, 50 ORANG!!!

SIAPA SAJA YANG WAJIB IKUTAN?

Sangat dianjurkan bagi mereka yang sudah memiliki bisnis, dan ingin bisnisnya semakin bertumbuh dan berkembang.

INVESTASI

– Rp. 500.000 / orang

INFO LEBIH LANJUT

– Dani – 0877 2791 6160
– Kontak langsung via pesan Facebook di www.facebook.com/OIMproindonesia/messages

ORGANIZED BY : OIM proindonesia, Wilayah Semarang

SALAM NAIK KELAS- LEARN, SUCCESS, SHARE