Cara Menerbitkan Buku Sendiri Murah dan Untung

buku panduan pengobatan diabetes
tip menerbitkan buku sendiri. foto: free images pixabay.com
Halo, saya  Anang YB mau sharing tentang menerbitkan buku sendiri atau istilah bulenya self publishing. Ini saya sampaikan karena dua hal. Pertama, saya sudah menjalani proses ini sejak lima tahun lalu dan kedua, saat ini proses memasukkan naskah ke penerbit umum semakin sulit dan mahal karena sering diminta beli buku di awal.
Oke, kita mulai dari batasan istilah dulu, self publishing adalah kegiatan seorang penulis untuk menerbitkan karyanya sendiri melalui penerbit yang dia miliki.

Artinya, kalau dia menerbitkan karya orang lain, maka batallah istilah itu. Atau, dia menerbitkan karyanya di penerbit lain maka batal juga pengertian ini. Seperti misalnya, saya menerbitkan karya Panjikristo yang berjudul “Mbah Jito” maka itu bukan self publishing.

Penerbit yang dimaksud bisa berupa perusahaan berbadan hukum tapi bisa juga tanpa badan hukum. Jadi, bisa saja saya mencetak buku dan saya jual tanpa repot mendirikan perusahaan penerbit. Keuntungan punya perusahaan penerbit adalah Anda berhak mengajukan pembuatan ISBN ke perpusnas.

Langkah-Langkah Self Publishing
Tentu Anda harus punya naskah sendiri. Bukan jiplakan tentu saja. Naskah apa saja bisa Anda terbitkan termasuk naskah yang sudah ditolak penerbit umum puluhan kali. Entah itu puisi, kumpulan cerpen,bahkan autobiografi Anda.

Masih ada langkah pracetak dan cetak. Langkah pracetak meliputi proses penyiapan naskah menjelang masuk mesin cetak. Pada tahap ini Anda perlu menyunting naskah, melengkapi komponen naskah, mendesain isi buku, dan mendesain kover. Kalau Anda punya penerbit berbadan hukum, Anda perlu juga mengurus ISBN ke Perpusnas.

Sudah ready dengan desain buku Anda? Carilah percetakan yang berpengalaman mencetak buku. Bukan sekadar mencetak stiker atau undangan kawinan. Saat ini sudah banyak percetakan semacam itu. Anda bisa mencetak satuan. Carilah jasa Print on Demand sebab mereka memiliki mesin digital dengan kualitas mencetak buku secara satuan. Sedangkan percetakan offset seringkali meminta Anda mencetak minimal 500 eksemplar.

Biaya yang Harus Ditanggung
Self publishing artinya Anda sudah masuk ranah bisnis. Ketika Anda membeli buku antologi dengan harga 70 ribu rupiah, Anda bisa berhitung nantinya mengapa harganya sebesar itu.

Biaya yang Anda perlu budget-kan adalah:
1. Biaya editing. Anda bisa menyunting naskah sendiri, tentu saja. Tapi kalau Anda mau pakai jasa profesional, biasanya tarifnya 10 ribuan per halaman 300 kata untuk jasa sunting ringan. Tentu ada yang pasang tarif lebih murah atau lebih mahal dari itu.

2. Biaya desain isi. Istilah kerennya jasa layout. Saya kadang me-layout sendiri buku yang saya terbitkan dengan memakai program Words. Tapi kalau Anda mahir pakai program khusus semacam Adobe InDesign tentu lebih afdol. Jasa di luaran untuk desain isi buku adalah sekitar 5 ribu rupiah per halaman buku. Jadi, tidak dihitung per kata lagi.

3. Biaya desain kover. Sebelum membuat kover, pastikan Anda sudah fix dengan judul, subjudul, nama Anda (mau pakai nama pena kah?), blurb atau teks untuk kover belakang, dan ISBN bila perlu. Saya memilih bikin sendiri dengan Adobe Photosop biar ngirit. Kalau pakai jasa orang lain bisa kena harga di kisaran 300 ribu sampai 1 juta per desain.

