Ikuti 7 Panduan Menjadi Travel Writer Dengan Tepat

Ghostwriter Indonesia kebetulan dikomandoi oleh orang-orang yang hobi traveling. Karenanya, kami sudah dua kali menggelar kegiatan Traveling ‘n Writing di Belitung. Goal kami adalah mengajak semakin banyak orang untuk suka menulis dan suka traveling. Sukur-sukur dari kegiatan ini lahir banyak penulis buku nonfiksi, novelis, dan travel writer.

menjadi travel writer
foto: pixabay.com

Hemm, adakah Panduan Menjadi Travel Writer yang tepat dan benar? Untuk menjadi seorang travel writer tentunya bukan hal sulit, pasalnya setiap orang yang senang melakukan traveling juga dapat menjadi seorang travel writer, hanya saja dibutuhkan tekad serta niat yang kuat untuk menuliskan setiap pengalaman dari perjalanan yang dilakukannya. Bagi anda yang ingin menjadi seorang travel writer, cobalah untuk mengikuti beberapa panduan di bawah ini.

  1. Memiliki tugas dari setiap perjalanan

Tugas yang dimiliki oleh travel writer itu dapat diibaratkan sebagai misi dari perjalanan yang dilakukannya. Hal inilah yang tentunya membedakan antara wisatawan biasa dengan wisatawan yang berperan sebagai travel writer. Karena dalam waktu yang bersamaan ia pun memiliki tugas untuk menuliskan setiap pengalaman yang dialaminya. Untuk itu, setiap travel writer umumnya akan mempelajari terlebih dahulu mengenai tempat wisata yang akan dikunjunginya, kemudian ia pun akan membuat list mengenai hal apa saja yang akan dilakukanya di tempat wisata tersebut, dan tentunya pantang pulang bagi mereka apabila hal tersebut belum dilakukan olehnya.

  1. Mengajukan banyak pertanyaan

Seperti yang telah disebutkan di atas, bahwa sebelum berangkat umumnya travel writer akan mempelajari tempat wisata yang hendak dikunjunginya, karena itulah pada bagian yang satu ini sebaiknya para penulis perjalanan wisata itu pun mulai mencari informasi dengan cara mengajukan beberapa bentuk pertanyaan. Untuk informasi terbaik umumnya bisa didapatkan dari masyarakat yang tinggal di lingkungan tempat wisata tersebut. Dalam kegiatan ini, beberapa pertanyaan dapat dipersiapkan dari awal sehingga anda pun bisa mendapatkan informasi dengan lebih detail.

  1. Sewa pemandu

Banyak orang yang berpendapat bahwa seorang travel writer itu memiliki pengetahuan yang luas dan bahkan mengetahui segalanya, faktanya justru tidak demikian, karena banyak dari para travel writer yang justru tidak mengetahui apa-apa dan hanya berbekal sedikit informasi dari dunia maya dalam mengujungi lokasi wisata tertentu. Untuk itu, tidak jarang pula diantara travel writer yang dengan sengaja menyewa pemandu wisata. Selain lebih memudahkan dalam mencari informasi, keberadaan pemandu wisata juga dapat membantu para traveler dalam mengujungi lokasi wisata yang dituju.

  1. Fokus untuk mengunjungi lokasi yang jarang dikunjungi oleh wisatawan lainnya

Dibandingkan dengan mengunjungi beberapa lokasi wisata yang sudah banyak dikunjungi oleh para wisatawan lainnya, para travel writer umumnya lebih memilih untuk mengunjungi tempat yang justru jarang dikunjungi, bahkan beberapa diantaranya lebih memilih tempat yang banyak digunakan sebagai tempat ngumpul dari pada penduduk lokal, seperti halnya warung makan, toko tertentu, atau bahkan tepat belanja. Karena itulah para travel writer dikenal dengan prinsip “go local” yang dimilikinya.

  1. Mencoba hal baru

Ada banyak sekali tantangan yang mungkin saja dimiliki oleh kawasan wisata yang dituju, dan anda selaku travel writer tentunya diwajibkan untuk mencoba beragam hal baru tersebut. Dalam hal ini, sebaiknya seorang travel writer itu termasuk orang yang berani kotor dan juga berani dalam menghadapi beragam hal baru yang mungkin belum pernah ia alami sebelumnya. Seperti halnya mengarungi kawasan sungai dengan cara berenang atau bahkan mencoba jenis makanan mentah dan lain sebagainya yang jarang ditemukan di tempat tinggal dari travel writer dan tentunya menjadi ciri khas dari tempat wisata itu sendiri.

  1. Hindari menjadi turis umum

Jika anda ingin menjadi travel writer terbaik dengan bentuk tulisan yang menarik, maka pastikanlah untuk menghindari menjadi turis umum seperti para wisatawan lainnya, misalkan mengunjungi lokasi wisata yang sudah banyak dikunjungi orang, kemudian menginap di hotel dan lainnya. Hal tersebut umumnya akan membuat cerita pada tulisan anda terkesan sama seperti halnya apa yang dituliskan oleh para wisatawan umum lainya. Untuk itu, cobalah cara berbeda seperti menginap di kawasan pinggir pantai dengan menggunakan tenda, dan lainnya.

  1. Lebih fleksibel

Untuk mendapatkan tulisan terbaik umumnya selalu dimulai dengan bagian awalan, kemudian cerita utama selama perjalanan, dan juga bagian penutup yang menjadi bagian pengantar pulang menuju tempat tinggal para travel writer. Namun untuk membuat tulisan yang unik sebagai travel writer anda tidak harus selalu mengikuti alur tersebut. Dalam hal ini rencana dan penyusunan kegiatan memang penting untuk dilakukan namun tentunya tidak terpatok pada hal yang itu-itu saja.

Demikianlah kiranya penjelasan singkat dari 7 Panduan Menjadi Travel Writer berkualitas. Minat untuk menulis buku-buku hasil traveling Anda? Kami tim Ghostwriter Indonesia siap memberikan mentoring menuntaskan naskah Anda bahkan membantu hingga terbit. Hubungi kami di WA 0815-990-4562.

Komentar Anda?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *