Ahok Sudah Hampir Khatam

Hari ini, teman-teman penulis #KamiAhok sebanyak 10 orang main ke “kos” Ahok. Seperti biasa, banyak kisah seru dipanen teman-teman saya itu. Satu hal biasa tapi berkesan adalah pengakuan Ahok kalau selama di dalam penjara, dia sudah mengkhatamkan Al-Quran terjemahan Kementerian Agama. Ia fasih menjelaskan urutan surat dalam al-Quran.
Dasar Ahok!

Di bawah ini saya posting tulisan dua kawan baik saya sesama penulis buku #KamiAhok, yakni Mas Harry dan Gus Mis. Siapa keduanya? Baca deh profilnya di buku #KamiAhok ya. Tulisan-tulisan ini saya posting seizin mereka pastinya.

[beli buku #KamiAhok di sini: BELI BUKU #KAMIAHOK] Continue reading “Ahok Sudah Hampir Khatam”

Wonderful Indonesia : A Visual Journey – Video Viral di Sosial Media

menjadi travel writer

Bela-belain kerja keras (menulis) agar bisa traveling menikmati hidup dan karya ciptaan-Nya! Kamu (sudah) berprinsip gitu juga, nggak?
Tonton video ini ..

Inilah video wisata Indonesia yang mengambil gambar cantik di Banyuwangi, Bunaken, Lombok,  dan Wakatobi, dilansir pertama kami oleh situs http://www.indonesia.travel.

Video lainnya dan lebih lengkap untuk tiap destinasi adalah
– Banyuwangi: http://www.indonesia.travel/en/destin…
– Wakatobi: http://www.indonesia.travel/en/destin…
– Bunaken: http://www.indonesia.travel/en/destin…
– Lombok: http://www.indonesia.travel/en/destin…

Ini memang video bikinan bule dan kita patut berterima kasih pada crew ini:
– Kylor Melton (Film maker): https://www.instagram.com/kylormelton/
– Mikai Karl (Film Maker): https://www.instagram.com/mikaikarl/
– Chelsea Yamase (Talent): https://www.instagram.com/chelseakauai/)
– Travis Burke (Photographer): https://www.instagram.com/travisburke…
– Music by James Everingham (http://www.jameseveringham.com/)

Menulis: Bakat atau Keterampilan?

jasa penulisan buku

Dulu saat aku SMP sampai dengan SMA, aku hobi menulis, menulis apa saja. Kadang aku menulis puisi, kadang aku mengarang dongeng untuk diceritakan pada adik aku yang masih kecil, walaupun tidak setiap hari aku juga menulis diary, Hahaha …. Aku jadi ingat pernah membaca surat temanku, lalu kupikir kok sepertinya aku kenal tulisan ini. Temanku itu sambil cengar cengir mengatakan bahwa itu memang tulisanku yang diconteknya untuk memutuskan sang pacar karena menurutnya tulisanku keren.  Aku mengernyitkan alis dan tertawa. Itu lucu sekali, surat putus itu jadi panjang seperti koran karena selain tulisanku yang sudah cukup panjang dikopi habis, dia juga menambahkan pemikirannya di surat itu. hahaha ….

Ada lagi, ceritanya adik perempuanku ditaksir oleh seseorang. Orang itu menulis surat dalam sebuah diari, dan dia meminta adikku menjawabnya dalam diari itu juga. Seperti chatting kalau zaman sekarang, maklum waktu itu masih jarang yang punya handphone. Sampai di rumah adikku memintaku untuk menulis jawaban untuknya. Aku sih senang–senang aja, menurutku itu sangat menyenangkan.

Diari itu kemudian dikembalikan. Sesampai rumah sambil memberikan diari kepadaku, adik perempuanku itu bercerita, “ Mbak, tadi aku diminta langsung membalas,tapi kubilang, nanti saja aku tulis di rumah, lagi pusing, hahaha …. Padahal aku bingung mau nulis apa karena otakku ketinggalan dirumah” Dan, kami pun tertawa bersama.

Ge-er, waktu itu aku merasa aku berbakat jadi penulis. Masa itu sangat menyenangkan. Saat senang, aku membuat karya–karya yang menyenangkan seperti dongeng, puisi, cerpen, dan lain- lain meskipun tidak untuk dikirimkan kemana-mana. Saat sedih aku menuangkan perasaanku dalam puisi atau karangan bebas lainnya. Menangis sambil menulis itu menyenangkan. Saat selesai menulis hilanglah sedihku.

Kadang aku membaca kembali tulisanku yang penuh airmata itu sambil menertawakan diriku sendiri, wow aku drama queen banget ya, haha …. Itu sangat melegakan. Aku betah berjam-jam mengurung diri di kamar atau di atas batu di pinggir kali untuk menulis.

Jika di ingat-ingat lagi, masa terkelam dalam hidupku adalah saat aku berhenti menulis. Tahun 2009 aku lulus SMA dan bekerja menjadi buruh pabrik. Pergi saat matahari belum terbit dan pulang saat matahari sudah tertidur. Entah karena lelah atau apa aku lupa pada hobiku dan ketika masalah–masalah datang dan pergi, kepenatan menumpuk jadi sampah dalam otak dan hatiku. Aku merasa tidak tahu harus curhat kepada siapa.. Beberapa kali aku curhat pada orang yang salah, membiarkan orang lain ikut campur dalam kehidupanku. Emosiku menjadi sangat tidak stabil.

Beberapa bulan lalu bahkan aku sempat merasa stres berat dan hampir depresi. Aku sempat ingin ke psikolog atau psikiater untuk membantuku karena aku merasa kegalauanku sudah sangat mengganggu. Entah bagaimana tiba-tiba aku ingin menulis, menuangkan seluruh endapan kegalauanku dalam sebuah buku.

Plong !

Aku menemukan diriku kembali.. Segar tanpa beban. Aku berutang maaf pada teman–teman yang bersusah payah mencarikan kontak temannya yang psikiater. Tapi aku kembali, aku yang tenang menghadapi apa pun. Aku menemukan sahabatku, diriku sendiri.

Aku mulai lagi, belajar dari nol lagi, karena harus aku akui menulis itu tidak perlu bakat, menulis itu keterampilan yang harus diasah, dilatih, dilakukan terus menerus. Karena kalau tidak, jari–jarimu akan kaku dan otakmu akan beku.

Ditulis oleh Anastasia Ida Lovicha, nantikan tulisan-tulisannya di www.ailoworks.com. Foto: Pixabay.com