8 Alasan Kenapa Saya Harus Traveling Tahun 2019 dan Menginap di RedDoorz

traveling keluarga
ghostwriter indonesia

oleh Anang YB

Setahun harus berapa kali traveling? Kalau keluarga saya, traveling ideal dilakukan dua kali dalam setahun. Satu destinasi dalam negeri dan satu destinasi luar negeri. Uups, bukan sombong kok. Traveling adalah aktivitas yang bisa dianggarkan sejak awal kan? Sama seperti Anda merokok sebulan. Hemm, jika rokok seharga dua puluh ribu sebungkus dan habis satu bungkus sehari maka sebulan budget merokok 600 ribu kan? Dan, saya tidak merokok. Anggap saja uang sebanyak itu saya tabung per bulan untuk jalan-jalan. Saat akhir tahun dan saat anak-anak kenaikan kelas.

Traveling keluarga itu wajib banget. Kenapa?

Pertama, dengan jalan-jalan bareng keluarga maka kedekatan bisa dipererat lagi. Bayangkan, bobok bareng sekamar berempat! Dan, itu dilakukan bermalam-malam. Juga sarapan bareng melingkar di satu meja. Kenikmatan mana lagi yang bisa melebihi itu?

Kedua, traveling adalah reward. Perayaan syukur untuk ayah yang sudah total mencari nafkah. Juga untuk ibu yang cari nafkah dan menjadi manajer lapangan di keluarga. Juga, untuk setiap anak dengan deretan prestasi mereka, sekecil apa pun itu.

Ketiga, traveling meningkatkan wawasan banget. Ternyata di kota sana, masyarakatnya lebih santun dalam berlalu lintas. Sedangkan di tempat lainnya kita belajar bagaimana kehidupan sosial bisa terjalin amat manis melebihi yang terjadi di tempat tinggal kita. Traveler adalah mereka yang amat menghargai tempat ibadat apa pun. Tidak peduli agama kita apa. Kita akan sukacita berfoto di depan candi, pura, masjid legendaris, atau katedral yang indah, kan?

Dulu ketika anak-anak masih kecil, pilihan penginapan kami adalah hotel tenar. Tentu saja demi kenyamanan dan keamanan mereka. Sekarang? Mereka sudah remaja. Sudah bisa gendong ransel sendiri untuk backpacker-an. Sudah bisa searching tiket pesawat dan membuat itinerary! So, pilihan penginapan menjadi lebih luwes sekarang.

Homestay, penginapan model bed and breakfast sudah kami coba. Sampai akhirnya, kami tergoda promo-promo “seksi” dari RedDoorz, hahaha!

 

Nah, 2019 masih awal tahun nih. Mau kemana ya? Saya dan keluarga fokus mau eksplorasi jalan dan jajan kenyang ke Solo! Itu kota yang asyik banget untuk bersantai, kulineran, dan cari batik yang eksotik.

Ini nih, 8 alasan mengapa 2019 saya harus menjelajah kota Solo!

1. Solo punya banyak hotel murah dan bagus

Mau cari hotel bintang lima yang juta-jutaan atau penginapan 90 ribuan di Solo? Banyak banget pilihannya! Serius? Ya dong. Pengalaman yang masih fresh banget saya alami sendiri. Pada tanggal 4-5 Maret 2019 saya dan ibunya anak-anak jalan ke Solo dan mesti menginap semalam di Solo. Godaan datang dari iklan RedDoorz di Facebook yang gencar.

Wow! Ada promo hotel 90 ribu saja di RedDoorz. Memang sih, tarif kamar bukan satu-satunya pertimbangan memilih penginapan. Tapi tetap saja, itu jadi trigger, hahaha …..

Nah, searching-lah kami jaringan hotel di RedDoorz di Solo dan sekitarnya. Banyak ternyata! Dan, harganya itu lho. Beneran murah?

Kami pilih RedDoorz Premium Slamet Riyadi 2 karena lokasinya di pusat kota banget. Semua kamar super murah.  Saya mengambil kamar terbaik, suite room yang ada sofa set. Kenapa pilih itu? Karena cuma 250 ribu per malamnya (di hotel lain sejutaan, kan?). Harga segitu di RedDoorz dapat diskon promo 50 ribu. Cukup bayar 200 ribu, dong? Itu dia asyiknya.

Eh, saya malah masih dapat cash back 100 ribu karena order pertama kali memakai aplikasi. Tambahan cash back lagi 80 ribu untuk menginap lain kali di tempat yang sama. Di situ saya mulai bimbang …. Kenapa hari itu saya amat beruntung? Haha ….

2. Solo mudah dijangkau dengan transportasi apa pun

Bus Transjawa
Bus Transjawa

Yap! Saya tinggal di Bekasi, dan untuk sampai ke solo alternatif transportasinya banyak pilihan. Bisa naik pesawat terbang dari Bandara Soekarno Hatta dan Halim Perdanakusuma. Atau Anda mau naik kereta api? Banyak pilihannya kok. Alternatif lain adalah naik bus AC atau kendaraan pribadi. 

Belum lama ini, kami mencoba pakai bus transjawa yang katanya mewah (benar ternyata). Bus berangkat dari Bekasi pukul setengah delapan pagi–ya, kami coba jalan pagi untuk lihat pemandangan di tol transjawa–dan sudah sampai Solo pukul 3 sore. Cepat banget.

3. Sarapan di Jakarta makan siang di Solo

wisata kuliner
wisata keluarga

Untuk diketahui, jalur tol transjawa menghemat waktu perjalanan banget. Jarak Jakarta ke Solo yang dulu ditempuh dalam tempo 13 jam kini bisa wuuzz dalam waktu 7 jam saja. Buktikan deh. Jadi, Anda bisa berangkat pukul enam pagi dari Jakarta—sarapan dulu ya—dan tiba di kota Solo pas jam makan siang. Sampai kota di Jawa Tengah itu Anda bisa menikmati tengkleng yang seperti sop kambing itu, atau selad Solo, atau cabuk rambak, atau aneka soto yang enak dan murah di sana.

4. Transportasi lokal di Solo juga murah dan mudah

http://bppd-surakarta.id/

Ini yang asyik! Kota Solo menyediakan angkutan umum Trans di dalam kota. Haltenya kelihatan dengan bentuk yang lumayan tinggi dengan beberapa anak tangga. Transportasi masal ini sudah dapat Anda tunggu di bandara Adi Sumarmo Solo atau di stasiun kereta api.

Pilihan lain adalah taksi dan ojek. Grab dan Gojek gimana? Ada dong. Driver-nya ramah-ramah khas orang Jawa.

Oh ya, ketika saya menginap di RedDoorz Premium Slamet Riyadi 2, hampir selalu memakai Gocar. Nunggu beberapa menit, taksi bersih sudah menunggu di lobi. Lokasi RedDoorz Premium Slamet Riyadi 2 yang ada di tengah kota ditambah Gocar yang banyak diskonnya itu (iyaa … kamu udah tahu itu) hanya butuh bayar taksi 5 ribuan saja lho untuk menuju banyak tempat di kota Solo. Itu alasan kenapa kita perlu cari penginapan di tengah kota.

5. Makan murah dan enak di sepanjang jalan

Traveling keluarga
Wisata Kuliner
markobar
Markobar

Solo itu asyik banget buat Anda yang suka menjelajah pakai lidah (duh, istilah apa lagi nih!). Kalau disebutkan semua bakal banyak. Saya kasih gambaran saja tempat kuliner di sekeliling RedDoorz Premium Slamet Riyadi 2. Jalan kaki 5 menit sudah sampai di kedai Markobar yang nge-hit banget itu! Satu martabak seharga 70 ribu aneka rasa. Bisa juga beli yang slice seharga 10 ribu saja.

Geser di seberangnya ada restoran legendaris Adem Ayem. Menu andalan di sana adalah gudeg aneka lauk. Bisa pilih yang pakai ayam atau telor atau mau yang komplet juga boleh saja. Tak suka dengan gudeg yang manis? Ada tersedia ayam kremes dan masakan-masakan khas Jawa lainnya.

