Tip Mudah Menulis Biografi dan Sosok

tip menulis biografi
tip menulis biografi

Senang, bisa membantu banyak penulis membuat buku kenangan untuk orang-orang yang mereka cintai. Sulit menghitung, berapa banyak buku lahir selama saya memberikan Mentoring Menuntaskan Naskah dalam 1 Bulan. Dari sekian banyak buku yang sudah terbit itu, beberapa di antaranya adalah buku mengenai sosok atau biografi. Ada buku biografi tentang ibunya, gurunya, anaknya, dan lain-lain. Sebagian terbit secara self publishing. Dan, saya bantu secara total sejak menuliskan buku biografi itu hingga berujud buku.

Adalah tip menulis biografi atau sosok secara mudah? Tentu.

Tip pertama, pandailah mengatur jarak! Menulis biografi atau sosok secara manusiawi adalah merekam momen-momen secara utuh. Jika Anda sulit melepas kedekatan maka Anda hanya mampu menulis sebagian kecil dari hidupnya. Bahkan Anda hanya merangkai glorifikasi atau pemujaan.

Aturlah jarak Anda dari tokoh cerita dengan tetap memiliki kedekatan hati dan emosinya. Jika tokoh itu adalah Bunda Anda, berlakulah Anda bukan putri atau putranya. Hadirlah sebagai jurnalis yang ingin tahu banyak. Berlagaklah Anda belum mengenal dia. Atau, setidaknya … sosok yang Anda tulis belum dikenal oleh pembaca buku itu nantinya.

Dengan tip ini, menulis biografi menjadi lebih detail. Anda tentu tak ingin agar pembaca tidak mengetahui kesedihan, kegembiraan, keharuan, perjuangan, dan kalimat-kalimat bernas dari sosok yang Anda tulis. Dengan mengatur jarak, Anda bisa melihat background lebih lapang. Keruangan dari situasi tiap peristiwa bisa tergambarkan dengan lebih menarik.

Nah, Anda ingin menulis biografi bunda Anda? Atau pasangan Anda? Atau ayah Anda? Saya dampingi. Bahkan, sampai naskah itu menjadi buku dan Anda hadiahkan pada mereka! Jadilah penulis biografi saat ini juga!

Saya mudah dihubungi. Buka hape dan kirim pesan ke 0816700257 (Call, SMS, WhatsApp). www.GhostwriterIndonesia.com

Untungnya Menulis Ditemani Mentor Menulis!

mentoring menulis

Menulis itu mudah, yang susah adalah disiplin menulis sampai tulisan selesai! Benar nggak sih? Bener banget! Coba cek ruang penyimpan di komputer Anda. Bisa jadi di situ ada tulisan-tulisan setengah jadi. Atau, baru ditulis judulnya. Bahkan, baru folder-nya.

Tip menulis naskah mudah banget Anda temukan di internet. Tapi, apa untungnya membaca 1001 tip jika problemnya adalah menuntaskan penulisan naskah? Entah itu naskah novel, naskah nonfiksi, bahkan naskah pendek seperti cerpen atau pun puisi … seringkali kita gagal menulis sampai tuntas.

Pengalaman saya selama ini selama memberikan Mentoring Menuntaskan Naskah dalam 1 Bulan Saja membuktikan, kegagalan menulis sampai titik akhir disebabkan oleh masalah klasik berikut ini.

  1. Tidak tertarik lagi dengan tema yang sedang ditulis. Menulis terlalu lama maka daya tarik tema yang sedang ditulis pun bisa basi. Greget pun hilang. Belum lagi ketika perhatian kita tak lagi ada di situ. Maka, naskah pun mangkrak penuh sarang laba-laba di hard disk komputer.
  2. Tidak percaya diri. Tulisan saya jelek. Saya malu. Nah, pernah mengalami hal semacam itu? Tulisan jelek sebetulnya bisa dipoles lagi. Lain halnya jika merasa malu saat tulisannya dipublikasikan. Bila itu naskah kisah hidup, selalu ada tip untuk menghindari rasa malu itu.
  3. Kehabisan waktu dan momentum. Menulis tema lebaran tapi momentumnya sudah lewat karena proses menulisnya diulur-ulur. Ya sudah, wassalam. Tapi bukan berarti tulisan semacam itu tak bisa diolah kembali, lho!
  4. Tergoda tema baru. Penulis produktif sering mengalami godaan untuk membuat tulisan baru meskipun tulisan lama sedang dia garap. Ada kalnya kemunculan buku bestseller menggoda seorang penulis untuk membua naskah serupa. Akibatnya, tulisan yang sedang dia buat pun jadi mandeg.
  5. Patah semangat. Susah banget nulisnya! Data dan riset pun tak mudah. Nah, ini problem lain lagi. Gara-gara kesulitan itu, nulis pun terhenti. Semangat jadi patah di tengah jalan.
  6. Tulisan melebar ke mana-mana. Maunya menulis naskah secara sempurna, bestseller, mengharubiru, komplet, dan mengundang decak kagum. Alih-alih tulisannya tuntas, ini malah terhenti karena kehilangan fokus. Naskah sudah tembus 200 halaman tapi tidak jelas apa yang mau disampaikan!

Nah, masalah dalam proses menulis itu seringkali tak bisa diselesaikan sendiri oleh seorang penulis. Anda dapat mempertimbangkan untuk mencari mentor menulis. Ada juga yang menyebutnya coach menulis meski sebetulnya beda pengertian.

Mentor menulis membantu Anda menyelesaikan problem pembuatan naskah. Bahkan, mentor menulis juga akan memberikan tip dan menuntun Anda untuk melakukan proses  menulis secara sistematis.

Itulah untungnya menulis dengan ditemani mentor menulis!