Proses Kreatif Penulisan “Journey To Find Happiness in HaloBCA”

Puji syukur banget, Journey To Find Happiness in Halo BCA akhirnya launching juga. Buku ini juga sudah bisa diperoleh online di situs Gramedia dengan bandrol harga Rp175.000. Wuih mahal! Iya sih, ini memang buku dengan kemasan khusus, full colour dan pastinya pengetahuan di dalamnya “daging” semua.

Journey To Find Happiness in HaloBCA
Journey To Find Happiness in HaloBCA

HaloBCA boleh berbangga dengan catatan sejarah di dalam buku  Journey To Find Happiness in HaloBCA ini. Banyak kisah seru dibedah dengan jujur seolah itu bukan rahasia HaloBCA (eh, nulis HaloBCA mesti dirangkai ya). Lebih asyik lagi, sebagian besar tuturan di dalam kisah ini diungkapkan langsung oleh orang yang paling kompeten. Tengok saja, ada  Armand Wahyudi Hartono selaku Wakil Presiden Direktur BCA, juga Wani Sabu selaku Executive Vice President Center of Digital BCA. Secara keseluruhan, konten buku Journey To Find Happiness in HaloBCA,  80% berasal dari kisah yang mereka tuturkan. Lho kok tahu?

Ya, nama saya ada di sampul buku itu bersama dua nama penting BCA di atas. Tidak penting bagaimana saya mendapat kepercayaan menulis kisah sukses HaloBCA -The Best Contact Center in The World ini. Tapi, bagus kiranya kalau saya sharing bagaimana proses kreatif penulisan naskah buku-buku “biografi” korporat semacam Journey To Find Happiness in HaloBCA.

Journey To Find Happiness in HaloBCA
Journey To Find Happiness in HaloBCA

Berikut ini urutan proses kreatif penulisan Journey To Find Happiness in HaloBCA

  1. Satukan visi antara penulis dan klien
  2. Biarkan klien cerita semua
  3. Susun outline naskah
  4. Susun daftar narasumber
  5. Riset dan riset
  6. Wawancara dan wawancara
  7. Buat draft secara lengkap
  8. Revisi bersama klien
  9. Sunting naskah
  10. Publikasikan

Panjang ya proses penulisan buku biografi korporat? Iyalah. Meski sebetulnya, proses penulisan biografi untuk sosok perorangan yang biasa saya lakukan pun sama panjangnya.

Lelah? Ya tentu. Sekedul penulisan Journey To Find Happiness in HaloBCA yang semula 2 bulan bisa molor menjadi 3 kali lipat waktunya.

Kita bedah tahap-tahap di atas agar Anda pun punya gambaran lebih detail. (bila ingin tahu lebih ekseklusif, silakan kontak saya di nomor yang tertera di sidebar atau footer blog ini.)

 

Satukan visi antara penulis dan klien

Yap! Penulis dan klien mesti punya gambaran konkret dan sama tentang hasil akhir buku. Saya pingin naskah ini diperkuat pada proses perjuangannya, mungkin seperti itu titipan dari klien. Atau, tonjolkan kesan happiness di dalam buku ini. Oke, itu bisa diatur. Bisa juga klien menginginkan buku itu menonjol unsur best practise-nya. Atau mengangkat peran penting orang per orang di dalam proses perjuangan membangun satu divisi di dalam korporat. Tak kalah penting adalah menyempitkan target pembaca. Journey To Find Happiness in HaloBCA sengaja menyasar kelompok pembaca dari kalangan menengah di perusahaan seperti manajer, supervisor, dan sebangsanya. Beda target pembaca tentu beda pula pemilihan gaya tutur.

jasa ghostwriter buku jakarta
Journey To Find Happiness in HaloBCA
foto: pixabay.com

Biarkan klien cerita semua

Tahap terpenting adalah membiarkan klien bercerita semua hal dari A sampai Z tentang korporatnya. Wani Sabu selaku Executive Vice President Center of Digital BCA adalah pihak yang paling kompeten untuk membongkar kisah HaloBCA. Dari dialah kisah perjalanan HaloBCA terungkap secara lengkap. Saya selaku penulis mengosongkan pikiran seperti layaknya mangkok kosong. Tahap ini belum perlu menulis. Saat klien bercerita, penulis yang kreatif dan kritis secara paralel sudah mampu membidik fragmen-fragmen cerita yang “seksi” untuk dipakai sebagai bab awal, sebagai lead, sebagai penggalan bab, bahkan sudah mampu memilih kata-kata kunci sebagai quote bahkan calon judul. Biasanya saya tuliskan temuan itu di dalam notes saya sambil tetap konsentrasi mendengarkan tuturan klien.

Susun outline naskah

Outline adalah “laci” tempat penulis memasukkan tiap-tiap fragmen cerita. Ya, Journey To Find Happiness in HaloBCA tetaplah sebuah biografi. Jadi, wajib hukumnya untuk membuat cerita secara kronologis. Tugas saya sebagai penulis usai mendengar seluruh gambaran HaloBCA adalah menyusun outline. Ini semacam daftar isi namun lebih lengkap. Di dalamnya selain memuat judul bab juga menyertakan ringkasan isinya, nama narasumber, dan poin-poin penting yang harus ditulis di dalamnya. Belakang nanti, tiap poin ini bisa menjadi subbab bila memang dirasa perlu penonjolan.

Outline juga menjadi batasan penulisan. Artinya, kesepakatan dalam bentuk outline adalah tool bagi klien untuk menagih konten naskah sekaligus pagar untuk membatasi klien bahwa tulisan sebatas itu, tidak nambah kecuali dilakukan revisi kontrak.