4. Akhirnya, siapkan budget untuk cetak buku. Ongkos cetak di percetakan digital/Print on demand tidak mahal. Untuk buku dengan ketebalan 160-an halaman ongkosnya 25 ribu-35 ribu saja. Dan, seperti saya bilang, Anda bisa cetak satuan. Oh ya, perhatikan saat Anda mendesain buku, aturlah jumlah halaman (termasuk halaman romawi) dalam kelipatan 8 agar tidak ada halaman kosong.

Tip Jualan Buku Self Publishing
Apa gunanya bikin buku tapi tidak diedarkan, to? Kecuali memang buku itu untuk konsumsi sendiri. Nah, cara paling gampang untuk hemat investasi adalah dengan teknik preorder.

Jurusnya, Anda siapkan desain cover sebulan sebelum naik cetak. Promosikan cover itu dengan sales letter merayu-rayu agar follower dan teman medsos Anda tergoda membeli. Anda bisa pasang harga dua kali ongkos cetak. Misalnya, buku Anda jual 40 ribu-60 ribu bonus tanda tangan Anda. Untuk tahap preorder boleh diberi iming-iming diskon 20% sampai tanggal tertentu.

Setelah transferan masuk, barulah Anda membawa naskah yang sudah didesain rapi ke percetakan. Anda bisa mencetak lebih banyak dari jumlah orderan karena harga jual buku sudah Anda dongkrak naik sebelumnya.

Nah, info ini menggoda Anda untuk menjadi self publisher? Kenapa tidak. Coba lakukan deh, pasti ketagihan.

Anda juga bisa mengontak saya jika memerlukan bantuan untuk menerbitkan karya Anda. Hubungi Ghostwriter Indonesia di WhatsApp 0815-990-4562 (Tjandra Susi)

*info ini bermanfaat? Silakan share tanpa mengurangi dan mengganti isinya.

Tip Mudah Menulis Biografi dan Sosok

tip menulis biografi
tip menulis biografi

Senang, bisa membantu banyak penulis membuat buku kenangan untuk orang-orang yang mereka cintai. Sulit menghitung, berapa banyak buku lahir selama saya memberikan Mentoring Menuntaskan Naskah dalam 1 Bulan. Dari sekian banyak buku yang sudah terbit itu, beberapa di antaranya adalah buku mengenai sosok atau biografi. Ada buku biografi tentang ibunya, gurunya, anaknya, dan lain-lain. Sebagian terbit secara self publishing. Dan, saya bantu secara total sejak menuliskan buku biografi itu hingga berujud buku.

Adalah tip menulis biografi atau sosok secara mudah? Tentu.

Tip pertama, pandailah mengatur jarak! Menulis biografi atau sosok secara manusiawi adalah merekam momen-momen secara utuh. Jika Anda sulit melepas kedekatan maka Anda hanya mampu menulis sebagian kecil dari hidupnya. Bahkan Anda hanya merangkai glorifikasi atau pemujaan.

Aturlah jarak Anda dari tokoh cerita dengan tetap memiliki kedekatan hati dan emosinya. Jika tokoh itu adalah Bunda Anda, berlakulah Anda bukan putri atau putranya. Hadirlah sebagai jurnalis yang ingin tahu banyak. Berlagaklah Anda belum mengenal dia. Atau, setidaknya … sosok yang Anda tulis belum dikenal oleh pembaca buku itu nantinya.

Dengan tip ini, menulis biografi menjadi lebih detail. Anda tentu tak ingin agar pembaca tidak mengetahui kesedihan, kegembiraan, keharuan, perjuangan, dan kalimat-kalimat bernas dari sosok yang Anda tulis. Dengan mengatur jarak, Anda bisa melihat background lebih lapang. Keruangan dari situasi tiap peristiwa bisa tergambarkan dengan lebih menarik.

