Jasa Ghostwriter Indonesia Murah atau Mahal?

Entah tarif saya pas atau tidak, tapi sejauh ini jarang calon klien ghostwriter saya kabur karena faktor harga. Dengan kata lain tarif jasa ghostwriter yang saya patok tampaknya nyaman saja untuk kantong mereka.

ghostwriter murah adakah
ghostwriter murah adakah

sumber: pixabay.com

Saya mengawali jasa ghostwriter murah saja. Sepuluh tahun lalu, untuk satu naskah dengan ketebalan umumnya buku nonfiksi saya patok dengan tarif ghostwriter sebesar 25 juta rupiah. Dengan proses pengerjaan sekitar dua bulan maka saya “menggaji” diri saya sebesar 10 jutaan sebulan. Asumsinya 5 juta hilang untuk ongkos produksi.

Kini, tentu saja tarif jasa ghostwriter saya sudah menyesuaikan dengan kompetensi, luasan relasi dengan penerbit dan percetakan, dan deretan pengalaman menulis saya. Meski tentu saja belum sampai dua kali lipat dari angka awal saya berprofesi sebagai seorang pemberi jasa ghostwriting di Indonesia. Kenapa? Karena kebutuhan hidup saya belum sampai dua kali lipatnya, hahaha …..

Di luaran, saya tahu ada banyak jasa ghostwriter Indonesia murah. Oke, silakan. Mungkin mereka adalah pindahan dari para penulis naskah pesanan penerbit. Setahu saya, ada jurang menganga yang mencerminkan kesenjangan tarif penulis naskah pesanan penerbit dengan penulis yang mendaku sebagai pemberi jasa Ghostwriter.

Penulis naskah pesanan penerbit–saya pun masih mau mengerjakan naskah denagn model demikian–memang dibayar murah. Itu pun mereka tidak berhak atas royalti. Bisa jadi mereka dibayar 5 jutaan per naskah untuk menghasilkan buku dengan ketebalan 160-an halaman.

Coba kita bandingkan dengan tarif Ghostwriter di Indonesia. Mereka bisa mematok bayaran 3-10 kali lipat dari angka itu. Bahkan ada yang lebih.

Tarif jasa ghostwriter murah memang dimainkan oleh rekan-rekan ghostwriter pendatang baru. Ada yang oke dengan bayaran 10 jutaan atau belasan juta saja. Entah bagaimana mereka mengelola uang itu untuk kegiatan wawancara, tranasportasi menemui klien, biaya nulis, editing, transkrip, biaya telepon, dll.

“Oh, semua saya kerjakan sendiri,” bisa jadi begitu jawaban para ghostwriter itu. Iya, saya pun demikian. Semua saya kerjakan sendiri dalam batas tertentu. Dalam perkembangannya, saya akhirnya memanfaatkan kemitraan dan kolaborasi untuk pekerjaan-pekerjaan teknis seperti menangani file wawancara dan melakukan editing serta layout. Toh kita juga sadar, tidak semua hal teknis bisa kita kuasai sama baiknya.

Dari situlah kita bisa memaklumi, bahwa tarif ghostwriter yang sekilas terlihat mahal sebetulnya tidak juga karena ada tim besar yang terlibat di dalam pembuatan naskah itu.

Ghostwriter murah belum tentu buruk. Lagi-lagi contohnya saya. Tidak semua klien ghostwriting saya datang dengan kemampuan finansial yang cukup.

Ada klien yang saya tempatkan sangat istimewa dalam pembayaran. Mungkin, dari mereka saya dicap sebagai ghoswriter murah karena pasang harga nyaris gratis. Kalau saya mau, saya akan gratiskan dengan banyak pertimbangan.

Kadang, ada klien yang memesan naskah untuk satu paket, semisal satu tahun hendak membuat 3 buku sekaligus. Maka tarif jasa ghostwriter bisa model paket hemat.

Sebaliknya, klien dengan keinginan menjadikan buku yang kami garap untuk tujuan komersial–langsung maupun tidak langsung–tentu akan mendorong saya untuk melakukan kalkulasi ekonomi juga.

Termasuk di dalam kelompok ini adalah klien istimewa saya yang memanfaatkan buku itu untuk pelatihan, seminar, mem-branding diri, dan sebangsa itu. Untuk mereka, tarif ghostwriter Indonesia akan berlaku standar alias tidak didiskon.

Memilih Ghostwriter Indonesia Terbaik

Jadi, mana yang mau Anda pilih? Ghostwriter murah atau mahal? Mari saya ajari dan bantu untuk memutuskan:

Pertama, pertimbangkan memilih ghostwriter terbaik dengan domisili tak jauh dari Anda. Setidaknya bisa Anda jangkau dalam satu kota. Biaya Anda akan lebih murah dan komunikasi tatap muka juga mudah Anda lakukan.

Bila itu bukan pertimbangan penting–Anda yakin bisa berkomunikasi menggunakan telepon dan email–maka pertimbangkan hal kedua ini: portofolio. Anda akan nyaman menyerahkan uang belasan atau puluhan juta pada orang yang memang kompeten. Bukan penulis kemarin sore yang masih sekadar cari-cari pengalaman. Sebab sejatinya seorang ghostwriter terbaik sudah mengantongi pengalaman sebelum masuk ke wilayah ini. Ia tidak akan mengorbankan duit klien untuk belajar dan coba-coba.

Masih soal portofolio, anjuran ketiga saya adalah si pemberi jasa ghostwriter ini memang memiliki pengalaman yang sesuai dengan naskah yang Anda inginkan. Semisal Anda ingin membuat buku kesehatan, carilah seorang ghostwriter terbaik yang memang pernah membuat buku kesehatan. Mau bikin buku tentang bisnis dan ekonomi? Carilah ghostwriter dengan pengalaman menyusun buku tema itu. Demikian pula saat Anda mencari ghostwriter novel, carilah penuli novel dan bukannya penulis nonfiksi. Saya sendiri sudah menulis 50-an naskah buku dan terbit di penerbit umum kelas nasional. Hal ini sudah menjadi alasan penting mengapa portofolio saya sudah lumayan “kaya”.

Keempat, pastikan si ghostwriter adalah penulis profesional dan full time. Anda terasa konyol bila memilih jasa ghostwriter (meskipun) murah namun pengerjaannya menunggu akhir pekan atau saat sudah pulang ngantor. Dengan kemampuan menulis 5 halaman per hari (ini kemampuan standar bahkan minimal) maka sebuah naskah butuh waktu paling tidak 4 minggu untuk selesai dikerjakan secara full time, bukan sambilan.

Dan, pertimbangan kelima adalah bahwa tarif ghostwriter mahal harusnya tidak bohong dengan hasilnya. Uang empat puluh juta tidaklah besar ketika Anda berhitung potensi royalti yang akan Anda terima dari penjualan 10.000 buku Anda seharga 70 ribuan. Seolah Anda tidak keluar duit apa-apa untuk membayar jasa ghoswriter. Alih-alih mahal, bahkan Anda pun akan mengatakan bahwa Ohh … tarif ghostwriter murah itu ya ke tempat www.ghostwriterindonesia.com karena pasti lolos di Gramedia publisher dan bestseller … Ah, ngiklan!

Komentar Anda?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *