Tip Mengubah Karya Tulis Ilmiah Menjadi Buku Populer

Mas Anang, gimana cara mengubah karya tulis ilmiah menjadi buku populer?

Gini jawabnya. Bayangkan kamu ingin mengubah rumah hunianmu menjadi warung ala Markobar. Apa yang kamu lakukan?

mengubah karya tulis ilmiah menjadi buku populer
mengubah karya tulis ilmiah menjadi buku populer

Oh gitu. Tentu saya akan melakukan ini:
1. merombak susunan ruangan,
2. mengganti tampak depan rumah,
3. membuang pernak-pernik rumah yang tidak sesuai,
4. mengganti sofa dengan kursi plastik, dan
5. nambah banyak colokan, kipas angin, dll agar betah pelanggannya.

Nah seperti itu kiasannya.

Konkretnya, ini yang mesti kamu lakukan dengan berdarah-darah:
1. rombak struktur naskahmu. Yang semula ada latar belakang, tujuan, tinjauan pustaka, dst ubah sekarang layaknya pembagian bab-bab buku nonfiksi,
2. tampak depan alias lead tulisan juga rombak total. Karya tulis ilmiah kebanyakan dimulai dengan paragraf definisi atau fenomena. Gantilah dengan aneka lead ala buku nonfiksi yang kamu tahu.
3. Buang paragraf-paragraf membosankan seperti kutipan referensi yang menyebalkan itu. Hapus semua catatan kaki yang bikin pembaca suka tersandung-sandung.
4. Kalimat-kalimat kaku dan sok pintar ala buku ilmiah ganti dengan narasi kisah yang menarik dan relevan. Atau model kalimat tanya yang dijawab sendiri. Tambahkan teks boks yang memikat.
5. Biar pembaca betah, bolehlah kasih ilustrasi, foto, infografis yang memikat mata. ^_^

Itu sedikit tip menyulap karya tulis ilmiah jadi buku nonfiksi populer. Suka tip ini? Praktekin dong! Hahaha …. Pastinya, silakan share, dan comment yaaa
====

Tidak cukup waktu untuk melakukan itu semua? Saya dan tim Ghostwriter Indonesia siap melakukannya untuk Anda. Kami akan sulap karya tulis ilmiah Anda agar membawa manfaat lebih banyak lagi, agar ribuan orang bisa membaca dan mengambil manfaat.

Hubungi Ghostwriter Indonesia di 0815-990-4562 (WA). Kami juga siap bantu cetak dan salurkan ke penerbit bila perlu …

Ikuti 7 Panduan Menjadi Travel Writer Dengan Tepat

Ghostwriter Indonesia kebetulan dikomandoi oleh orang-orang yang hobi traveling. Karenanya, kami sudah dua kali menggelar kegiatan Traveling ‘n Writing di Belitung. Goal kami adalah mengajak semakin banyak orang untuk suka menulis dan suka traveling. Sukur-sukur dari kegiatan ini lahir banyak penulis buku nonfiksi, novelis, dan travel writer.

menjadi travel writer
foto: pixabay.com

Hemm, adakah Panduan Menjadi Travel Writer yang tepat dan benar? Untuk menjadi seorang travel writer tentunya bukan hal sulit, pasalnya setiap orang yang senang melakukan traveling juga dapat menjadi seorang travel writer, hanya saja dibutuhkan tekad serta niat yang kuat untuk menuliskan setiap pengalaman dari perjalanan yang dilakukannya. Bagi anda yang ingin menjadi seorang travel writer, cobalah untuk mengikuti beberapa panduan di bawah ini.

  1. Memiliki tugas dari setiap perjalanan

Tugas yang dimiliki oleh travel writer itu dapat diibaratkan sebagai misi dari perjalanan yang dilakukannya. Hal inilah yang tentunya membedakan antara wisatawan biasa dengan wisatawan yang berperan sebagai travel writer. Karena dalam waktu yang bersamaan ia pun memiliki tugas untuk menuliskan setiap pengalaman yang dialaminya. Untuk itu, setiap travel writer umumnya akan mempelajari terlebih dahulu mengenai tempat wisata yang akan dikunjunginya, kemudian ia pun akan membuat list mengenai hal apa saja yang akan dilakukanya di tempat wisata tersebut, dan tentunya pantang pulang bagi mereka apabila hal tersebut belum dilakukan olehnya.

  1. Mengajukan banyak pertanyaan

Seperti yang telah disebutkan di atas, bahwa sebelum berangkat umumnya travel writer akan mempelajari tempat wisata yang hendak dikunjunginya, karena itulah pada bagian yang satu ini sebaiknya para penulis perjalanan wisata itu pun mulai mencari informasi dengan cara mengajukan beberapa bentuk pertanyaan. Untuk informasi terbaik umumnya bisa didapatkan dari masyarakat yang tinggal di lingkungan tempat wisata tersebut. Dalam kegiatan ini, beberapa pertanyaan dapat dipersiapkan dari awal sehingga anda pun bisa mendapatkan informasi dengan lebih detail.

  1. Sewa pemandu

Banyak orang yang berpendapat bahwa seorang travel writer itu memiliki pengetahuan yang luas dan bahkan mengetahui segalanya, faktanya justru tidak demikian, karena banyak dari para travel writer yang justru tidak mengetahui apa-apa dan hanya berbekal sedikit informasi dari dunia maya dalam mengujungi lokasi wisata tertentu. Untuk itu, tidak jarang pula diantara travel writer yang dengan sengaja menyewa pemandu wisata. Selain lebih memudahkan dalam mencari informasi, keberadaan pemandu wisata juga dapat membantu para traveler dalam mengujungi lokasi wisata yang dituju.

  1. Fokus untuk mengunjungi lokasi yang jarang dikunjungi oleh wisatawan lainnya

Dibandingkan dengan mengunjungi beberapa lokasi wisata yang sudah banyak dikunjungi oleh para wisatawan lainnya, para travel writer umumnya lebih memilih untuk mengunjungi tempat yang justru jarang dikunjungi, bahkan beberapa diantaranya lebih memilih tempat yang banyak digunakan sebagai tempat ngumpul dari pada penduduk lokal, seperti halnya warung makan, toko tertentu, atau bahkan tepat belanja. Karena itulah para travel writer dikenal dengan prinsip “go local” yang dimilikinya.

  1. Mencoba hal baru

Ada banyak sekali tantangan yang mungkin saja dimiliki oleh kawasan wisata yang dituju, dan anda selaku travel writer tentunya diwajibkan untuk mencoba beragam hal baru tersebut. Dalam hal ini, sebaiknya seorang travel writer itu termasuk orang yang berani kotor dan juga berani dalam menghadapi beragam hal baru yang mungkin belum pernah ia alami sebelumnya. Seperti halnya mengarungi kawasan sungai dengan cara berenang atau bahkan mencoba jenis makanan mentah dan lain sebagainya yang jarang ditemukan di tempat tinggal dari travel writer dan tentunya menjadi ciri khas dari tempat wisata itu sendiri.

  1. Hindari menjadi turis umum

Jika anda ingin menjadi travel writer terbaik dengan bentuk tulisan yang menarik, maka pastikanlah untuk menghindari menjadi turis umum seperti para wisatawan lainnya, misalkan mengunjungi lokasi wisata yang sudah banyak dikunjungi orang, kemudian menginap di hotel dan lainnya. Hal tersebut umumnya akan membuat cerita pada tulisan anda terkesan sama seperti halnya apa yang dituliskan oleh para wisatawan umum lainya. Untuk itu, cobalah cara berbeda seperti menginap di kawasan pinggir pantai dengan menggunakan tenda, dan lainnya.

  1. Lebih fleksibel

Untuk mendapatkan tulisan terbaik umumnya selalu dimulai dengan bagian awalan, kemudian cerita utama selama perjalanan, dan juga bagian penutup yang menjadi bagian pengantar pulang menuju tempat tinggal para travel writer. Namun untuk membuat tulisan yang unik sebagai travel writer anda tidak harus selalu mengikuti alur tersebut. Dalam hal ini rencana dan penyusunan kegiatan memang penting untuk dilakukan namun tentunya tidak terpatok pada hal yang itu-itu saja.

Demikianlah kiranya penjelasan singkat dari 7 Panduan Menjadi Travel Writer berkualitas. Minat untuk menulis buku-buku hasil traveling Anda? Kami tim Ghostwriter Indonesia siap memberikan mentoring menuntaskan naskah Anda bahkan membantu hingga terbit. Hubungi kami di WA 0815-990-4562.

Panduan Singkat nan Mudah Menulis Biografi Tokoh Terkenal

Walau tidak sepopuler novel dan buku self-help, biografi menjadi salah satu genre dari kategori non-fiksi yang menarik untuk disimak. Sayangnya, masih banyak orang yang menganggap buku biografi sekadar rangkuman kehidupan publik figur ternama. Kenyataannya, genre ini lebih fokus pada salah satu aspek kehidupan tokoh yang bersangkutan. Maka dari itu biografi mempunyai tema beragam, dari motivasi, sejarah kesuksesan, politik, perjuangan, dan lain sebagainya.

jasa penulis biografi sumber: pixabay.com

Dalam hal ini, biographer atau penulis biografi harus mempersiapkan kebutuhan-kebutuhan yang akan membantunya merampungkan buku sang tokoh. Berikut ini langkah-langkah yang dapat dijadikan panduan menulis biografi persembahan dari Ghostwriter Indonesia.

  • Menentukan tokoh yang menarik

Tokoh terkenal memang banyak, tetapi yang mempunyai keunikan dan memberikan pengaruh besar hanya segelintir. Biographer dapat memilih sendiri tokoh berdasarkan kesesuaian minat dan pontensi besar terhadap karyanya kelak. Ada juga tokoh-tokoh ternama seperti pejabat politik hingga selebriti yang meminta langsung kepada biographer untuk dibuatkan buku. Apa pun jalurnya, penulis yang menangani harus mempunyai ketertarikan terhadap sosok tersebut. Tanpa hubungan batin yang kuat, akan sulit bagi penulis untuk melakukan langkah-langkah perampungan biografi selanjutnya.

Sebagai penyedia jasa penulisan biografi, kami–tim Ghostwriter Indonesia–selalu mengawali proses dengan melakukan pendekatan personal agar kisah hidup tokoh dapat mengalir dengan lancar.

  • Memilah tema/topik yang akan diangkat

Setelah menemukan tokoh yang tepat, akan lebih mudah bagi Anda untuk memilah tema atau topik yang diangkat nanti. Memoar seringkali menjadi pilihan dari si tokoh. Nah, memoar ini menekankan satu aspek kehidupan saja dari sosok yang bersangkutan. Tema pun akan menjadi batasan selama menulis supaya tidak meluber ke mana-mana. Misalnya, tokoh yang akan Anda angkat dalam biografi adalah mantan presiden yang pernah menerbitkan kebijakan yang mengubah kehidupan bangsa. Anda dapat mengangkat hal tersebut menjadi topik utama untuk kemudian digali lebih dalam bersama sang tokoh. Ghostwriter Indonesia sebagai penyedia jasa penulisan biografi punya pengalaman menulis banyak buku nonfiksi sehingga ketika memoar dibuat, alur gagasan per tema itu mudah untuk dibuat.

  • Menelusuri fakta dan data utama

Karena termasuk ke dalam kategori non-fiksi, biografi mewajibkan Anda untuk memaparkan fakta dan data utama. Akan jauh lebih baik bila informasi yang Anda bahas nanti menarik sekaligus belum diketahui publik. Pasalnya, fakta dan data tadi akan menuntun biographer pada epifani, yakni peristiwa penting yang memberikan dampak terhadap kehidupan—baik pemikiran maupun tindakan dari tokoh tersebut. Jika Anda akan mengangkat kebijakan pemerintahan, maka Anda harus menemukan sejumlah momen yang jadi kunci penting sang sosok melahirkan gagasan tadi. Ghostwriter Indonesia memiliki tim riset yang handal sehingga proses penyelesaian jasa penulisan biografi menjadi semakin akurat.

  • Cari bagian penting dari kehidupan tokoh

Aspek krusial berikutnya yang harus Anda ketahui saat menyusun biografi tokoh ternama adalah bagian penting dari kehidupannya. Dalam biografi, aspek ini biasanya akan dibuat menjadi kronik atau rangkaian kisah yang dirunut berdasarkan waktu. Jadi, saat meriset data maupun mewawancarai tokoh, Anda harus selalu memastikan kebenaran hari, bulan, serta tahun kejadian. Selain itu, periksa poin tersebut berulang kali sebelum naik cetak, apalagi bila berhubungan dengan hajat orang banyak. Jangan sampai reputasi Anda sebagai biographer berantakan hanya karena salah mencantumkan tanggal.

  • Memilih daya tarik dari tokoh bersangkutan

Kembali lagi ke pembahasan di awal, Anda harus memegang argumentasi kuat yang melatarbelakangi pemilihan tokoh yang akan dibuatkan biografi—baik sosok terkenal atau tidak. Mengapa demikian? Para pembaca tidak akan membuang waktu mereka untuk membaca kisah seseorang yang informasinya bisa mereka temukan dengan mudah lewat dunia maya. Jika Anda sanggup menjelaskan daya tarik sang tokoh dengan baik, para pembaca akan dibuat penasaran dan mau mengenal lebih jauh seputar tokoh tadi. Di sisi lain, Anda dan sosok di buku biografi mendapatkan eksposur yang bagus.

  • Temukan kontribusi nyata dari sang tokoh

Poin terakhir yang tak boleh Anda lewatkan dari penelusuran tokoh adalah kontribusi nyata yang telah dia buat. Bila Anda memilih mantan presiden, maka yang Anda lakukan selanjutnya adalah menemukan data seputar kontribusinya selama menjabat jadi orang nomor satu di Indonesia. Bila tokohnya pebisnis, Anda dapat memeriksa jejak usaha hingga pengaruh produknya terhadap konsumen. Satu hal yang pasti, data-data tersebut harus akurat dan objektif. Carilah narasumber tepercaya agar Anda mendapatkan sudut pandang lain yang lebih impresif.

Demikian panduan mudah bagi Anda yang ingin menjadi biographer. Semoga dapat membantu Anda menulis biografi dari tokoh yang kredibel!

Langkah Mudah Menulis Novel bagi Penulis Pemula

Halo ketemu lagi dengan saya, Anang YB dari Ghostwriter Indonesia.

Kali ini kita mau ngobrolin tentang cara menulis novel. Novel laris bahkan kemudian difilmkan bikin banyak penulis pemula makin giat cari tema untuk membuat novel bestseller. Alih-alih novelnya jadi, eh ini malah setahun baru dapat satu bab. Itu juga nggak bagus-bagus amat.

"Senja, Hujan, & Cerita yang Telah Usai"
“Senja, Hujan, & Cerita yang Telah Usai”

Faktanya, menjamurnya platform-platform menulis di dunia maya ternyata memberikan dampak besar bagi para penulis di Indonesia. Jika dulu Anda harus menulis di komputer dan mencetaknya untuk kemudian dikirim ke penerbit, sekarang peluang dibaca lebih luas dapat diwujudkan dengan mengunggahnya ke platform menulis tersebut. Bahkan tak sedikit penulis yang berhasil menerbitkan novel lewat cara tersebut.

Di sisi lain, walau secara media sudah dimudahkan, masih banyak pemula yang mengaku kesulitan menyusun novel utuh. Berbagai alasan pun dilontarkan, dari tidak punya ide, sibuk, hingga minder duluan saat mendapatkan masukan dari pembaca.

[Just info, tim Ghostwriter Indonesia menyediakan jasa pendampingan 1 bulan menuntaskan tulisan. Hubungi 0815-990-4562 untuk info lebih detail]

Kenyataanya, menulis novel tidak sesulit yang dibayangkan selama Anda mengetahui triknya, seperti yang dijelaskan berikut ini:

  1. Pilih ide yang disukai dan dikuasai

Merangkai cerita dari gagasan rumit dan megah hanya akan menyulitkan Anda kalau tidak dikuasai. Sebaiknya—terutama bagi pemula—pilihlah ide yang benar-benar disukai dan dikuasai. Misalnya, kalau Anda suka dengan kuliner, tulis novel tentang tokoh yang suka memasak. Kembangkan gagasan ini dengan pengetahuan yang Anda miliki dan tambahkan informasi lain kalau dibutuhkan. Menulis novel dengan cerita dari sesuatu yang Anda pahami tidak akan memberatkan walau di tengah jalan bertemu hambatan.

  1. Membuat kerangka karangan atau outline

Tak sedikit penulis pemula yang bertanya, pentingkah kerangka karangan atau outline dibuat? Jawaban dari pertanyaan ini pun beragam. Jika Anda tidak ingin cerita novel itu mellebar ke mana-mana, maka kerangka perlu dibuat sebagai ‘pembatas’. Namun, kalau Anda adalah tipe penulis yang senang ‘berkelana’ dan tak mau dikekang selama menulis, maka tahap membuat outline novel dapat dikesampingkan. Hanya saja, risiko cerita berantakan dan kurang fokus lebih besar serta memakan proses penyuntingan yang lama.

  1. Menciptakan karakter-karakter 3 dimensi

Dalam hal ini, bukan berarti Anda perlu merancang tokoh memakai aplikasi tertentu. Karakter 3 dimensi bukan sekadar baik dan jahat. Mereka diciptakan sedekat mungkin dengan kehidupan nyata; memiliki motif tertentu dan membuat pembaca dilema. Tokoh-tokoh dengan karakterisasi ini biasanya membuat para pembaca ikut terlibat konflik. Misalnya, antagonis yang mulanya sangat jahat ternyata bersikap demikian karena di masa lalunya pernah dirundung (bully) dan dibesarkan dalam keluarga yang toxic.

  1. Latar tempat dan waktu seakurat mungkin

Untuk latar tempat dan waktu di dalam novel, Anda dapat memulainya dari tempat tinggal sendiri dan masa kini. Akan tetapi, kalau cerita membutuhkan lokasi lain dan waktu di masa lalu/depan, lakukan riset terlebih dahulu. Sekarang, tidak sulit mencari informasi tentang kota hingga negara yang belum pernah dikunjungi, sebab semuanya tersedia di dunia maya. Namun, pastikan deskripsi yang Anda buat tidak terlalu kaku atau terkesan seperti jurnal ilmiah, kecuali kalau Anda sedang menyusun buku non-fiksi.

  1. Memastikan genre untuk cerita yang ditulis

Sebenarnya, genre novel harus Anda putuskan sejak awal. Ingin cepat mendapatkan pembaca? Buatlah cerita genre populer seperti romansa atau drama. Sekitar dua tahun terakhir, thriller, domestic noir, dan fantasi pun mulai meraih perhatian pembaca Tanah Air. Genre apa pun yang nantinya Anda pilih haruslah yang benar-benar Anda kuasai dan sesuai dengan cerita. Anda bisa pindah ke genre novel lainnya, tetapi pastikan Anda sudah melakukan riset matang dan latihan menulis secara intens.

  1. Cari dan baca referensi sebanyak mungkin

Kunci berikutnya yang akan memudahkan Anda menulis novel dengan cepat dan mudah adalah rajin membaca. Carilah referensi sebanyak mungkin—baik novel maupun jenis tulisan lain—yang mendukung tulisan Anda. Selain itu, dengan membaca pun Anda akan memperkaya kosakata dan mendapatkan cara menulis yang bagus dari pengarang-pengarang kenamaan. Jangan lupa memasukkan kamus ke dalam daftar bacaan agar Anda tidak kebingungan saat mendapatkan kata-kata yang kurang familier.

Langkah terakhir yang akan menyempurnakan usaha menulis novel Anda adalah praktik. Kesalahan para pemula yang ingin merangkai cerita utuh adalah terlalu lama merancang tanpa mewujudkannya.

Butuh motivasi? Ceritakan rencana Anda kepada teman atau siapa pun yang dirasa akan memberi dukungan besar kepada Anda. Dengan begitu, naskah novel yang Anda siapkan akan cepat selesai sesuai target.

Nah, lumayan dapat wawasan baru? Yuk tuntaskan naskahmu. Kalau butuh jasa editing naskah novel atau sekalian mau minta bantuan desain isi dan cover bahkan pencetakan, silakan hubungi Ghostwriter Indonesia di 0815-990-4562.

Penulis dan Editor Wajib Sertifikasi dan Uji Kompetensi: Mau Nolak?

Wuih, saya nemu foto teman lama saya sedang bawa poster seperti sedang piknik di pantai. Bedanya, ini dia sedang serius mejeng di poster bertuliskan urusan asesor dan uji kompetensi tenaga (ahli) geomatika.

Jasa penulisan buku & artikel
foto: pixabay.com

Saya jadi ingat diskusi di akun Facebook saya  yang pro-kontra soal penulis dan editor wajib memiliki sertifikat hasil uji kompetensi. . Saling lempat komentar itu seru-seru lucu dan tidak saru.

Saya yang sarjana geografi dulunya memang bergelut dengan urusan geomatika. Ikut tender dan menjadi tenaga ahli di berbagai proyek survei dan pemetaan. Apakah dulu (dan sekarang) hanya pekerja profesional geomatika bersertifikat yang dapat job? Tampaknya tidak juga. Tanpa sertifikat pun kerjaan masih akan datang meski di beberapa channel akan tertutup. Misalnya pada proyek dengan dana pemerintah. Apalagi bagi mereka yang yakin kalau urusan rizki ada di tangan Tuhan semata-mata.

Melacak keberadaan LSP Geomatika ternyata sudah berdiri 2004, artinya sudah 14 tahun ada dan proses sosialisasi masih terus jalan. Bandingkan dengan LSP Penulis dan Editor yang baru seumur jagung karena pengesahan undang-undangnya juga masih “kemarin sore”.

Saya pun tidak memegang sertifikat Geomatika bahkan sampai saya murtad jadi penulis.

Eh, sebetulnya saya mau ngomong apa?

Saya sekadar mau menegaskan bahwa pada akhirnya semua profesi para profesional akan menuju pada titik standardisasi. Penulis dan editor boleh saja (saat ini) menuliskan portofolio sepanjang cerpen atau novelet. Tapi, siapkah Anda bila cerita sukses dan hebat itu untuk dicek kebenarannya? Diminta buktikan melalui wawancara dan kegiatan verifikasi?

Saya kembali ingat ke masa 20 tahun lalu. Saya pun assesor alias penguji untuk para pemohon sertifikasi. Bedanya, saya adalah assesor PHPL (Pengelolaan Hutan Produksi Lestari). Simpelnya, saya bekerja untuk memverifikasi perusahaan-perusahaan perkayuan apakah sudah menerapkan Ekolabel atau belum. Saya keluar masuk masuk hutan, mendatangi perusahaan semacam itu di Kalimantan dan Sumatera termasuk eks Indorayon. Sangat melelahkan karena ada buanyaak dokumen harus kami cek dan crosscheck.

Saya nggak ngerti bagaimana uji kompetensi geomatika dan penulis editor bakal dilaksanakan. Tapi itulah keniscayaan yang saya bilang. Kalau memang oke dengan portofoliomu, ‘napa harus mengerutkan kening dengan proses sertifikasi?

Jadi, sekukuh apa pun Anda menolak atau nyinyir dengan program sertifikasi penulis dan editor, orang lain akan melakukannya. Anda mungkin bisa eksis dan dapat job juga. Bedanya Anda akan jadi orang beda.

Akhirnya, saya juga mau bilang, kompetensi–yang bakal diuji–adalah irisan dari tiga hal yang ada di dalam diri setiap pekerja profesional, yakni SKILL, KNOWLEDGE, dan ATTITUTE. Itu yang mau diuji.

Saya sih pede. Kamu?

Writing Tresna Jalaran Seka Kulina

Journey To Find Happiness in HaloBCA

Saya suka menulis,karena pada dasarnya saya pemalu (*yang ga percaya silakan simpan dulu rasa ketidakpercayaan Anda), jadi menulis merupakan sarana saya mencurahkan isi hati dan perasaan. Menulis bagi saja memiliki efek terapetik. Membantu saya menyalurkan perasaan-perasaan yang tak tersampaikan, omelan saya yang cuma di awang-awang, gemes saya sama penampilan orang, rasa pengen saya akan sesuatu yang belum kesampaian dan masih banyak lagi.