Nah, Anda ingin menulis biografi bunda Anda? Atau pasangan Anda? Atau ayah Anda? Saya dampingi. Bahkan, sampai naskah itu menjadi buku dan Anda hadiahkan pada mereka! Jadilah penulis biografi saat ini juga!

Saya mudah dihubungi. Buka hape dan kirim pesan ke 0816700257 (Call, SMS, WhatsApp). www.GhostwriterIndonesia.com

Untungnya Menulis Ditemani Mentor Menulis!

mentoring menulis

Menulis itu mudah, yang susah adalah disiplin menulis sampai tulisan selesai! Benar nggak sih? Bener banget! Coba cek ruang penyimpan di komputer Anda. Bisa jadi di situ ada tulisan-tulisan setengah jadi. Atau, baru ditulis judulnya. Bahkan, baru folder-nya.

Tip menulis naskah mudah banget Anda temukan di internet. Tapi, apa untungnya membaca 1001 tip jika problemnya adalah menuntaskan penulisan naskah? Entah itu naskah novel, naskah nonfiksi, bahkan naskah pendek seperti cerpen atau pun puisi … seringkali kita gagal menulis sampai tuntas.

Pengalaman saya selama ini selama memberikan Mentoring Menuntaskan Naskah dalam 1 Bulan Saja membuktikan, kegagalan menulis sampai titik akhir disebabkan oleh masalah klasik berikut ini.

  1. Tidak tertarik lagi dengan tema yang sedang ditulis. Menulis terlalu lama maka daya tarik tema yang sedang ditulis pun bisa basi. Greget pun hilang. Belum lagi ketika perhatian kita tak lagi ada di situ. Maka, naskah pun mangkrak penuh sarang laba-laba di hard disk komputer.
  2. Tidak percaya diri. Tulisan saya jelek. Saya malu. Nah, pernah mengalami hal semacam itu? Tulisan jelek sebetulnya bisa dipoles lagi. Lain halnya jika merasa malu saat tulisannya dipublikasikan. Bila itu naskah kisah hidup, selalu ada tip untuk menghindari rasa malu itu.
  3. Kehabisan waktu dan momentum. Menulis tema lebaran tapi momentumnya sudah lewat karena proses menulisnya diulur-ulur. Ya sudah, wassalam. Tapi bukan berarti tulisan semacam itu tak bisa diolah kembali, lho!
  4. Tergoda tema baru. Penulis produktif sering mengalami godaan untuk membuat tulisan baru meskipun tulisan lama sedang dia garap. Ada kalnya kemunculan buku bestseller menggoda seorang penulis untuk membua naskah serupa. Akibatnya, tulisan yang sedang dia buat pun jadi mandeg.
  5. Patah semangat. Susah banget nulisnya! Data dan riset pun tak mudah. Nah, ini problem lain lagi. Gara-gara kesulitan itu, nulis pun terhenti. Semangat jadi patah di tengah jalan.
  6. Tulisan melebar ke mana-mana. Maunya menulis naskah secara sempurna, bestseller, mengharubiru, komplet, dan mengundang decak kagum. Alih-alih tulisannya tuntas, ini malah terhenti karena kehilangan fokus. Naskah sudah tembus 200 halaman tapi tidak jelas apa yang mau disampaikan!

Nah, masalah dalam proses menulis itu seringkali tak bisa diselesaikan sendiri oleh seorang penulis. Anda dapat mempertimbangkan untuk mencari mentor menulis. Ada juga yang menyebutnya coach menulis meski sebetulnya beda pengertian.

Mentor menulis membantu Anda menyelesaikan problem pembuatan naskah. Bahkan, mentor menulis juga akan memberikan tip dan menuntun Anda untuk melakukan proses  menulis secara sistematis.

Itulah untungnya menulis dengan ditemani mentor menulis!