Panduan Singkat nan Mudah Menulis Biografi Tokoh Terkenal

Walau tidak sepopuler novel dan buku self-help, biografi menjadi salah satu genre dari kategori non-fiksi yang menarik untuk disimak. Sayangnya, masih banyak orang yang menganggap buku biografi sekadar rangkuman kehidupan publik figur ternama. Kenyataannya, genre ini lebih fokus pada salah satu aspek kehidupan tokoh yang bersangkutan. Maka dari itu biografi mempunyai tema beragam, dari motivasi, sejarah kesuksesan, politik, perjuangan, dan lain sebagainya.

jasa penulis biografi sumber: pixabay.com

Dalam hal ini, biographer atau penulis biografi harus mempersiapkan kebutuhan-kebutuhan yang akan membantunya merampungkan buku sang tokoh. Berikut ini langkah-langkah yang dapat dijadikan panduan menulis biografi persembahan dari Ghostwriter Indonesia.

  • Menentukan tokoh yang menarik

Tokoh terkenal memang banyak, tetapi yang mempunyai keunikan dan memberikan pengaruh besar hanya segelintir. Biographer dapat memilih sendiri tokoh berdasarkan kesesuaian minat dan pontensi besar terhadap karyanya kelak. Ada juga tokoh-tokoh ternama seperti pejabat politik hingga selebriti yang meminta langsung kepada biographer untuk dibuatkan buku. Apa pun jalurnya, penulis yang menangani harus mempunyai ketertarikan terhadap sosok tersebut. Tanpa hubungan batin yang kuat, akan sulit bagi penulis untuk melakukan langkah-langkah perampungan biografi selanjutnya.

Sebagai penyedia jasa penulisan biografi, kami–tim Ghostwriter Indonesia–selalu mengawali proses dengan melakukan pendekatan personal agar kisah hidup tokoh dapat mengalir dengan lancar.

  • Memilah tema/topik yang akan diangkat

Setelah menemukan tokoh yang tepat, akan lebih mudah bagi Anda untuk memilah tema atau topik yang diangkat nanti. Memoar seringkali menjadi pilihan dari si tokoh. Nah, memoar ini menekankan satu aspek kehidupan saja dari sosok yang bersangkutan. Tema pun akan menjadi batasan selama menulis supaya tidak meluber ke mana-mana. Misalnya, tokoh yang akan Anda angkat dalam biografi adalah mantan presiden yang pernah menerbitkan kebijakan yang mengubah kehidupan bangsa. Anda dapat mengangkat hal tersebut menjadi topik utama untuk kemudian digali lebih dalam bersama sang tokoh. Ghostwriter Indonesia sebagai penyedia jasa penulisan biografi punya pengalaman menulis banyak buku nonfiksi sehingga ketika memoar dibuat, alur gagasan per tema itu mudah untuk dibuat.

  • Menelusuri fakta dan data utama

Karena termasuk ke dalam kategori non-fiksi, biografi mewajibkan Anda untuk memaparkan fakta dan data utama. Akan jauh lebih baik bila informasi yang Anda bahas nanti menarik sekaligus belum diketahui publik. Pasalnya, fakta dan data tadi akan menuntun biographer pada epifani, yakni peristiwa penting yang memberikan dampak terhadap kehidupan—baik pemikiran maupun tindakan dari tokoh tersebut. Jika Anda akan mengangkat kebijakan pemerintahan, maka Anda harus menemukan sejumlah momen yang jadi kunci penting sang sosok melahirkan gagasan tadi. Ghostwriter Indonesia memiliki tim riset yang handal sehingga proses penyelesaian jasa penulisan biografi menjadi semakin akurat.

  • Cari bagian penting dari kehidupan tokoh

Aspek krusial berikutnya yang harus Anda ketahui saat menyusun biografi tokoh ternama adalah bagian penting dari kehidupannya. Dalam biografi, aspek ini biasanya akan dibuat menjadi kronik atau rangkaian kisah yang dirunut berdasarkan waktu. Jadi, saat meriset data maupun mewawancarai tokoh, Anda harus selalu memastikan kebenaran hari, bulan, serta tahun kejadian. Selain itu, periksa poin tersebut berulang kali sebelum naik cetak, apalagi bila berhubungan dengan hajat orang banyak. Jangan sampai reputasi Anda sebagai biographer berantakan hanya karena salah mencantumkan tanggal.

  • Memilih daya tarik dari tokoh bersangkutan

Kembali lagi ke pembahasan di awal, Anda harus memegang argumentasi kuat yang melatarbelakangi pemilihan tokoh yang akan dibuatkan biografi—baik sosok terkenal atau tidak. Mengapa demikian? Para pembaca tidak akan membuang waktu mereka untuk membaca kisah seseorang yang informasinya bisa mereka temukan dengan mudah lewat dunia maya. Jika Anda sanggup menjelaskan daya tarik sang tokoh dengan baik, para pembaca akan dibuat penasaran dan mau mengenal lebih jauh seputar tokoh tadi. Di sisi lain, Anda dan sosok di buku biografi mendapatkan eksposur yang bagus.

  • Temukan kontribusi nyata dari sang tokoh

Poin terakhir yang tak boleh Anda lewatkan dari penelusuran tokoh adalah kontribusi nyata yang telah dia buat. Bila Anda memilih mantan presiden, maka yang Anda lakukan selanjutnya adalah menemukan data seputar kontribusinya selama menjabat jadi orang nomor satu di Indonesia. Bila tokohnya pebisnis, Anda dapat memeriksa jejak usaha hingga pengaruh produknya terhadap konsumen. Satu hal yang pasti, data-data tersebut harus akurat dan objektif. Carilah narasumber tepercaya agar Anda mendapatkan sudut pandang lain yang lebih impresif.

Demikian panduan mudah bagi Anda yang ingin menjadi biographer. Semoga dapat membantu Anda menulis biografi dari tokoh yang kredibel!

Langkah Mudah Menulis Novel bagi Penulis Pemula

Halo ketemu lagi dengan saya, Anang YB dari Ghostwriter Indonesia.

Kali ini kita mau ngobrolin tentang cara menulis novel. Novel laris bahkan kemudian difilmkan bikin banyak penulis pemula makin giat cari tema untuk membuat novel bestseller. Alih-alih novelnya jadi, eh ini malah setahun baru dapat satu bab. Itu juga nggak bagus-bagus amat.

"Senja, Hujan, & Cerita yang Telah Usai"
“Senja, Hujan, & Cerita yang Telah Usai”

Faktanya, menjamurnya platform-platform menulis di dunia maya ternyata memberikan dampak besar bagi para penulis di Indonesia. Jika dulu Anda harus menulis di komputer dan mencetaknya untuk kemudian dikirim ke penerbit, sekarang peluang dibaca lebih luas dapat diwujudkan dengan mengunggahnya ke platform menulis tersebut. Bahkan tak sedikit penulis yang berhasil menerbitkan novel lewat cara tersebut.

Di sisi lain, walau secara media sudah dimudahkan, masih banyak pemula yang mengaku kesulitan menyusun novel utuh. Berbagai alasan pun dilontarkan, dari tidak punya ide, sibuk, hingga minder duluan saat mendapatkan masukan dari pembaca.

[Just info, tim Ghostwriter Indonesia menyediakan jasa pendampingan 1 bulan menuntaskan tulisan. Hubungi 0815-990-4562 untuk info lebih detail]

Kenyataanya, menulis novel tidak sesulit yang dibayangkan selama Anda mengetahui triknya, seperti yang dijelaskan berikut ini:

  1. Pilih ide yang disukai dan dikuasai

Merangkai cerita dari gagasan rumit dan megah hanya akan menyulitkan Anda kalau tidak dikuasai. Sebaiknya—terutama bagi pemula—pilihlah ide yang benar-benar disukai dan dikuasai. Misalnya, kalau Anda suka dengan kuliner, tulis novel tentang tokoh yang suka memasak. Kembangkan gagasan ini dengan pengetahuan yang Anda miliki dan tambahkan informasi lain kalau dibutuhkan. Menulis novel dengan cerita dari sesuatu yang Anda pahami tidak akan memberatkan walau di tengah jalan bertemu hambatan.

  1. Membuat kerangka karangan atau outline

Tak sedikit penulis pemula yang bertanya, pentingkah kerangka karangan atau outline dibuat? Jawaban dari pertanyaan ini pun beragam. Jika Anda tidak ingin cerita novel itu mellebar ke mana-mana, maka kerangka perlu dibuat sebagai ‘pembatas’. Namun, kalau Anda adalah tipe penulis yang senang ‘berkelana’ dan tak mau dikekang selama menulis, maka tahap membuat outline novel dapat dikesampingkan. Hanya saja, risiko cerita berantakan dan kurang fokus lebih besar serta memakan proses penyuntingan yang lama.

  1. Menciptakan karakter-karakter 3 dimensi

Dalam hal ini, bukan berarti Anda perlu merancang tokoh memakai aplikasi tertentu. Karakter 3 dimensi bukan sekadar baik dan jahat. Mereka diciptakan sedekat mungkin dengan kehidupan nyata; memiliki motif tertentu dan membuat pembaca dilema. Tokoh-tokoh dengan karakterisasi ini biasanya membuat para pembaca ikut terlibat konflik. Misalnya, antagonis yang mulanya sangat jahat ternyata bersikap demikian karena di masa lalunya pernah dirundung (bully) dan dibesarkan dalam keluarga yang toxic.

  1. Latar tempat dan waktu seakurat mungkin

Untuk latar tempat dan waktu di dalam novel, Anda dapat memulainya dari tempat tinggal sendiri dan masa kini. Akan tetapi, kalau cerita membutuhkan lokasi lain dan waktu di masa lalu/depan, lakukan riset terlebih dahulu. Sekarang, tidak sulit mencari informasi tentang kota hingga negara yang belum pernah dikunjungi, sebab semuanya tersedia di dunia maya. Namun, pastikan deskripsi yang Anda buat tidak terlalu kaku atau terkesan seperti jurnal ilmiah, kecuali kalau Anda sedang menyusun buku non-fiksi.

  1. Memastikan genre untuk cerita yang ditulis

Sebenarnya, genre novel harus Anda putuskan sejak awal. Ingin cepat mendapatkan pembaca? Buatlah cerita genre populer seperti romansa atau drama. Sekitar dua tahun terakhir, thriller, domestic noir, dan fantasi pun mulai meraih perhatian pembaca Tanah Air. Genre apa pun yang nantinya Anda pilih haruslah yang benar-benar Anda kuasai dan sesuai dengan cerita. Anda bisa pindah ke genre novel lainnya, tetapi pastikan Anda sudah melakukan riset matang dan latihan menulis secara intens.

  1. Cari dan baca referensi sebanyak mungkin

Kunci berikutnya yang akan memudahkan Anda menulis novel dengan cepat dan mudah adalah rajin membaca. Carilah referensi sebanyak mungkin—baik novel maupun jenis tulisan lain—yang mendukung tulisan Anda. Selain itu, dengan membaca pun Anda akan memperkaya kosakata dan mendapatkan cara menulis yang bagus dari pengarang-pengarang kenamaan. Jangan lupa memasukkan kamus ke dalam daftar bacaan agar Anda tidak kebingungan saat mendapatkan kata-kata yang kurang familier.

Langkah terakhir yang akan menyempurnakan usaha menulis novel Anda adalah praktik. Kesalahan para pemula yang ingin merangkai cerita utuh adalah terlalu lama merancang tanpa mewujudkannya.

Butuh motivasi? Ceritakan rencana Anda kepada teman atau siapa pun yang dirasa akan memberi dukungan besar kepada Anda. Dengan begitu, naskah novel yang Anda siapkan akan cepat selesai sesuai target.

Nah, lumayan dapat wawasan baru? Yuk tuntaskan naskahmu. Kalau butuh jasa editing naskah novel atau sekalian mau minta bantuan desain isi dan cover bahkan pencetakan, silakan hubungi Ghostwriter Indonesia di 0815-990-4562.

Penulis dan Editor Wajib Sertifikasi dan Uji Kompetensi: Mau Nolak?

Wuih, saya nemu foto teman lama saya sedang bawa poster seperti sedang piknik di pantai. Bedanya, ini dia sedang serius mejeng di poster bertuliskan urusan asesor dan uji kompetensi tenaga (ahli) geomatika.

Jasa penulisan buku & artikel
foto: pixabay.com

Saya jadi ingat diskusi di akun Facebook saya  yang pro-kontra soal penulis dan editor wajib memiliki sertifikat hasil uji kompetensi. . Saling lempat komentar itu seru-seru lucu dan tidak saru.

Saya yang sarjana geografi dulunya memang bergelut dengan urusan geomatika. Ikut tender dan menjadi tenaga ahli di berbagai proyek survei dan pemetaan. Apakah dulu (dan sekarang) hanya pekerja profesional geomatika bersertifikat yang dapat job? Tampaknya tidak juga. Tanpa sertifikat pun kerjaan masih akan datang meski di beberapa channel akan tertutup. Misalnya pada proyek dengan dana pemerintah. Apalagi bagi mereka yang yakin kalau urusan rizki ada di tangan Tuhan semata-mata.

Melacak keberadaan LSP Geomatika ternyata sudah berdiri 2004, artinya sudah 14 tahun ada dan proses sosialisasi masih terus jalan. Bandingkan dengan LSP Penulis dan Editor yang baru seumur jagung karena pengesahan undang-undangnya juga masih “kemarin sore”.

Saya pun tidak memegang sertifikat Geomatika bahkan sampai saya murtad jadi penulis.

Eh, sebetulnya saya mau ngomong apa?

Saya sekadar mau menegaskan bahwa pada akhirnya semua profesi para profesional akan menuju pada titik standardisasi. Penulis dan editor boleh saja (saat ini) menuliskan portofolio sepanjang cerpen atau novelet. Tapi, siapkah Anda bila cerita sukses dan hebat itu untuk dicek kebenarannya? Diminta buktikan melalui wawancara dan kegiatan verifikasi?

Saya kembali ingat ke masa 20 tahun lalu. Saya pun assesor alias penguji untuk para pemohon sertifikasi. Bedanya, saya adalah assesor PHPL (Pengelolaan Hutan Produksi Lestari). Simpelnya, saya bekerja untuk memverifikasi perusahaan-perusahaan perkayuan apakah sudah menerapkan Ekolabel atau belum. Saya keluar masuk masuk hutan, mendatangi perusahaan semacam itu di Kalimantan dan Sumatera termasuk eks Indorayon. Sangat melelahkan karena ada buanyaak dokumen harus kami cek dan crosscheck.

Saya nggak ngerti bagaimana uji kompetensi geomatika dan penulis editor bakal dilaksanakan. Tapi itulah keniscayaan yang saya bilang. Kalau memang oke dengan portofoliomu, ‘napa harus mengerutkan kening dengan proses sertifikasi?

Jadi, sekukuh apa pun Anda menolak atau nyinyir dengan program sertifikasi penulis dan editor, orang lain akan melakukannya. Anda mungkin bisa eksis dan dapat job juga. Bedanya Anda akan jadi orang beda.

Akhirnya, saya juga mau bilang, kompetensi–yang bakal diuji–adalah irisan dari tiga hal yang ada di dalam diri setiap pekerja profesional, yakni SKILL, KNOWLEDGE, dan ATTITUTE. Itu yang mau diuji.

Saya sih pede. Kamu?

Writing Tresna Jalaran Seka Kulina

Journey To Find Happiness in HaloBCA

Saya suka menulis,karena pada dasarnya saya pemalu (*yang ga percaya silakan simpan dulu rasa ketidakpercayaan Anda), jadi menulis merupakan sarana saya mencurahkan isi hati dan perasaan. Menulis bagi saja memiliki efek terapetik. Membantu saya menyalurkan perasaan-perasaan yang tak tersampaikan, omelan saya yang cuma di awang-awang, gemes saya sama penampilan orang, rasa pengen saya akan sesuatu yang belum kesampaian dan masih banyak lagi.


Saya bisa menulis tentang si Anu yang tertuang menjadi tokoh dengan nama yang sesuka hati saya bisa saya ganti. Saya bisa menulis pengalaman saya tanpa harus menunggu ada orang lain mau mendengarkan cerita saya. Dengan tulisan, saya tidak harus memaksa orang untuk mendengarkan curhat saya, karena yang mau pasti akan membacanya yang tidak mau dan tidak suka, tidak perlu membacanya, gitu aja kok repoot?

Pelajaran bahasa Indonesia di bangku sekolah banyak mengajarkan saya tentang menulis, dari membuat kerangka karangan dan mengembangkannya menjadi kalimat inti dan kalimat pembantu. Tapi sepertinya saya lebih menikmati jadi “free styler” , yang penting nulis dulu – nanti baru di-edit. Denga gaya ini memang proses menulis saya lancar tetapi kadang cenderung “overwhelming” dan terlalu banyak ide yang campur aduk Kegiatan mentoring menulis kembali mengingatkan saya kepada pentingnya membuat suatu outline, kerangka karangan, premis dan sebuah sinopsis. Dan memang sangat membantu dalam proses menulis. Inti cerita dan topik tetap fokus dan terjaga, dan mengalir dengan baik.

Dengan kerangka karangan pun, kadang saya masih mengalami stagnansi, mati gaya dan kehabisan ide untuk merangkai kata. Nah kalau sudah begitu, karena saya suka musik, saya menggunakan stimulus musik untuk membangkitkan ingatan-ingatan saya tentang apa yang saya tulis. Contohnya sewaktu saya menulis dengan background tahun ’98-an, saya mendengarkan lagu-lagu yang hits di era itu. Semua kenangan tentang apa yang sedang ngetrend dan happening di kala itu, membantu dalam menulis setting
ataupun penampilan tokoh yang saya tulis.

Cara lainnya adalah dengan berbincang dengan teman tentang topik yang kita tulis. Dengan menceritakan kembali, biasanya akan muncul ide-ide segar yang bisa ditambahkan dalam menulis. Pertanyaan-pertanyaan yang muncul dan harus kita jawab merupakan stimulus kita untuk memunculkan ide dan menambah untaian kata dalam tulisan kita.

Kalau me-refresh mood menulis dengan traveling itu sudah jelas! Banyak ide saya dapat dengan traveling. Tempat yang baru memperkaya cerita kita. Problem saya adalah sering traveling dari pada menuliskannya. Ketika jadwal jalan-jalan sambung menyambung, ide yang ada sebelumnya tersimpan bersama souvenir yang kita beli sewaktu jalan-jalan. Namun demikian, foto-foto yang saya dapat selama travelling banyak membantu menulis. Dengan melihat kembali foto-foto tersebut, bisa me-recall memori saya tentang apa yang ingin saya tuliskan. Foto juga membantu saya dalam mendeskripsikan sesuatu yang saya ingin tulis terlihat nyata.
Bagaimana caranya saya “mencicipi” tulisan saya sudah enak atau belum?
Biasanya saya akan baca ulang setelah tulisan jadi. Kalau saya menulis sesuatu yang “touchy” , biar pun saya baca ulang lagi tetap akan menghadirkan perasaan yang sama.

Kadang saya senyum-senyum sendiri atau bisa tetap menitikkan air mata ketika membaca kembali bagian yang saya tulis. Tentu saja tidak mengabaikan peran orang lain untuk “mencicipi” tulisan saya. Kalau kita minta teman atau saudara kita membaca dan masih berkerut dahinya dan banyak pertanyaannya, mungkin tulisan kita hanya kita dan rumput
bergoyang yang mengerti.

Singkat kata, menulis itu berbahaya!!! karena bisa menjadi candu! Ketika tulisan saya diapresiasi, saya jadi ingin menulis lebih banyak lagi. Semakin banyak menulis, juga membuat skill menulis kita lebih baik lagi. Benar kata pepatah Jawa , writing tresna jalaran seka kulina. Kita bisa karena terbiasa.

Tulisan Elizabeth Rose, penulis buku “Look at My Garden”, hobi nulis dan traveling tinggal di Vientiane, Laos

Jasa Penulisan Buku Biografi Pasti Terbit

Rasanya, saya tidak pernah menuliskan kata-kata “Jasa Penulisan Buku” di kartu nama. Saya lebih nyaman berfokus pada predikat sebagai pemberi jasa ghostwriter dan penulis sbiografi. Tapi sudahlah, di Indonesia, beda-beda kata masih bisa dimaklumi asalkan tahu sama tahu.

Jasa penulisan buku di Jakarta dan kota-kota besar lainnya banyak dicari. Saya tentu saja gembira sebab itu sebagai pertanda bahwa kesadaran orang untuk unjuk gagasan melalui buku makin terlihat. Saya sendiri mencatat, permintaan bantuan jasa ghostwriter dan jasa penulisan buku biografi meningkat cukup signifikan. Dan, mereka datang dari banyak kota yang tidak saya duga. Mulai dari Bali, Gorontalo, Medan, Papua, Lampung, dan entah mana lagi.

Temanya pun penuh ragam. Jasa penulisan buku kedokteran misalnya. Kali pertama menggarap buku kesehatan bersama seorang dokter muda yang juga novelis bernama Amanda. Kami membuat naskah buku kesehatan seputar kehamilan dengan judul H2O alias Hamil Harus Oke.

buku panduan pengobatan diabetes
buku panduan pengobatan diabetes

Kedua kalinya saya menggarap naskah kesehatan tentang penyakit Diabetes atas permintaan Soyjoy. Buku terbit full colour dan beredar melalui penerbit Elexmedia. Uniknya, klien datang bukan langsung ke saya tapi melalui penerbit.

Buku ketiga tema kesehatan saya bakal terbit tahun ini. Kali ini bertema autoimun hasil olah pikir seorang dokter baik dan ahli autoimun. Saya membantu beliau untuk mengemas informasi-informasi itu ke dalam format naskah buku yang populer dan mudah dipahami masyarakat awam.

Eh, tapi kalau buku-buku tema penyakit saya buat juga ketika mendapat permintaan jasa penulisan buku biografi. Misalnya buku The Boy in The Baby Stroller dengan fokus penyakit OI alias Osteogenesis Imperfecta, juga biografi seorang ODHA hasil kerjasama Andy F Noya, Penerbit Buku Kompas, dan saya.

buku memoar ODHA kerjasama penerbit buku kompas dan Andy F. Noya

Belakangan, saya semakin banyak digoda dengan permintaan jasa penulisan buku biografi. Tokoh yang saya angkat mulai dari sosok Bu Menteri, rektor, pengusaha, dan masih banyak lagi. Untuk mereka saya selalu sediakan waktu lebih banyak dibandingkan permintaan jasa ghostwriter.

Kenapa? Sebab cara menulis buku biografi tidak sepenuhnya sama dengan tema-tema buku nonfiksi lainnya. Ada proses riset yang lebih mendalam, tahap wawancara yang lebih intens, lebih banyak, dan butuh narasumber yang kadang bisa lebih dari lima orang.

Hal lain yang bikin penulisan buku biografi lebih lama adalah membuat gaya tutur dan konten yang klik dengan keinginan klien. Tak mudah untuk sampai pada titik itu. Sebab, satu dua kata dan satu dua fakta yang tidak pas bisa membuat naskah biografi yang kita susun ditolak dan diminta revisi oleh klien.

Karena itu, jasa penulisan buku biografi bisa butuh waktu lebih lama dibandingkan penulisan naskah nonfiksi nonbiografi. Kira-kira, saya butuh waktu 4 bulan untuk menuntaskan satu buku biografi setebal 200 halaman buku. Karena waktu lebih lama, dan tim yang lebih banyak maka otomatis tarif menulis buku biografi juga menyesuaikan.

Namun, saat proses menulis buku biografi tuntas dibuat dan klien puas, saat itulah kita para pemberi jasa penulisan buku biografi bisa menarik napas lega–boleh juga piknik sebentar melepas stres yang terlanjur hinggap.

Tugas belum selesai …. Sebab, naskah buku biografi yang bagus itu harus kita bantu terbitkan. Apakah jasa penulisan buku biografi sudah include jasa penerbitan? Saya sih tidak. Tapi, justru saya gratiskan sebagai beyond expectation service. Saya akan semaksimal mungkin membantu klien menemukan penerbit terbaik di Indonesia,  memungkinkan masuk toko buku Gramedia, dengan desain sesuai taste si klien.

jasa ghostwriter di jakarta
jasa ghostwriter di Jakarta

Beneran gratis? Saya sih iya. Saya akan memediasi si klien untuk bisa meeting dengan penerbit Gramedia Pustaka Utama, Grasindo, Bhuana Ilmu Populer, atau Penerbit Buku Kompas. Semuanya itu adalah penerbit papan atas di Indonesia, punya reputasi baik, dan akan menaikkan branding si klien.

Bagaimana bila klien akan memakai buku untuk keperluan internal alias tidak diterbitkan? Itu juga hal mudah untuk saya. Saya sudah memiliki pengalaman cukup untuk membantu si klien melakukan seluruh proses self publishing. Mulai dari proses editing, desain buku, desain kover, pencetakan, hingga pengiriman ke alamat klien. Saya akan memanfaatkan percetakan dan penerbit berbadan hukum. Tujuannya agar buku itu tetap terbit dan memiliki ISBN.

Pada ujungnya, saya mau bilang: jasa penulisan buku adalah keniscayaan. Ketika banyak orang punya gagasan hebat tapi tak cukup tangan dan waktu untuk mewujudnyatakan dalam bentuk buku, calling saja para penulis profesional. Anda tinggal sampaikan buku apa yang Anda gagas. Mau terbit kapan dan apakah mau terbit di penerbit umum atau cukup diedarkan secara terbatas. Semudah itu kok berbagi gagasan, kisah inspirasi sekaligus menyempurnakan dunia melalui buku.

Salam dari saya, Anang YB Ghostwriter Indonesia, penulis biografi dan ghostwriter. 🙂

 

Cara Menulis Biografi Tokoh

Menulis biografi seolah pekerjaan penulis senior. Apakah memang sesulit itu untuk menulis buku biografi. Jawabannya antara ya dan tidak.

Pengalaman saya selama menulis buku biografi memastikan memang ada kompetensi khusus yang wajib dimiliki oleh seorang penulis yang niat jadi penulis biografi. Diantaranya adalah:

Penulis biografi adalah periset ulung. Jika untuk menulis naskah nonfiksi “biasa” saya butuh minimal melahap lima buku maka riset sebuah naskah buku biografi bisa lima kali lipat bahkan lebih. Riset juga tak sebatas buku tetapi juga kliping berita koran, Googling, foto-foto, dan masih banyak lagi.

Penulis biografi adalah AC/DC alias penulis fiksi dan nonfiksi. Naskah biografi jelas-jelas nonfiksi. Ia akurat, dapat dilacak kebenarannya, didukung dengan data dan telaah yang sahih. Di dalamnya tak boleh ada kisah rekaan. Namun begitu, menulis buku biografi juga butuh seni bertutur yang memikat layaknya seorang novelis. Fakta lokasi dan fakta waktu dapat dikisahkan dengan penuh emosi dan daya pikat yang lekat. Penokohan dibangun dengan detail berdasarkan riset. Penulis biografi juga mampu merajut konflik-konflik faktual dengan demikian menggemaskan. Tanpa itu, ia sekadar perangkai kehidupan tokoh tanpa nyawa. Continue reading “Cara Menulis Biografi Tokoh”

Bagaimana Cara Menulis Flash Fiction Pentigraf?

Menulis flash fiction apalagi berjenis pentigraf apakah sulit? Hemm, saya sendiri lebih sering mengajar menulis flash fiction daripada praktik menulisnya, hahaha …. Maklum, sebagai seorang guru ekstrakurikulier jurnalistik saya dituntut untuk memberikan materi ajar yang asyik dalam tempo 1 jam saja seminggu sekali.

nah, pilihan menulis flash fiction pentigraf adalah solusi terbaik sejauh yang saya rasakan. Dan, anak-anak yang saya asuh–tahu nggak, saay ngajar anak sekolah dasar, lho, hahaha–happy banget bisa berproses menulis flash fiction dengan riang dan hati gembira.

Upss, pengantarnya kepanjangan ya. Kita samakan dulu deh pengertian kita soal flash fiction dan pentigraf. Continue reading “Bagaimana Cara Menulis Flash Fiction Pentigraf?”

Menyunting Naskah Fiksi

Pernah mendapat job menyunting naskah fiksi? Nah, tahukah kamu kalau menyunting naskah fiksi itu lebih sedikit kerjanya daripada menyunting naskah nonfiksi?

Benar lho. Mari kita cek struktur naskah nonfiksi terlebih dahulu. Di dalamnya biasanya ada struktur dan sistematika bab yang terdiri dari bab, subbab, bahkan sampai subsubbab. Naskah nonfiksi juga seringkali menyertakan tabel, rumus, bahkan diagram, dan statistik. Tak cuma itu, naskah nonfiksi juga ada foto dengan caption bernomor urut, ditambah daftar pustaka, indeks, dan testimoni.

Lumayan banyak hal yang harus dicermati saat harus menyunting naskah nonfiksi!

Lain hal saat kamu dapat job menyunting naskah fiksi. Di sana tak ada struktur bab, kamu juga tak perlu ribet mengecek isi tabel, mengurutkan nomor caption gambar, tabel, maupun diagram. Daftar pustaka pun tak ada sehingga kamu tak harus pusing mengecek daftar rujukan ini dan itu.

Jadi apa pekerjaan penyunting naskah fiksi? Ia hanya perlu menyediakan waktu untuk memikirkan apakah kalimat benar atau tidak, serta apakah kalimat mudah dipahami atau tidak. Dalam level penyuntingan naskah fiksi yang lebih dalam, penyunting kadang diminta untuk mengecek konsistensi dan daya pikat cerita.

Simpel ya? Iya. Cuma, biasanya penyunting naskah fiksi adalah penyuka bacaan fiksi juga. Ia perlu punya taste dan naluri untuk membesut naskah lebih baik lagi. Sedangkan penyunting naskah nonfiksi terkadang tak harus seorang penyuka suatu tema. Ia bisa menyunting naskah kesehatan, bisnis, bahkan naskah rohani.

Jadi, kamu siap menjadi penyunting naskah fiksi? Banyak-banyaklah baca novel dan cerpen.

foto: pixabay.com

Mengatasi Macet Menulis Naskah

mengatasi macet writer's block
mengatasi macet menulis writer block
mengatasi macet menulis

Haloo … Siapa yang udah semangat nulis, udah menghabiskan banyak waktu untuk ngetik berhari-hari bahkan berminggu-minggu tapi naskahnya belum tuntas juga?

Pasti ada masalah, kan? Ya … Nulis itu kadang butuh mood. Kadang butuh suasana tenang, kadang mendadak berhenti dan buntu karena banyak alasan, diantaranya:

  1. Mendadak dapat ide tulisan baru. Jadinya, ide tulisan lama tersingkir sementara waktu.
  2. Mendadak nggak suka nulis tema itu karena masuk ke topik yang tidak disukai atau tidak dikuasai
  3. Mendadak habis saja bahannya. Niat mau nulis 100 halaman tapi sudah tak ada bahan sampai di halaman 20
  4. Mendadak merasa tulisannya super garing, nggak ada rasanya.
  5. Mendadak nggak yakin ide tulisannya bakal dilirik penerbit
  6. dan masih buanyaaaak banget alasan yang membuat tulisan tiba-tiba susah dilanjutkan.

Nah, gagal menyelesaikan tulisan itu–ada yang menyebutnya writer’s block–seperti gagal membangun rumah. Analoginya kayak gitu. Proses pembangunan rumah sekadar mengandalkan semangat. Padahal banyak lho yang harus disiapkan untuk membuat sebuah rumah berdiri kokoh dan bagus. Apa aja itu dan kaitannya dengan naskah?

Pertama, sebuah rumah butuh desain detail. Kita sudah membangun rumah kalau semua cuma ada di angan-angan. Meski secara global sudah terbayang bakal punya berapa berapa kamar mandi dan berapa kamar tidur, tapi kamu susah untuk membayangkan kalau tidak didesain secara detail. Demikian pula dengan sebuah naskah buku. Pastikan kita sudah punya “desain isi buku”. Ini bukan sekadar deretan bab demi bab saja. Desain isi buku disebut juga dengan outline naskah.

Outline naskah adalah sebuah rincian detail atas isi sebuah naskah yang disusun sistematis dan detail. Outline naskah memang berisi judul bab dan subbab (ini dapat diubah nanti di akhir penulisan naskah) lengkap dengan deskripsi naratif mengenai isi setiap bagian itu.

Kedua, membangun rumah mesti berhitung jumlah semen, kayu, pasir, bata. Semua itu mesti disiapkan. Tidak harus sekaligus harus ada di awal. Bahan yang wajib ada pada saat mulai membangun rumah adalah batu fondasi dan semen. Demikian pula dengan proses menyusun naskah. Miliki dulu tema dan topik yang kuat. Tulis gede-gede tema dan topik itu di atas kertas dan pasang di samping laptop atau komputer Anda. Jangan dilepas sebelum naskah selesai tuntas.

Material lain seperti bata, kayu, kaca jendela, dan baja ringan serta genteng bisa disiapkan secara bertahap. Itu ibarat bahan bacaan dan referensi dalam proses menyusun buku. Anda dapat mulai baca dan cari penguat untuk topik yang sedang Anda susun. Kalau naskahnya berupa cerita fiksi, luangkan waktu untuk nonton film, sinetron, atau video-video yang memuat dialog-dialog cerdas dan pas. Kalau naskahnya adalah novel anak gaul, ya tonton film Amerika dan film Indonesia yang seumuran itu. Tangkap suasana, emosi, dan gaya gaulnya.

Ketiga, buat kepastian kapan rumah itu mau dituntaskan bikinnya. Mau setengah tahun atau dua bulan saja. Ini penting lho sebab urusan hidup ini bukan cuma bikin rumah doang. Anda sudah nggak sabar untuk bisa menikmati rumah itu kan? Nggak beda dengan membuat naskah buku. Mengatasi macet saat menulis  dapat diatasi dengan memastikan Anda bikin deadline sejak awal! Pokoknya pastikan Anda mau tuntas berapa minggu naskah itu. Mau sebulan menuntaskan naskah? Atau dua bulan? Tulis niat itu dan tempel juga di dekat komputer.

Keempat, siapkan cat dan aksesoris rumah yang buaguuus ya. Biar rumah yang sudah kita bangun tembok-temboknya makin keren dan nikmat untuk dihuni. Naskahnya juga ya … Siapkan cat yang indah. Ini adalah proses editing dan pengayaan naskah. Editing adalah mempercantik pembuatan kalimat, susunan paragraf, bahkan kalau perlu menambal bagian tulisan yang belum cukup mendalam. Sebuah naskah dapat dipercantik dengan menambahkan quote, text box, ilustrasi, infografis, dan foto Anda kalau merasa keren, hahaha…

Nah, tidak sulit kan untuk mengatasi macet saat nulis? Pokoknya tidak susah untuk menuntaskan naskah buku yang sedang Anda buat. Tapi kalau mau belajar cara menulis cepat, tersetruktur, tepat waktu dengan hasil tulisan keren standar penerbit nasional, boleh kok ikut mentoring online privat menuntaskan naskah saya. Nanti saya kasih tahu jurus-jurus saya sampai bisa bikin 40 buku selama karier dan masih nambah terus tiap bulannya.

Panduan Membuat Start Up dan Menjalankannya

Start me up ebong eka
Start me up ebong eka

Satu buku bagus ada di lemari perpustakaan saya.  Dulu saat membeli  buku itu saya pikir penulisnya orang Indonesia, tercantum nama bule Ebong Eka.  Eh ternyata dia orang Amrik hahaha…

Ebong Eka menulis buku apik dan praktis berjudul Start Me Up! dengan subjudul Temukan panduan memulai bisnis kecil dan menjalankannya.

Saya terpikat beli dan baca sampai tuntas buku Start Me Up!  ini karena si penulis telah menciptakan panduan yang bagus untukmencapai bisnis yang sukses.

Bagusnya di mana buku ini?

Dalam Start Me Up!  Anda akan belajar bagaimana untuk:

– Menghilangkan keraguan untuk memulai bisnis

– Menciptakan ide bisnis yang sederhana

– Fokus pada bisnis yang telah Anda jalankan

– Membuat pelanggan Anda membayar lebih tanpa harus kehilangan mereka.

– Memasarkan bisnis Anda dengan tepat dan efisien

– Menciptakan brand yang akan selalu diingat dan dekat dengan pelanggan Anda.

Menarik kan?  Menurut si penulis,  memulai start up yang sukses senantiasa membutuhkan pemahaman pentingnya Empat S: Struktur,  Strategi,  Sistem,  Sale.

Buku setebal 332 halaman ini layak Anda miliki jika serius ingin mendirikan start up saat ini juga.

Temukan buku ini di Toko Gramedia atau saya bantu belikan.  Hubungi saya melalui email anangyb@gmail.com 👍