Saya bisa menulis tentang si Anu yang tertuang menjadi tokoh dengan nama yang sesuka hati saya bisa saya ganti. Saya bisa menulis pengalaman saya tanpa harus menunggu ada orang lain mau mendengarkan cerita saya. Dengan tulisan, saya tidak harus memaksa orang untuk mendengarkan curhat saya, karena yang mau pasti akan membacanya yang tidak mau dan tidak suka, tidak perlu membacanya, gitu aja kok repoot?

Pelajaran bahasa Indonesia di bangku sekolah banyak mengajarkan saya tentang menulis, dari membuat kerangka karangan dan mengembangkannya menjadi kalimat inti dan kalimat pembantu. Tapi sepertinya saya lebih menikmati jadi “free styler” , yang penting nulis dulu – nanti baru di-edit. Denga gaya ini memang proses menulis saya lancar tetapi kadang cenderung “overwhelming” dan terlalu banyak ide yang campur aduk Kegiatan mentoring menulis kembali mengingatkan saya kepada pentingnya membuat suatu outline, kerangka karangan, premis dan sebuah sinopsis. Dan memang sangat membantu dalam proses menulis. Inti cerita dan topik tetap fokus dan terjaga, dan mengalir dengan baik.

Dengan kerangka karangan pun, kadang saya masih mengalami stagnansi, mati gaya dan kehabisan ide untuk merangkai kata. Nah kalau sudah begitu, karena saya suka musik, saya menggunakan stimulus musik untuk membangkitkan ingatan-ingatan saya tentang apa yang saya tulis. Contohnya sewaktu saya menulis dengan background tahun ’98-an, saya mendengarkan lagu-lagu yang hits di era itu. Semua kenangan tentang apa yang sedang ngetrend dan happening di kala itu, membantu dalam menulis setting
ataupun penampilan tokoh yang saya tulis.

Cara lainnya adalah dengan berbincang dengan teman tentang topik yang kita tulis. Dengan menceritakan kembali, biasanya akan muncul ide-ide segar yang bisa ditambahkan dalam menulis. Pertanyaan-pertanyaan yang muncul dan harus kita jawab merupakan stimulus kita untuk memunculkan ide dan menambah untaian kata dalam tulisan kita.

Kalau me-refresh mood menulis dengan traveling itu sudah jelas! Banyak ide saya dapat dengan traveling. Tempat yang baru memperkaya cerita kita. Problem saya adalah sering traveling dari pada menuliskannya. Ketika jadwal jalan-jalan sambung menyambung, ide yang ada sebelumnya tersimpan bersama souvenir yang kita beli sewaktu jalan-jalan. Namun demikian, foto-foto yang saya dapat selama travelling banyak membantu menulis. Dengan melihat kembali foto-foto tersebut, bisa me-recall memori saya tentang apa yang ingin saya tuliskan. Foto juga membantu saya dalam mendeskripsikan sesuatu yang saya ingin tulis terlihat nyata.
Bagaimana caranya saya “mencicipi” tulisan saya sudah enak atau belum?
Biasanya saya akan baca ulang setelah tulisan jadi. Kalau saya menulis sesuatu yang “touchy” , biar pun saya baca ulang lagi tetap akan menghadirkan perasaan yang sama.

Kadang saya senyum-senyum sendiri atau bisa tetap menitikkan air mata ketika membaca kembali bagian yang saya tulis. Tentu saja tidak mengabaikan peran orang lain untuk “mencicipi” tulisan saya. Kalau kita minta teman atau saudara kita membaca dan masih berkerut dahinya dan banyak pertanyaannya, mungkin tulisan kita hanya kita dan rumput
bergoyang yang mengerti.

Singkat kata, menulis itu berbahaya!!! karena bisa menjadi candu! Ketika tulisan saya diapresiasi, saya jadi ingin menulis lebih banyak lagi. Semakin banyak menulis, juga membuat skill menulis kita lebih baik lagi. Benar kata pepatah Jawa , writing tresna jalaran seka kulina. Kita bisa karena terbiasa.

Tulisan Elizabeth Rose, penulis buku “Look at My Garden”, hobi nulis dan traveling tinggal di Vientiane, Laos

Cara Menerbitkan Buku Sendiri Murah dan Untung

buku panduan pengobatan diabetes
tip menerbitkan buku sendiri. foto: free images pixabay.com
Halo, saya  Anang YB mau sharing tentang menerbitkan buku sendiri atau istilah bulenya self publishing. Ini saya sampaikan karena dua hal. Pertama, saya sudah menjalani proses ini sejak lima tahun lalu dan kedua, saat ini proses memasukkan naskah ke penerbit umum semakin sulit dan mahal karena sering diminta beli buku di awal.
Oke, kita mulai dari batasan istilah dulu, self publishing adalah kegiatan seorang penulis untuk menerbitkan karyanya sendiri melalui penerbit yang dia miliki.

Artinya, kalau dia menerbitkan karya orang lain, maka batallah istilah itu. Atau, dia menerbitkan karyanya di penerbit lain maka batal juga pengertian ini. Seperti misalnya, saya menerbitkan karya Panjikristo yang berjudul “Mbah Jito” maka itu bukan self publishing.

Penerbit yang dimaksud bisa berupa perusahaan berbadan hukum tapi bisa juga tanpa badan hukum. Jadi, bisa saja saya mencetak buku dan saya jual tanpa repot mendirikan perusahaan penerbit. Keuntungan punya perusahaan penerbit adalah Anda berhak mengajukan pembuatan ISBN ke perpusnas.

Langkah-Langkah Self Publishing
Tentu Anda harus punya naskah sendiri. Bukan jiplakan tentu saja. Naskah apa saja bisa Anda terbitkan termasuk naskah yang sudah ditolak penerbit umum puluhan kali. Entah itu puisi, kumpulan cerpen,bahkan autobiografi Anda.

Masih ada langkah pracetak dan cetak. Langkah pracetak meliputi proses penyiapan naskah menjelang masuk mesin cetak. Pada tahap ini Anda perlu menyunting naskah, melengkapi komponen naskah, mendesain isi buku, dan mendesain kover. Kalau Anda punya penerbit berbadan hukum, Anda perlu juga mengurus ISBN ke Perpusnas.

Sudah ready dengan desain buku Anda? Carilah percetakan yang berpengalaman mencetak buku. Bukan sekadar mencetak stiker atau undangan kawinan. Saat ini sudah banyak percetakan semacam itu. Anda bisa mencetak satuan. Carilah jasa Print on Demand sebab mereka memiliki mesin digital dengan kualitas mencetak buku secara satuan. Sedangkan percetakan offset seringkali meminta Anda mencetak minimal 500 eksemplar.

Biaya yang Harus Ditanggung
Self publishing artinya Anda sudah masuk ranah bisnis. Ketika Anda membeli buku antologi dengan harga 70 ribu rupiah, Anda bisa berhitung nantinya mengapa harganya sebesar itu.

Biaya yang Anda perlu budget-kan adalah:
1. Biaya editing. Anda bisa menyunting naskah sendiri, tentu saja. Tapi kalau Anda mau pakai jasa profesional, biasanya tarifnya 10 ribuan per halaman 300 kata untuk jasa sunting ringan. Tentu ada yang pasang tarif lebih murah atau lebih mahal dari itu.

2. Biaya desain isi. Istilah kerennya jasa layout. Saya kadang me-layout sendiri buku yang saya terbitkan dengan memakai program Words. Tapi kalau Anda mahir pakai program khusus semacam Adobe InDesign tentu lebih afdol. Jasa di luaran untuk desain isi buku adalah sekitar 5 ribu rupiah per halaman buku. Jadi, tidak dihitung per kata lagi.

3. Biaya desain kover. Sebelum membuat kover, pastikan Anda sudah fix dengan judul, subjudul, nama Anda (mau pakai nama pena kah?), blurb atau teks untuk kover belakang, dan ISBN bila perlu. Saya memilih bikin sendiri dengan Adobe Photosop biar ngirit. Kalau pakai jasa orang lain bisa kena harga di kisaran 300 ribu sampai 1 juta per desain.

4. Akhirnya, siapkan budget untuk cetak buku. Ongkos cetak di percetakan digital/Print on demand tidak mahal. Untuk buku dengan ketebalan 160-an halaman ongkosnya 25 ribu-35 ribu saja. Dan, seperti saya bilang, Anda bisa cetak satuan. Oh ya, perhatikan saat Anda mendesain buku, aturlah jumlah halaman (termasuk halaman romawi) dalam kelipatan 8 agar tidak ada halaman kosong.

Tip Jualan Buku Self Publishing
Apa gunanya bikin buku tapi tidak diedarkan, to? Kecuali memang buku itu untuk konsumsi sendiri. Nah, cara paling gampang untuk hemat investasi adalah dengan teknik preorder.

Jurusnya, Anda siapkan desain cover sebulan sebelum naik cetak. Promosikan cover itu dengan sales letter merayu-rayu agar follower dan teman medsos Anda tergoda membeli. Anda bisa pasang harga dua kali ongkos cetak. Misalnya, buku Anda jual 40 ribu-60 ribu bonus tanda tangan Anda. Untuk tahap preorder boleh diberi iming-iming diskon 20% sampai tanggal tertentu.

Setelah transferan masuk, barulah Anda membawa naskah yang sudah didesain rapi ke percetakan. Anda bisa mencetak lebih banyak dari jumlah orderan karena harga jual buku sudah Anda dongkrak naik sebelumnya.

Nah, info ini menggoda Anda untuk menjadi self publisher? Kenapa tidak. Coba lakukan deh, pasti ketagihan.

Anda juga bisa mengontak saya jika memerlukan bantuan untuk menerbitkan karya Anda. Hubungi Ghostwriter Indonesia di WhatsApp 0815-990-4562 (Tjandra Susi)

*info ini bermanfaat? Silakan share tanpa mengurangi dan mengganti isinya.

Ahok Sudah Hampir Khatam

Hari ini, teman-teman penulis #KamiAhok sebanyak 10 orang main ke “kos” Ahok. Seperti biasa, banyak kisah seru dipanen teman-teman saya itu. Satu hal biasa tapi berkesan adalah pengakuan Ahok kalau selama di dalam penjara, dia sudah mengkhatamkan Al-Quran terjemahan Kementerian Agama. Ia fasih menjelaskan urutan surat dalam al-Quran.
Dasar Ahok!

Di bawah ini saya posting tulisan dua kawan baik saya sesama penulis buku #KamiAhok, yakni Mas Harry dan Gus Mis. Siapa keduanya? Baca deh profilnya di buku #KamiAhok ya. Tulisan-tulisan ini saya posting seizin mereka pastinya.

[beli buku #KamiAhok di sini: BELI BUKU #KAMIAHOK] Continue reading “Ahok Sudah Hampir Khatam”

Cara Menulis Biografi Tokoh

Menulis biografi seolah pekerjaan penulis senior. Apakah memang sesulit itu untuk menulis buku biografi. Jawabannya antara ya dan tidak.

Pengalaman saya selama menulis buku biografi memastikan memang ada kompetensi khusus yang wajib dimiliki oleh seorang penulis yang niat jadi penulis biografi. Diantaranya adalah:

Penulis biografi adalah periset ulung. Jika untuk menulis naskah nonfiksi “biasa” saya butuh minimal melahap lima buku maka riset sebuah naskah buku biografi bisa lima kali lipat bahkan lebih. Riset juga tak sebatas buku tetapi juga kliping berita koran, Googling, foto-foto, dan masih banyak lagi.

Penulis biografi adalah AC/DC alias penulis fiksi dan nonfiksi. Naskah biografi jelas-jelas nonfiksi. Ia akurat, dapat dilacak kebenarannya, didukung dengan data dan telaah yang sahih. Di dalamnya tak boleh ada kisah rekaan. Namun begitu, menulis buku biografi juga butuh seni bertutur yang memikat layaknya seorang novelis. Fakta lokasi dan fakta waktu dapat dikisahkan dengan penuh emosi dan daya pikat yang lekat. Penokohan dibangun dengan detail berdasarkan riset. Penulis biografi juga mampu merajut konflik-konflik faktual dengan demikian menggemaskan. Tanpa itu, ia sekadar perangkai kehidupan tokoh tanpa nyawa. Continue reading “Cara Menulis Biografi Tokoh”

Smart Business Map

Smart business map
Smart business map

FAKTANYA, permasalahan terbesar dalam menjalankan bisnis adalah kurangnya “Pengetahuan Untuk Menjalankan Bisnis”.

Karena ada banyak orang yang memiliki modal bisnis yang besar, namun akhirnya gagal dalam menjalankan bisnisnya, karena mereka tidak/belum mengetahui bagaimana cara yang tepat untuk menjalankan bisnisnya.

Disisi lain, ada juga para pengusaha, walau tidak punya modal usaha sendiri, namun karena memiliki “Pengetahuan” dalam memulai dan menjalankan bisnis, serta “Pengetahuan” untuk mendapatkan modal, akhirnya mereka pun dapat menjalankan bisnis mereka, berkolaborasi dengan pemilik modal.

***

Mari belajar, dan membangun jaringan bisnis bersama di,

SMART BUSINESS MAP (SBM) WORKSHOP & COACHING, OIM PROINDONESIA 2017, WILAYAH SEMARANG

APA ITU SBM?

Smart Business Map (SBM) adalah sebuah tool, yang digunakan untuk mendiagnosa bisnis, sekaligus dapat digunakan untuk melakukan akselerasi bisnis.

Dengan menggunakan SBM, diharapkan para pengusaha dapat membangun bisnis yang kokoh, kuat, dan dapat terus berkembang semakin besar, dan berkesinambungan.

Selengkapnya klik >> http://bit.ly/apaitusbm

WAKTU DAN TEMPAT

Semarang 8 – 9 April 2017
Pukul 08.00 -17.00 WIB
Tempat: Hotel Noormans, Jl. Teuku Umar 27, Semarang

PENDAFTARAN/RESERVASI

– Untuk pendaftaran silakan mengisi formulir pendaftaran berikut ini »> http://bit.ly/daftarsbmworkshop

TERBUKA UNTUK UMUM, TEMPAT TERBATAS, 50 ORANG!!!

SIAPA SAJA YANG WAJIB IKUTAN?

Sangat dianjurkan bagi mereka yang sudah memiliki bisnis, dan ingin bisnisnya semakin bertumbuh dan berkembang.

INVESTASI

– Rp. 500.000 / orang

INFO LEBIH LANJUT

– Dani – 0877 2791 6160
– Kontak langsung via pesan Facebook di www.facebook.com/OIMproindonesia/messages

ORGANIZED BY : OIM proindonesia, Wilayah Semarang

SALAM NAIK KELAS- LEARN, SUCCESS, SHARE