Susun daftar narasumber

Penulis tentu tak tahu menahu siapa orang di dalam korporat yang paling kompeten dan tahu seluk beluk sejarah di dalamnya. Karenanya, dalam penyusunan Journey To Find Happiness in HaloBCA  saya bekerja sama dengan tim dari HaloBCA menyusun nama-nama yang berhak untuk memberikan penjelasan. Tiap-tiap narasumber sudah kita plot perlu ditanya apa dan punya kompetensi apa.

Riset dan riset

Sudah bisa nulis? Beluum …. Sabar ya! Duduk manis dulu dan lakukan prewiriting tahap awal berupa riset pustaka. Ada banyak informasi yang bisa kita mintakan ke klien atau PIC penulisan buku itu. Kita bisa juga membedah berita korporat itu dari media online dan media cetak. Proses penulisan Journey To Find Happiness in HaloBCA sangat terbantu dengan melimpahnya informasi mengenai prestasi HaloBCA. Saya juga membedahnya dengan meriset media cetak terpercaya seperti Kompas cetak. Sebagai informasi, saya adalah penulis juga di Penerbit Buku Kompas.

Wawancara dan wawancara

Saatnya ketemu narasumber! Siapkan voice recorder, siapkan baju batik dan celana bahan karena banyak orang penting harus disambangi. Saya menyediakan waktu secara luas untuk lunch dengan klien, berpindah dari satu kantor HaloBCA ke kantor lain. Kadang dalam satu hari bisa paralel mewawancarai beberapa nara sumber demi lengkapnya bahan penulisan Journey To Find Happiness in HaloBCA . Tentu ada teknik-teknik tertentu yang wajib dikuasai oleh seorang penulis biografi dalam melakukan wawancara. Teknik itu diterapkan agar proses wawancara berjalan efisien dengan kualitas dan kuantitas tertinggi yang bisa diperoleh dari tiap sesi wawancara itu.

Proses wawancara juga wajib merujuk pada outline. Ada penulis yang bisa wawancara sambil mengetik di laptop. Saya nggak bisa 🙂 hahaha …. Mending duduk manis, rileks sambil pasang telinga baik-baik.

Journey To Find Happiness in HaloBCA
Journey To Find Happiness in HaloBCA

Buat draft secara lengkap

Seringkali, wawancara bisa langsung ditulis menjadi draft. Kali lain, saya harus melakukan transkrip lengkap dulu baru saya tuangkan menjadi draft naskah. Beda narasumber beda cara tentu saja. Untuk narasumber yang bicara runtut, saya bisa langsung tulis draft-nya. Sebaliknya untuk narasumber yang suka cerita dan gampang melebar ke sana kemari, terpaksa saya transkrip dulu rekaman wawancaranya. Entah berapa megabite rekaman untuk penulisan Journey To Find Happiness in HaloBCA  ini. Intinya saya sangat enjoy melakukan wawancara dengan sekian banyak narasumber dari HaloBCA yang semua smart, santun, dan menghargai profesi saya selaku penulis.

Revisi bersama klien

Yippi! Draft sudah selesai. Bisa dicetak? Masih jauh lah. Tulisan draft masih harus dibaca dan di-review oleh klien. Tahap ini menjadi penting karena klien wajib untuk melakukan screening atas tulisan saya. Journey To Find Happiness in HaloBCA adalah bicara soal sejarah korporat. Banyak angka, strategi, juga nama-nama sosok yang saya tulis berdasarkan riset dan wawancara. Bisa saja semua itu tak bebas untuk dipublikasikan. Biarkan klien untuk memberi masukan, menambah poin-poin yang perlu lebih ditonjolkan lagi. Menyisipkan tokoh-tokoh baru yang terlewat saat awal menyusun outline. Bedah naskah ini bisa berlangsung lebih lama daripada proses penulisan draft. Tapi tak mengapa. Pada akhirnya kesempurnaan naskah menjadi taruhan kan.

Sunting naskah

Saatnya mempermak naskah. Sunting semua typho error, cek jembatan kalimat antarparagraf, konfirmasi ulang penulisan nama-nama. Ringkas dan perbaiki kalimat yang tidak efektif, babat habis bila perlu untuk informasi yang duplikasi. Tak boleh lupa, cek ejaan yang ada. Memang, nanti pihak penerbit akan menyediakan editor. namun, penulis profesional juga wajib menguasai teknik-teknik swasunting. Di dalam tim Ghostwriter Indonesia saya sudah memiliki editor sendiri untuk melakukan swasunting naskah Journey To Find Happiness in HaloBCA.

Publikasikan

Ini tahap paling ujung. Menyerahkan naskah untuk dibesut oleh pihak penerbit. Untuk buku Journey To Find Happiness in HaloBCA sebelumnya sudah menjalin kerjasama dengan Gramedia publisher. Merekalah yang akan mengatur desain, pencetakan, penerbitan, dan distribusi.

Sebegitulah panjangnya proses kreatif penulisan biografi korporat ala HaloBCA. Senang berproses bersama semua tim dari penerbit dan HaloBCA. Sama senangnya saya melayani puluhan klien lainnya yang sudah mempercayakan penulisan gagasan dan kisah mereka kepada saya melalui Ghostwriter Indonesia.

Saatnya untuk merogoh kocek lebih dalam untuk membeli buku Journey To Find Happiness in HaloBCA yang seharga Rp175.000 per eksemplar itu, hahaha …..

Mau diskusi dengan saya? Hubungi saya pada nomor dan email tertera di sekitar artikel ini. 🙂

Komentar Anda?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *