Jasa Ghostwriter Buku Kesehatan

buku panduan pengobatan diabetes

Saat saya menulis buku panduan kesehatan sakit diabetes, DIABETES AND ME, saya baru sadar bahwa ternyata ada banyak sudut pandang saat seseorang menulis buku kesehatan. Contohnya seperti ini:

  • Kesehatan itu mahal
  • Hidup ini singkat
  • Hidup ini indah
  • Sakit itu menyiksa
  • Sakit itu bisa dicegah
  • Selalu ada obat
  • Awas jangan sampai sakit
  • dll

Nah, pernah membaca buku tema kesehatan kan? Tiap penulis buku kesehatan sadar atau tidak sadar akan “memilih tone” tulisan berdasarkan tipe-tipe di atas. Hal itu akan terasa saat Anda melihat deretan daftar isi apalagi membaca keseluruhan teksnya sampai halaman terakhir.

Efeknya apa? Ada orang menjadi takut untuk sakit sehingga si pembaca akan menjaga kesehatannya. Sebaliknya, rasa takut itu bisa juga menjadi bumerang yang menyebabkan dia depresi setelah membaca buku kesehatan!

Saat saya membuat buku panduan kesehatan diabetes, DIABETES AND ME, saya beserta editor dari Elexmedia dan Soyjoy selaku penggagas buku ini sudah melakukan diskusi panjang. Hasilnya, kami bersepakat bahwa buku ini adalah buku panduan kesehatan dengan “tone” kasih sayang. Yap! Kami susun buku ini dengan menghilangkan kalimat negatif, dan menghindari kalimat yang memancing ketakutan. Bahkan tak ada frasa “penderita diabetes” sama sekali. Sebab, tak ada penderitaan bagi para diabetesi (istilah untuk mereka yang terkena diabetes). Meski terkena diabetes tetaplah enjoy asalkan baca buku panduan ini.

Menulis buku kesehatan dapat dilakukan oleh para dokter. Dan, jasa ghostwriter buku kesehatan adalah pilihan terbaik untuk para dokter yang sibuk namun ingin berbagi info kesehatan. Jasa ghostwriter memungkinkan proses penulisan buku kesehatan dilakukan secara profesional, tata waktu yang jelas, standar untuk bisa terbit di penerbit buku nasional juga terpenuhi.

Untuk hasil maksimal, pilihlah jasa ghostwriter di Jakarta jika Anda tinggal di Jakarta. Hal ini memungkinkan proses transfer gagasan dan konten naskah dapat dilakukan secara tatap muka langsung. Selain itu, pastikan bahwa jasa ghostwriter yang ditawarkan juga memberikan akses naskah ke penerbit nasional. Pilihlah ghostwriter yang memiliki network luas dengan penerbit-penerbit papan atas.

Buku kesehatan akan terus dicari, saatnya berbagi informasi melalui media buku. Entah dengan menulis sendiri atau bekerjasama dengan penyedia jasa ghostwriter buku, yang penting mari berbagi informasi untuk negeri ini!

Senja, Hujan, & Ceritamu

"Senja, Hujan, & Cerita yang Telah Usai"
“Senja, Hujan, & Cerita yang Telah Usai”

Menutup malam ini dengan melegakan diri membaca buku karya Boy Candra:  “Senja, Hujan, & Cerita yang Telah Usai.”

Ini buku yang mempermainkan emosi terutama untuk orang-orang yang pernah dilukai. Mungkin Anda pernah mencintai seseorang dan lantas dikhianati.

Atau sebaliknya, Anda pelaku pengkhianatan lantas sadar diri itu bukan laku yang baik untuk hati.

Atau, Anda adalah orang yang sadar telah mencintai orang yang salah. Mencintai diam-diam seseorang yang menganggap Anda adalah sahabat baik. Tidak bisa berpaling dari orang yang sama. Atau posisi pecinta yang lebih rumit dari itu.

Boy Candra penulis buku “Senja, Hujan, & Cerita yang Telah Usai” pernah ada dalam posisi itu. Mengenanglah bersama penulis buku ini namun jangan lupa untuk pulang.

 

 

travel Writer Freelance Ngerjain Travel Writer Job

Kok saya mendadak pingin menekuni profesi travel writer freelance ya. Rasanya asyik ngerjain travel writer job. Bisa jalan-jalan dibayarin lagi.

Secara praktis sebetulnya saya sudah menjalani profesi layaknya seorang travel writer  freelance Indonesia. bedanya, apa yang saya jalani sebelum ini masih berlabel “Geografer”. Pekerjaan seorang geografer mirip dengan pekerjaan travel writer freelance, yakni turun ke lokasi, merekam segala hal di tempat itu sesuai outline naskah dan lantas menuliskannya menjadi naskah sesuai spesifikasi yang dimaui.

Cara menjadi travel writer freelance tentu diawali dengan kecintaan pada dunia traveling. Enjoy berada di tempat asing, mampu berkomunikasi dengan masyarakat lokal–idealnya menguasai bahasa setempat atau bahasa Internasional–mampu melihat sesuatu yang tidak dilihat oleh para turis. Suka petualangan kuliner, dan … sehat secara fisik.

Menjadi travel writer freelance membutuhkan perangkat pendukung untuk memperlancar tugasnya. Beruntung, saya cukup hobi jalan-jalan sehingga alat-alat itu ada dan siap dipakai.

Alat-alat travel writer adalah:

Kamera: meski bukan kelas termahal, saya memiliki kamera DSLR dengan lensa fix dan lensa sapujagat, lensa mirrorless yang ringan namun mumpuni, dan action kamera segede potongan bika ambon 😀

Tripod, monopod, tongsis: ketiganya siap dibawa. Monopod saya berfungsi sebagai tongsis juga. Sangat praktis untuk merekam video secara bergerak. Oh ya, saya juga punya mini tripod gorilla yang fleksibel diletakkan di atas batu, meja cafe, bahkan disangkutkan di dahan pohon atau teralis jendela. Enjoy banget untuk memotret.

Alat tulis: pulpen, block note sudah pasti menjadi alat penting seorang travel writer freelance.

Voice recorder: alat perekam ini terlanjur saya punya sebelum smart phone memiliki aplikasi perekam suara. Asyiknya, voice recorder mampu merekam suara lebih jernih dibandingkan aplikasi itu. Dan, baterainya awet banget.

Ransel: profesi travel writer  freelance menuntut mobilitas yang tinggi. Ransel adalah pilihan terbaik dibandingkan kopor. Ransel saya berkapasitas 40 liter dan bagi seorang lelaki, ransel dengan volume sebesar ini sudah pas untuk memuat pakaian untuk seminggu.

Buku referensi: sebelum mendatangi lokasi, seorang travel writer  freelance wajib memiliki mental map terhadap lokasi. Mental map lebih dari sekadar itinerari. Mental map sudah memuat bayangan sebaran objek-objek wisata, topografi, kemudahan aksesibilitas, kemungkinan moda transportasi, dan semua hal yang terkait dengan analisis spasial. Wah, ilmu geografer-nya terpakai juga ya jadi travel writer.

Nah, saya sendiri belum full time menjadi travel writer freelance. Tulisan-tulisan traveling saya belum saya rancang menjadi naskah buku. Meski begitu, sudah lumayan banyak penulis traveling yang memanfaatkan jasa mentoring saya untuk menuntaskan naskah. Dalam tempo sebulan, naskah mereka saya bantu dan pandu hingga selesai menjadi tulisan yang memikat dengan standar penerbit nasional.

Sudah pasti, saya akan launching buku traveling kelak. Tunggu saja ya.

Jasa Ghostwriter di Jakarta

jasa ghostwriter di jakarta
jasa ghostwriter di Jakarta

Ghostwriter adalah penulis profesional yang sanggup membantu kliennya mengeluarkan gagasan secara apik hingga menjadi naskah buku. Tidak hanya gagasan, ghostwriter juga menulis biografi, memoar, bahkan artikel pendek termasuk cerita pendek. Apa pun yang klien inginkan, ghostwriter profesional akan melayani dengan sebaik-baiknya.

Jasa Ghostwriter di Jakarta adalah www.GhostwriterIndonesia.com. Pengalaman menjadi penulis profesional menjadikan tim Ghostwriter di Jakarta ini siap mewujudkan gagasan dengan berbagai tema menjadi naskah yang sesuai standar penerbit nasional.

Tema-tema naskah seperti kesehatan, motivasi, manajemen, bisnis, bahkan rohani populer dapat dibuat dalam waktu mulai dari dua bulan saja. Untuk jasa membuat e-book, Ghostwriter Indonesia dapat melayani mulai dari 2 minggu saja. Lengkap dengan desain warna.

Sejauh ini, klien Ghostwriter Indonesia di Jakarta berasal dari kalangan pebisnis, motivator, pejabat, dan sahabat difabel. Tim ini juga telah dipercaya oleh Andy F. Noya untuk menulis kisah-kisah ODHA (Orang dengan HIV/AIDS) dalam bentuk novel true story.

Tiap klien Ghostwriter Indonesia dilayani secara personal. Semua berdasarkan kesepakatan agar proses penulisan buku dapat terlaksana secara nyaman dan menyenangkan. Ada klien yang suka dengan teknik wawancara. Klien lain lebih suka menyodorkan bahan-bahan tulisan untuk dirangkai menjadi naskah. Klien lain malah lebih nyaman dengan mengirimkan rekaman suara. Apa pun tekniknya, Ghostwriter-nya tetap www.GhostwriterIndonesia.com.

Hubungi kami untuk jasa Ghostwriter di Jakarta: 0816700257 (call, SMS, WhatsApp) atau email anangyb@gmail.com.