Anak-anak ingin fast food? Ya boleh aja. Tidak jauh dari RedDoorz Premium Slamet Riyadi 2 datangi saja Pizza Hut dan Richeese Factory dengan ayam kejunya yang super gurih. Mau agak jauhan ada warung lesehan Pak Item di Solo Baru, nasi liwet, dan banyak lagi.

6. Dari mal modern sampai pasar legendaris semua ada

Oh ya, Solo itu super harmoni. Mal banyak tapi pasar tradisional juga selalu ramai dan punya pengunjung fanatik. Berjalan kaki 3 menit dari  RedDoorz Premium Slamet Riyadi 2 Anda akan langsung bertemu dengan Solo Grand mall.

Tak jauh dari situ ada juga mal nge-hit yaitu Solo Paragon Mal dan juga Solo Square Mal. Mau jajan aneka makanan tradisional Solo dan dawetnya yang legendaris? Cuss saja naik ojek ke Pasar Gede. Lokasinya juga dekat dari hotel RedDoorz Plus @Laweyan, yakni hanya 8 menit dengan kendaraan.

Ada juga Pasar Klewer untuk Anda penyuka batik Solo. Lokasinya juga hanya 8 menit dari RedDoorz Plus @Laweyan kok.

 

7. Hotel RedDoorz pilihan terbaik

RedDoorz Solo

Nah, mau tahu kenapa saya niat banget traveling dengan pilihan penginapan di jaringan hotel RedDoorz? Soalnya, semua hotel RedDoorz memberikan 6 guarantee service seperti, linen bersih, kamar mandi bersih, gratis perlengkapan mandi, televisi dengan banyak channel, air mineral di setiap kamar, dan WI-FI gratis. Standar ini ada di semua jenis kamar deh.

Artinya, pendapat orang ada harga ada rupa nggak berlaku di RedDoorz. Sebab, meski murah meriah tarif kamarnya, tapi kualitas dan fasilitasnya selalu setara hotel berbintang kok.

Saya sendiri nyaman tidur semalaman setelah seharian naik bus dari Bekasi ke Solo (berapa ratus kilometer itu?). Sprei bersih dan halus. Bantal pas tebalnya, kasur juga empuk, selimut tebal, ada dua botol air mineral dengan pemasak air minum lengkap dengan kopi dan teh. Belum lagi kamar mandinya yang memakai bathtub plus air panas!

Sampai nggak sadar kalau saya sedang ada di dalam kamar hotel 200 ribuan, hahaha ….

8. Semua persiapan booking bisa online

Nah, gampang nggak pesan hotel di Solo? Waduh … sekarang sudah zamannya semua online dan ada aplikasinya. Sekadar berbagi pengalaman, saat saya ke Solo saya memanfaatkan aplikasi di ponsel Android saya untuk pesan bus dan hotel. Untuk pesan bus Transjawa saya memakai aplikasi RedBus. Simpel karena langsung bisa pilih jam keberangkatan, nama armadanya, dan nomor kursi. Makin asyik karena bisa bayar pakai Gopay lho. Dengan kode promo, saya bisa naik bus Transjawa ini dengan mengeluarkan uang hanya 80 ribu saja. Kok bisa? Iya dong, dari tarif asli yang 190 ribu saya dapat harga promo 90 ribu ditambah promo dari Gopay berupa diskon 10 ribu. Beneran lho!

Hotelnya juga gitu. Saya Pasang aplikasi RedDoorz karena biasanya pembelian dari aplikasi lebih banyak diskonnya. Buktinya bener kan? Menginap satu malam di suite room saya hanya bayar setara 20 ribu saja! (baca catatan saya nomor 1).

Nah …. Resolusi traveling 2019 wajib untuk direalisasikan. Dan … di kalender saya sudah saya lingkari tuh tanggal saya dan keluarga bakal jalan-jalan ke Solo. Sudah terbayang gurihnya tengkleng dan nasi liwet asli Solo.

Mau ikutan?

Komentar Anda?
%d bloggers like this: