Co-Publishing: Bikin Naskah dan Pasti Terbit

Bulan ini saya menyorongkan empat naskah dari empat penulis berbeda ke penerbit ngetop di Jakarta. Beda penulis dan juga beda temanya. Ada naskah kesehatan, ada biografi, ada buku bisnis, dan satu lagi buku tentang santri.

Buku itu pasti terbit. Kok bisa?

foto: pixabay.com

Selain soal penguasaan akan jalur dan jejaring, proses “pasti” terbit juga ditopang oleh hitung-hitungan bisnis.

Taruh kata Anda adalah:
– trainer atau motivator dengan jadwal workshop dan seminar yang sudah pasti dalam setahun,
– Anda adalah dosen dengan ratusan mahasiswa pengikut kuliah Anda,
– Anda adalah leader MLM dengan ratusan downline dan jadwal seminar beruntun dalam setahun ke depan,
– Anda adalah dokter yang ingin membuat dan membagikan buku saku kesehatan,
– Anda adalah politisi yang membutuhkan publikasi melalui buku,
– Anda berulang tahun dan ingin membagikan kisah hidup pada keluarga besar,
– Anda punya komunitas besar dan punya karya antologi,
– panjang dan banyak lah contoh lainnya
maka … peluang ini layak Anda ambil.

Kepastian terbit terjadi karena pola kerjasama co-publishing. Apa bedanya dengan menempuh jalur biasa atau cara sejuta umat?

Jalur biasa artinya Anda menyerahkan proses produksi pada si penerbit seluruhnya. Penerbit akan menimbang naskah Anda 2-3 bulan sebelum (kemungkinan terburuk) mereka akan bilang: maaf silakan coba lagi. Kemungkinan terbaik adalah Anda dipeluk editor penerbit yang menangis sambil berkata takjub: ini naskah luar biasa yang kami tunggu sejak seabad lalu. *lebay sih.

Jalur biasa membebankan semua biaya pada penerbit karena itu mereka hanya memilih naskah yang potensi laku dan habisnya besar dan cepat.

Lain soal dengan co-publishing. Pola co-publishing adalah seperti ilustrasi ini. Misalnya Anda dosen atau trainer atau leader MLM seperti saya bilang tadi, Anda sudah berhitung bisa turut menjual berapa buku dalam periode tertentu. Anda bantu penerbit untuk memproses buku itu lebih cepat. Saya beli 600 di awal sebab satu matakuliah saja ada 200 mahasiswa sedangkan saya mengampu 3 mata kuliah dalam satu semester. Itu misalnya.

Penerbit suka. Anda pun senang karena Anda akan lewat jalur tol. Proses penimbangan naskah tak perlu menunggu 3 bulan. Pengalaman saya, seminggu dua minggu saja Anda sudah dapat kepastian bukunya lolos atau tidak. Jarang sih tidak lolos kecuali buku Anda temanya aneh bin ajaib atau ada lambang palu arit di dalamnya.

Butuh biaya besar? Ada hitungannya yang bisa Anda kalkulasi sekarang. Tapi keuntungan juga ada dan besar. Sebuah buku bisa memberikan keuntungan jutaan rupiah ke kantong Anda dalam tempo cepat tanpa menunggu enam bulan layaknya menanti royalty. Taruh kata Anda membuat satu buku yang dibeli oleh 500 mahasiswa Anda maka potensi duit untuk Anda sekitar 40% dari harga eceran buku. Angka itu berasal dari 30% diskon dan 10% royalty. Beda penerbit memang beda angka tapi kisaran sebesar itulah. Menggiurkan, bukan?

Keuntungan lain apa? Kredibilitas, dong. Naskah Anda akan menjadi buku dengan nama penerbit beneran bahkan penerbit besar kalau saya bantu. Buku Anda akan ber-ISBN resmi bukan abal-abal. Kalau Anda pendidik, buku Anda akan menaikkan nilai poin Anda. Kalau Anda trainer dan motivator, logo penerbit besar Akan mengasosiasikan Anda sebesar dan seterkenal penerbit itu.

Berita baiknya, saya siap bantu Anda untuk proses co-publishing. Dan, free karena itu menjadi bonus untuk Anda yang memakai jasa-jasa saya.

Bikin buku dan menerbitkan buku memang simpel kok. Boleh kontak saya kalau tergoda.

www.haloghostwriter.com
WA 08159904562