Pangkas Waktu Membaca Anda

pangkas waktu membaca Anda
pangkas waktu membaca Anda

Susah untuk membaca satu buku sampai tuntas? Kesulitan untuk mencari waktu membaca buku? Sudah baca satu buku tapi masih merasa harus baca buku itu sekali lagi dan lagi?

Problemnya kok sama ya kita 🙂

Menumbuhkan minat baca adalah satu persoalan pelik. Tapi, ketika minat baca itu sudah ada dalam diri kita, kenapa pula kita masih kesulitan untuk baca cepat dan tuntas satu buku?

Saya kemudian coba melihat lebih jeli tentang kebiasaan kita dalam membaca.

Pertama, buku yang menarik minat dapat kita selesaikan membacanya meski kadang lama. Tapi, niat untuk baca terus sampai halaman terakhir.

Kedua, buku itu menarik tapi tidak semua konten kita butuhkan. So, Anda sudah merasa selesai membaca ketika konten penting itu sudah kita baca semua. Jadi, Anda pangkas waktu membaca dengan mengabaikan bab-bab yang tidak penting.

Ketiga, Anda kesulitan memahami isi bacaan itu. Topik menarik, judul sih oke tapi si penulis gagal memasukkan unsur kenyamanan dalam tulisan. Alih-alih ingin memangkas waktu membaca Anda, justru Anda buang waktu untuk mencoba memahami sebuah bacaan.

Lantas?

Ya sudah … dari tiga hal itu, mana yang Anda alami?

Kalau kejadian pertama, berarti tidak ada masalah. Baca terus buku Anda. Sering-sering menentengnya saat bepergian atau berangkat ke kantor. Anda bisa memangkas waktu membaca Anda dengan melahapnya saat berada di KRL, commuter line, saat menunggu istri creambath, dll.

Kalau kejadian kedua yang terjadi, maka niat untuk memangkas waktu membaca Anda dapat dilakukan dengan menandai bagian dari buku itu yang penting. Saya sepakat dengan Anda bahwa tidak semua bab di dalam sebuah buku adalah hal baru. Bisa jadi Anda sudah pernah membaca topik itu pada buku lainnya. So skip saja. Beri perhatian penuh pada konten yang menarik dan penting.

Bagaimana mengatasi kejadian ketiga? Anda dapat menyimpan buku itu. Kali lain Anda dapat membacanya ketika Anda sudah memiliki referensi lain yang memungkinkan Anda untuk dapat memahami buku itu dengan lebih baik lagi.

Atau, lupakan buku itu.

Sebagai penulis, saya nyaris tidak pernah membaca satu buku untuk semua bab. Alasannya sepele, saya sudah membaca ratusan buku dan tak ada tema yang betul-betul baru dari sebuah buku baru.  Sebagai catatan, saya membaca sekitar lima buku untuk membuat satu naskah baru. Dengan jumlah buku 60 yang sudah saya tulis maka ratusan buku sudah saya baca.

Karenanya, cara saya memangkas waktu membaca buku adalah dengan memilih konten yang memang saya ingin tahu lebih dalam. Bisa jadi itu bukan informasi yang belum saya tahu, tapi saya butuh update pengetahuan. Kadang juga butuh asupan motivasi dan inspirasi dari penulis yang berbeda.

Ya, mau produktif menulis? Banyak-banyaklah membaca buku di sela-sela padatnya jadwal harian. Karenanya penting untuk meniatkan diri memangkas waktu membaca Anda.

Komentar Anda?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *