Contoh Pentigrafi: Dua Wanitaku

contoh pentigraf
contoh pentigraf

Kafe ini tidak begitu besar, tapi cukup ramai pengunjung. Mungkin karena suasananya yang nyaman. Kuhirup kopi yang masih mengepul itu pelan-pelan, sambil mataku tak lepas menatapnya. Namanya Rani, sosok cantik yang sejak tadi sibuk melayani tamu yang silih berganti. Ini cangkir ketiga yang kupesan, dan aku sudah duduk di sini hampir dua jam. Sebentar lagi jam kerjanya berakhir, dan aku akan mengajaknya pergi, seperti yang selalu kami lakukan dua minggu terakhir ini. Statusku sebagai seorang pria beristri sepertinya tidak membuatnya terganggu.

Sejujurnya aku merasa bersalah pada Winda. Wanita yang telah menjadi hidupku selama lebih dari dua tahun. Dia wanita yang sempurna. Bersamanya aku mendapatkan segalanya, dan bisa menjadi segalanya. Tapi akhir-akhir ini Winda jadi terlalu sibuk. Sejak mendapatkan promosi di kantornya, dia tiba-tiba jadi banyak acara. Tak banyak lagi waktu untukku. Aku sudah bosan memintanya menemaniku. Mengulang saat-saat kebersamaan kami yang kukira tak tergantikan.

“Ayo Mas, kita jalan,” kata Rani sambil menyentuh pundakku, membuatku terlonjak kaget. Aku berdiri, dan membiarkan Rani menggelayut manja di lenganku. Rani memang bukan Winda, tapi dia punya waktu untukku. Sepertinya Winda mulai mencium kedekatanku dengan Rani. Mungkin dia sengaja mulai menjaga jarak denganku. Untuk saat ini aku tidak ingin memikirkannya. Yang penting istriku tidak pernah tahu tentang mereka berdua.

Karya: Jenny Seputro

 

 

Komentar Anda?
%d bloggers like this: