Menyunting Naskah Fiksi

Pernah mendapat job menyunting naskah fiksi? Nah, tahukah kamu kalau menyunting naskah fiksi itu lebih sedikit kerjanya daripada menyunting naskah nonfiksi?

Benar lho. Mari kita cek struktur naskah nonfiksi terlebih dahulu. Di dalamnya biasanya ada struktur dan sistematika bab yang terdiri dari bab, subbab, bahkan sampai subsubbab. Naskah nonfiksi juga seringkali menyertakan tabel, rumus, bahkan diagram, dan statistik. Tak cuma itu, naskah nonfiksi juga ada foto dengan caption bernomor urut, ditambah daftar pustaka, indeks, dan testimoni.

Lumayan banyak hal yang harus dicermati saat harus menyunting naskah nonfiksi!

Lain hal saat kamu dapat job menyunting naskah fiksi. Di sana tak ada struktur bab, kamu juga tak perlu ribet mengecek isi tabel, mengurutkan nomor caption gambar, tabel, maupun diagram. Daftar pustaka pun tak ada sehingga kamu tak harus pusing mengecek daftar rujukan ini dan itu.

Jadi apa pekerjaan penyunting naskah fiksi? Ia hanya perlu menyediakan waktu untuk memikirkan apakah kalimat benar atau tidak, serta apakah kalimat mudah dipahami atau tidak. Dalam level penyuntingan naskah fiksi yang lebih dalam, penyunting kadang diminta untuk mengecek konsistensi dan daya pikat cerita.

Simpel ya? Iya. Cuma, biasanya penyunting naskah fiksi adalah penyuka bacaan fiksi juga. Ia perlu punya taste dan naluri untuk membesut naskah lebih baik lagi. Sedangkan penyunting naskah nonfiksi terkadang tak harus seorang penyuka suatu tema. Ia bisa menyunting naskah kesehatan, bisnis, bahkan naskah rohani.

Jadi, kamu siap menjadi penyunting naskah fiksi? Banyak-banyaklah baca novel dan cerpen.

foto: pixabay.com

Komentar Anda?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *