Writing Tresna Jalaran Seka Kulina

Saya suka menulis,karena pada dasarnya saya pemalu (*yang ga percaya silakan simpan dulu rasa ketidakpercayaan Anda), jadi menulis merupakan sarana saya mencurahkan isi hati dan perasaan. Menulis bagi saja memiliki efek terapetik. Membantu saya menyalurkan perasaan-perasaan yang tak tersampaikan, omelan saya yang cuma di awang-awang, gemes saya sama penampilan orang, rasa pengen saya akan sesuatu yang belum kesampaian dan masih banyak lagi.


Saya bisa menulis tentang si Anu yang tertuang menjadi tokoh dengan nama yang sesuka hati saya bisa saya ganti. Saya bisa menulis pengalaman saya tanpa harus menunggu ada orang lain mau mendengarkan cerita saya. Dengan tulisan, saya tidak harus memaksa orang untuk mendengarkan curhat saya, karena yang mau pasti akan membacanya yang tidak mau dan tidak suka, tidak perlu membacanya, gitu aja kok repoot?

Pelajaran bahasa Indonesia di bangku sekolah banyak mengajarkan saya tentang menulis, dari membuat kerangka karangan dan mengembangkannya menjadi kalimat inti dan kalimat pembantu. Tapi sepertinya saya lebih menikmati jadi “free styler” , yang penting nulis dulu – nanti baru di-edit. Denga gaya ini memang proses menulis saya lancar tetapi kadang cenderung “overwhelming” dan terlalu banyak ide yang campur aduk Kegiatan mentoring menulis kembali mengingatkan saya kepada pentingnya membuat suatu outline, kerangka karangan, premis dan sebuah sinopsis. Dan memang sangat membantu dalam proses menulis. Inti cerita dan topik tetap fokus dan terjaga, dan mengalir dengan baik.

Dengan kerangka karangan pun, kadang saya masih mengalami stagnansi, mati gaya dan kehabisan ide untuk merangkai kata. Nah kalau sudah begitu, karena saya suka musik, saya menggunakan stimulus musik untuk membangkitkan ingatan-ingatan saya tentang apa yang saya tulis. Contohnya sewaktu saya menulis dengan background tahun ’98-an, saya mendengarkan lagu-lagu yang hits di era itu. Semua kenangan tentang apa yang sedang ngetrend dan happening di kala itu, membantu dalam menulis setting
ataupun penampilan tokoh yang saya tulis.

Cara lainnya adalah dengan berbincang dengan teman tentang topik yang kita tulis. Dengan menceritakan kembali, biasanya akan muncul ide-ide segar yang bisa ditambahkan dalam menulis. Pertanyaan-pertanyaan yang muncul dan harus kita jawab merupakan stimulus kita untuk memunculkan ide dan menambah untaian kata dalam tulisan kita.

Kalau me-refresh mood menulis dengan traveling itu sudah jelas! Banyak ide saya dapat dengan traveling. Tempat yang baru memperkaya cerita kita. Problem saya adalah sering traveling dari pada menuliskannya. Ketika jadwal jalan-jalan sambung menyambung, ide yang ada sebelumnya tersimpan bersama souvenir yang kita beli sewaktu jalan-jalan. Namun demikian, foto-foto yang saya dapat selama travelling banyak membantu menulis. Dengan melihat kembali foto-foto tersebut, bisa me-recall memori saya tentang apa yang ingin saya tuliskan. Foto juga membantu saya dalam mendeskripsikan sesuatu yang saya ingin tulis terlihat nyata.
Bagaimana caranya saya “mencicipi” tulisan saya sudah enak atau belum?
Biasanya saya akan baca ulang setelah tulisan jadi. Kalau saya menulis sesuatu yang “touchy” , biar pun saya baca ulang lagi tetap akan menghadirkan perasaan yang sama.

Kadang saya senyum-senyum sendiri atau bisa tetap menitikkan air mata ketika membaca kembali bagian yang saya tulis. Tentu saja tidak mengabaikan peran orang lain untuk “mencicipi” tulisan saya. Kalau kita minta teman atau saudara kita membaca dan masih berkerut dahinya dan banyak pertanyaannya, mungkin tulisan kita hanya kita dan rumput
bergoyang yang mengerti.

Singkat kata, menulis itu berbahaya!!! karena bisa menjadi candu! Ketika tulisan saya diapresiasi, saya jadi ingin menulis lebih banyak lagi. Semakin banyak menulis, juga membuat skill menulis kita lebih baik lagi. Benar kata pepatah Jawa , writing tresna jalaran seka kulina. Kita bisa karena terbiasa.

Tulisan Elizabeth Rose, penulis buku “Look at My Garden”, hobi nulis dan traveling tinggal di Vientiane, Laos

Jasa Ghostwriter Seperti Apa?

Bukan hantu bukan setan, tapi sosok mereka ada. Itulah Ghostwriter. Orang menyebut juga dengan julukan penulis bayangan atau bahkan penulis siluman.

Oke, apa pun julukannya, jasa ghostwriter semakin lama semakin dikirik oleh penulis profesional di Indonesia. Mungkin gara-gara saya yang suka memberikan pelatihan mengenai writerpreneur sehingga mata para penulis terbuka: oh … ada ya jasa ghostwriter di Indonesia?

foto: pixabay.com

Anda mungkin menemukan artikel mengenai jasa ghostwriter ini melalui Google, dana tugas saya sekarang untuk menjelaskan seperti apa jasa penulis bayangan ini bekerja.

Saya mulai dari Anda–taruhlah Anda searching di Google untuk mencari saya untuk membuatkan naskah.

Anda sudah tepat untuk menghubungi saya–Ghostwriter Indonesia–untuk keperluan penulisan buku. Setidaknya ada kompetensi yang harus dimiliki oleh pemberi jasa ghostwriter yakni kompeten menulis, kompeten menyunting, dan kompeten melakukan wawancara. Banyak orang bisa menulis. Banyak juga orang yang mahir menyunting, banyak juga jurnalis yang sudah oke untuk melakukan sesi wawancara. Namun, penulis profesional yang menguasai tiga hal itu masih jarang. Setidaknya, tidak banyak penulis yang terus mengasah kemampuan mereka dalam hal kompetensi tiga hal itu.

Setelah Anda menemukan pemberi jasa Ghostwriter, tahap berikutnya adalah Anda membuka pembicaraan kerjasama dengannya. Silakan saling cocok-cocokan. Baik itu chemistry, kompetensi (Anda bisa minta portofolio dia), keluasan wawasan dia, dan tingkat pelayanan dia. Ukurlah dengan banyak berbicara dan berdialog. Anda berhak untuk itu.

Kalau sudah merasa cocok, mulailah lebih detail menanyakan pola kerjasama yang dia punya. Apakah dia hanya menyediakan jasa ghostwriter saja, atau sampai ke jasa penerbitan buku, atau lainnya. Kompetensi pemberi jasa ghostwriter juga diukur dari sisi ini. Sebagai contoh, kami dari Ghostwriter Indonesia memiliki relasi yang sangat dekat dengan penerbit papan atas sekelas grup Gramedia Publisher. Keunggulan ini memungkinkan naskah Anda untuk bisa terbit di penerbit terbaik di Indonesia itu.

Apa lagi setelah itu? Tentu Anda perlu tanda tangan kontrak. Perhatikan hak dan kewajiban masing-masing pihak. Anda boleh yang menyiapkan kontraknya atau biarkan si pemberi jasa ghostwriter yang mengajukan draft. Baca teliti dan tanda tangani bila sudah sepakat.

jasa ghostwriter buku jakarta
foto: pixabay.com

Lanjut dengan proses wawancara dan penulisan. Sesi ini bisa berlangsung sebulan-dua bulan. Tergantung waktu Anda sebagai narasumber dan tergantung profesionalitas si pemberi jasa ghostwriter. Saya biasanya mengambil waktu pengerjaan dua bulan sudah beres termasuk sesi wawancara, penulisan, revisi, hingga naskah ready to print.

Selesai sampai di situ? Seharusnya tidak. Seorang ghostwriter profesional akan memberikan jalan bagi kliennya untuk menerbitkan buku. Entah melalui penerbit umum atau untuk diterbitkan internal. Tanyakan kemampuan penulis itu sampai seberapa jauh dia bisa membantu Anda.

Begitu urutan prosesnya. Simpel bukan?

Nah sekarang tip untuk menemukan jasa ghostwriter profesional di Indonesia.

Pertama, carilah jasa ghostwriter profesional. Bukan sekadar orang yang pernah nulis (baca paragraf di atas mengenai 3 kompetensi dasar yang harus dimiliki ghostwriter)

Kedua, cek portofolio dia. Mungkin dia penulis produktif, tapi tidak sesuai dengan gagasan Anda. Misalnya, dia novelis dengan 10 karya padahal yang Anda butuhkan adalah seseorang yang mampu menulis naskah kesehatan karena Anda seorang dokter, misalnya.

Ketiga, pertemuan dengan penulis tersebut adalah tahap krusial. Anda bisa mengukur keramahan dia, cara dia melayani Anda, kemampuan dia menggali informasi dari Anda, dan keluasan relasi dia dengan penerbit-penerbit ternama.

Keempat, jasa ghostwriter dan jasa penulis biografi adalah tidak sama. Ada skill tertentu yang harus dimiliki oleh penulis biografi. Ada kalanya penulis biografi juga harus mampu membuat narasi memikat layaknya novel. Karena itu, cek juga portofolio dia mengenai hal itu.

Kelima, jangan asal murah. Bisa jadi si pemberi jasa ghostwriter itu memang baik hati dan suka menolong klien seperti Anda. Tapi bisa jadi dia sedang merintis karier di bidang jasa penulis bayangan ini sehingga sedang (sekadar) memburu portofolio dulu. Ada harga wajar untuk jasa ini. Kisaran tarif jasa ghostwriter ada di angka 20 juta hingga 40 jutaan per naskah. Kurang dari itu atau lebih dari itu dapat Anda nilai kelayakannya berdasarkan kompetensi dan portofolio dia.

Itu lima hal utama yang patut Anda pertimbangkan. Semoga membantu Anda untuk bisa menemukan penulis buku terbaik untuk gagasan Anda.

Salam dari saya, Anang YB Ghostwriter Indonesia.

Cara Menerbitkan Buku Sendiri Murah dan Untung

buku panduan pengobatan diabetes
tip menerbitkan buku sendiri. foto: free images pixabay.com
Halo, saya  Anang YB mau sharing tentang menerbitkan buku sendiri atau istilah bulenya self publishing. Ini saya sampaikan karena dua hal. Pertama, saya sudah menjalani proses ini sejak lima tahun lalu dan kedua, saat ini proses memasukkan naskah ke penerbit umum semakin sulit dan mahal karena sering diminta beli buku di awal.
Oke, kita mulai dari batasan istilah dulu, self publishing adalah kegiatan seorang penulis untuk menerbitkan karyanya sendiri melalui penerbit yang dia miliki.

Artinya, kalau dia menerbitkan karya orang lain, maka batallah istilah itu. Atau, dia menerbitkan karyanya di penerbit lain maka batal juga pengertian ini. Seperti misalnya, saya menerbitkan karya Panjikristo yang berjudul “Mbah Jito” maka itu bukan self publishing.

Penerbit yang dimaksud bisa berupa perusahaan berbadan hukum tapi bisa juga tanpa badan hukum. Jadi, bisa saja saya mencetak buku dan saya jual tanpa repot mendirikan perusahaan penerbit. Keuntungan punya perusahaan penerbit adalah Anda berhak mengajukan pembuatan ISBN ke perpusnas.

Langkah-Langkah Self Publishing
Tentu Anda harus punya naskah sendiri. Bukan jiplakan tentu saja. Naskah apa saja bisa Anda terbitkan termasuk naskah yang sudah ditolak penerbit umum puluhan kali. Entah itu puisi, kumpulan cerpen,bahkan autobiografi Anda.

Masih ada langkah pracetak dan cetak. Langkah pracetak meliputi proses penyiapan naskah menjelang masuk mesin cetak. Pada tahap ini Anda perlu menyunting naskah, melengkapi komponen naskah, mendesain isi buku, dan mendesain kover. Kalau Anda punya penerbit berbadan hukum, Anda perlu juga mengurus ISBN ke Perpusnas.

Sudah ready dengan desain buku Anda? Carilah percetakan yang berpengalaman mencetak buku. Bukan sekadar mencetak stiker atau undangan kawinan. Saat ini sudah banyak percetakan semacam itu. Anda bisa mencetak satuan. Carilah jasa Print on Demand sebab mereka memiliki mesin digital dengan kualitas mencetak buku secara satuan. Sedangkan percetakan offset seringkali meminta Anda mencetak minimal 500 eksemplar.

Biaya yang Harus Ditanggung
Self publishing artinya Anda sudah masuk ranah bisnis. Ketika Anda membeli buku antologi dengan harga 70 ribu rupiah, Anda bisa berhitung nantinya mengapa harganya sebesar itu.

Biaya yang Anda perlu budget-kan adalah:
1. Biaya editing. Anda bisa menyunting naskah sendiri, tentu saja. Tapi kalau Anda mau pakai jasa profesional, biasanya tarifnya 10 ribuan per halaman 300 kata untuk jasa sunting ringan. Tentu ada yang pasang tarif lebih murah atau lebih mahal dari itu.

2. Biaya desain isi. Istilah kerennya jasa layout. Saya kadang me-layout sendiri buku yang saya terbitkan dengan memakai program Words. Tapi kalau Anda mahir pakai program khusus semacam Adobe InDesign tentu lebih afdol. Jasa di luaran untuk desain isi buku adalah sekitar 5 ribu rupiah per halaman buku. Jadi, tidak dihitung per kata lagi.

3. Biaya desain kover. Sebelum membuat kover, pastikan Anda sudah fix dengan judul, subjudul, nama Anda (mau pakai nama pena kah?), blurb atau teks untuk kover belakang, dan ISBN bila perlu. Saya memilih bikin sendiri dengan Adobe Photosop biar ngirit. Kalau pakai jasa orang lain bisa kena harga di kisaran 300 ribu sampai 1 juta per desain.

4. Akhirnya, siapkan budget untuk cetak buku. Ongkos cetak di percetakan digital/Print on demand tidak mahal. Untuk buku dengan ketebalan 160-an halaman ongkosnya 25 ribu-35 ribu saja. Dan, seperti saya bilang, Anda bisa cetak satuan. Oh ya, perhatikan saat Anda mendesain buku, aturlah jumlah halaman (termasuk halaman romawi) dalam kelipatan 8 agar tidak ada halaman kosong.

Tip Jualan Buku Self Publishing
Apa gunanya bikin buku tapi tidak diedarkan, to? Kecuali memang buku itu untuk konsumsi sendiri. Nah, cara paling gampang untuk hemat investasi adalah dengan teknik preorder.

Jurusnya, Anda siapkan desain cover sebulan sebelum naik cetak. Promosikan cover itu dengan sales letter merayu-rayu agar follower dan teman medsos Anda tergoda membeli. Anda bisa pasang harga dua kali ongkos cetak. Misalnya, buku Anda jual 40 ribu-60 ribu bonus tanda tangan Anda. Untuk tahap preorder boleh diberi iming-iming diskon 20% sampai tanggal tertentu.

Setelah transferan masuk, barulah Anda membawa naskah yang sudah didesain rapi ke percetakan. Anda bisa mencetak lebih banyak dari jumlah orderan karena harga jual buku sudah Anda dongkrak naik sebelumnya.

Nah, info ini menggoda Anda untuk menjadi self publisher? Kenapa tidak. Coba lakukan deh, pasti ketagihan.

Anda juga bisa mengontak saya jika memerlukan bantuan untuk menerbitkan karya Anda. Hubungi Ghostwriter Indonesia di WhatsApp 0815-990-4562 (Tjandra Susi)

*info ini bermanfaat? Silakan share tanpa mengurangi dan mengganti isinya.

Ahok Sudah Hampir Khatam

Hari ini, teman-teman penulis #KamiAhok sebanyak 10 orang main ke “kos” Ahok. Seperti biasa, banyak kisah seru dipanen teman-teman saya itu. Satu hal biasa tapi berkesan adalah pengakuan Ahok kalau selama di dalam penjara, dia sudah mengkhatamkan Al-Quran terjemahan Kementerian Agama. Ia fasih menjelaskan urutan surat dalam al-Quran.
Dasar Ahok!

Di bawah ini saya posting tulisan dua kawan baik saya sesama penulis buku #KamiAhok, yakni Mas Harry dan Gus Mis. Siapa keduanya? Baca deh profilnya di buku #KamiAhok ya. Tulisan-tulisan ini saya posting seizin mereka pastinya.

[beli buku #KamiAhok di sini: BELI BUKU #KAMIAHOK] Continue reading “Ahok Sudah Hampir Khatam”

Menyunting Naskah Fiksi

Pernah mendapat job menyunting naskah fiksi? Nah, tahukah kamu kalau menyunting naskah fiksi itu lebih sedikit kerjanya daripada menyunting naskah nonfiksi?

Benar lho. Mari kita cek struktur naskah nonfiksi terlebih dahulu. Di dalamnya biasanya ada struktur dan sistematika bab yang terdiri dari bab, subbab, bahkan sampai subsubbab. Naskah nonfiksi juga seringkali menyertakan tabel, rumus, bahkan diagram, dan statistik. Tak cuma itu, naskah nonfiksi juga ada foto dengan caption bernomor urut, ditambah daftar pustaka, indeks, dan testimoni.

Lumayan banyak hal yang harus dicermati saat harus menyunting naskah nonfiksi!

Lain hal saat kamu dapat job menyunting naskah fiksi. Di sana tak ada struktur bab, kamu juga tak perlu ribet mengecek isi tabel, mengurutkan nomor caption gambar, tabel, maupun diagram. Daftar pustaka pun tak ada sehingga kamu tak harus pusing mengecek daftar rujukan ini dan itu.

Jadi apa pekerjaan penyunting naskah fiksi? Ia hanya perlu menyediakan waktu untuk memikirkan apakah kalimat benar atau tidak, serta apakah kalimat mudah dipahami atau tidak. Dalam level penyuntingan naskah fiksi yang lebih dalam, penyunting kadang diminta untuk mengecek konsistensi dan daya pikat cerita.

Simpel ya? Iya. Cuma, biasanya penyunting naskah fiksi adalah penyuka bacaan fiksi juga. Ia perlu punya taste dan naluri untuk membesut naskah lebih baik lagi. Sedangkan penyunting naskah nonfiksi terkadang tak harus seorang penyuka suatu tema. Ia bisa menyunting naskah kesehatan, bisnis, bahkan naskah rohani.

Jadi, kamu siap menjadi penyunting naskah fiksi? Banyak-banyaklah baca novel dan cerpen.

foto: pixabay.com

Mengatasi Macet Menulis Naskah

mengatasi macet writer's block
mengatasi macet menulis writer block
mengatasi macet menulis

Haloo … Siapa yang udah semangat nulis, udah menghabiskan banyak waktu untuk ngetik berhari-hari bahkan berminggu-minggu tapi naskahnya belum tuntas juga?

Pasti ada masalah, kan? Ya … Nulis itu kadang butuh mood. Kadang butuh suasana tenang, kadang mendadak berhenti dan buntu karena banyak alasan, diantaranya:

  1. Mendadak dapat ide tulisan baru. Jadinya, ide tulisan lama tersingkir sementara waktu.
  2. Mendadak nggak suka nulis tema itu karena masuk ke topik yang tidak disukai atau tidak dikuasai
  3. Mendadak habis saja bahannya. Niat mau nulis 100 halaman tapi sudah tak ada bahan sampai di halaman 20
  4. Mendadak merasa tulisannya super garing, nggak ada rasanya.
  5. Mendadak nggak yakin ide tulisannya bakal dilirik penerbit
  6. dan masih buanyaaaak banget alasan yang membuat tulisan tiba-tiba susah dilanjutkan.

Nah, gagal menyelesaikan tulisan itu–ada yang menyebutnya writer’s block–seperti gagal membangun rumah. Analoginya kayak gitu. Proses pembangunan rumah sekadar mengandalkan semangat. Padahal banyak lho yang harus disiapkan untuk membuat sebuah rumah berdiri kokoh dan bagus. Apa aja itu dan kaitannya dengan naskah?

Pertama, sebuah rumah butuh desain detail. Kita sudah membangun rumah kalau semua cuma ada di angan-angan. Meski secara global sudah terbayang bakal punya berapa berapa kamar mandi dan berapa kamar tidur, tapi kamu susah untuk membayangkan kalau tidak didesain secara detail. Demikian pula dengan sebuah naskah buku. Pastikan kita sudah punya “desain isi buku”. Ini bukan sekadar deretan bab demi bab saja. Desain isi buku disebut juga dengan outline naskah.

Outline naskah adalah sebuah rincian detail atas isi sebuah naskah yang disusun sistematis dan detail. Outline naskah memang berisi judul bab dan subbab (ini dapat diubah nanti di akhir penulisan naskah) lengkap dengan deskripsi naratif mengenai isi setiap bagian itu.

Kedua, membangun rumah mesti berhitung jumlah semen, kayu, pasir, bata. Semua itu mesti disiapkan. Tidak harus sekaligus harus ada di awal. Bahan yang wajib ada pada saat mulai membangun rumah adalah batu fondasi dan semen. Demikian pula dengan proses menyusun naskah. Miliki dulu tema dan topik yang kuat. Tulis gede-gede tema dan topik itu di atas kertas dan pasang di samping laptop atau komputer Anda. Jangan dilepas sebelum naskah selesai tuntas.

Material lain seperti bata, kayu, kaca jendela, dan baja ringan serta genteng bisa disiapkan secara bertahap. Itu ibarat bahan bacaan dan referensi dalam proses menyusun buku. Anda dapat mulai baca dan cari penguat untuk topik yang sedang Anda susun. Kalau naskahnya berupa cerita fiksi, luangkan waktu untuk nonton film, sinetron, atau video-video yang memuat dialog-dialog cerdas dan pas. Kalau naskahnya adalah novel anak gaul, ya tonton film Amerika dan film Indonesia yang seumuran itu. Tangkap suasana, emosi, dan gaya gaulnya.

Ketiga, buat kepastian kapan rumah itu mau dituntaskan bikinnya. Mau setengah tahun atau dua bulan saja. Ini penting lho sebab urusan hidup ini bukan cuma bikin rumah doang. Anda sudah nggak sabar untuk bisa menikmati rumah itu kan? Nggak beda dengan membuat naskah buku. Mengatasi macet saat menulis  dapat diatasi dengan memastikan Anda bikin deadline sejak awal! Pokoknya pastikan Anda mau tuntas berapa minggu naskah itu. Mau sebulan menuntaskan naskah? Atau dua bulan? Tulis niat itu dan tempel juga di dekat komputer.

Keempat, siapkan cat dan aksesoris rumah yang buaguuus ya. Biar rumah yang sudah kita bangun tembok-temboknya makin keren dan nikmat untuk dihuni. Naskahnya juga ya … Siapkan cat yang indah. Ini adalah proses editing dan pengayaan naskah. Editing adalah mempercantik pembuatan kalimat, susunan paragraf, bahkan kalau perlu menambal bagian tulisan yang belum cukup mendalam. Sebuah naskah dapat dipercantik dengan menambahkan quote, text box, ilustrasi, infografis, dan foto Anda kalau merasa keren, hahaha…

Nah, tidak sulit kan untuk mengatasi macet saat nulis? Pokoknya tidak susah untuk menuntaskan naskah buku yang sedang Anda buat. Tapi kalau mau belajar cara menulis cepat, tersetruktur, tepat waktu dengan hasil tulisan keren standar penerbit nasional, boleh kok ikut mentoring online privat menuntaskan naskah saya. Nanti saya kasih tahu jurus-jurus saya sampai bisa bikin 40 buku selama karier dan masih nambah terus tiap bulannya.

Panduan Membuat Start Up dan Menjalankannya

Start me up ebong eka
Start me up ebong eka

Satu buku bagus ada di lemari perpustakaan saya.  Dulu saat membeli  buku itu saya pikir penulisnya orang Indonesia, tercantum nama bule Ebong Eka.  Eh ternyata dia orang Amrik hahaha…

Ebong Eka menulis buku apik dan praktis berjudul Start Me Up! dengan subjudul Temukan panduan memulai bisnis kecil dan menjalankannya.

Saya terpikat beli dan baca sampai tuntas buku Start Me Up!  ini karena si penulis telah menciptakan panduan yang bagus untukmencapai bisnis yang sukses.

Bagusnya di mana buku ini?

Dalam Start Me Up!  Anda akan belajar bagaimana untuk:

– Menghilangkan keraguan untuk memulai bisnis

– Menciptakan ide bisnis yang sederhana

– Fokus pada bisnis yang telah Anda jalankan

– Membuat pelanggan Anda membayar lebih tanpa harus kehilangan mereka.

– Memasarkan bisnis Anda dengan tepat dan efisien

– Menciptakan brand yang akan selalu diingat dan dekat dengan pelanggan Anda.

Menarik kan?  Menurut si penulis,  memulai start up yang sukses senantiasa membutuhkan pemahaman pentingnya Empat S: Struktur,  Strategi,  Sistem,  Sale.

Buku setebal 332 halaman ini layak Anda miliki jika serius ingin mendirikan start up saat ini juga.

Temukan buku ini di Toko Gramedia atau saya bantu belikan.  Hubungi saya melalui email anangyb@gmail.com 👍

 

Alasan Mengapa Anda Tak Perlu Ragukan Jasa Penulis Freelance

kelas menulis online nonfiksi
kelas menulis online nonfiksi

Sebelum membicarakan penulis freelance, lebih baik kita mengerti dulu apa yang disebut dengan freelance. Freelance berarti bekerja lepas tanpa ikatan perusahaan atau orang lain dalam jangka waktu yang lama. Seorang freelancer bekerja per proyek dan menerima gaji per proyek pula.

Semakin lama, semakin banyak orang merasa jenuh bekerja di kantor. Banyak orang akhirnya memilih untuk mengundurkan diri dari kantor dan menjalani pekerjaan barunya sebagai seorang freelancer. Biasanya bidang pekerjaan yang diambil sesuai dengan keahlian mereka masing-masing.

Mengapa memilih menjadi seorang freelancer? Banyak keuntungan yang bisa didapat jika kita menjadi seorang freelancer. Berikut akan kami uraikan keuntungan menjadi seorang freelancer.

  1. Fleksibel

Tidak terikat kepada suatu perusahaan berarti menggunakan aturan sendiri dalam mengatur waktu. Seorang freelancer bisa menentukan sendiri kapan harus bekerja, istirahat, dan kemudian bekerja lagi. Dengan jadwal yang fleksisbel ini, seorang freelancer juga bisa bekerja sambil melakukan hal lain serperti olahraga misalnya.

  1. Bisa bekerja kepada banyak perusahaan atau orang sekaligus

Kecuali jika ada perjanjian untuk bekerja hanya kepada suatu perusahaan atau seseorang, seorang freelancer bebas ingin bekerja kepada siapa saja. Jika memang sanggup, seorang freelancer biasanya mengambil beberapa project dari pemberi pekerjaan yang berbeda. Selain memperbanyak pengalaman, memperbanyak penghasilan juga, bukan?

  1. Bekerja secara mandiri

Seorang freelancer dituntut untuk bisa mengatur semua hal yang berhubungan dengan pekerjaannya sendiri. Mulai dari promosi diri, mencari project, mendatangkan orang yang ingin memberinya pekerjaan, hingga bekerja dan menerima gaji. Semuanya harus dilakukan sendiri dengan cermat.

Salah satu bidang pekerjaan freelance yang paling diminati adalah bidang jurnalistik, salah satunya yakni menulis. Banyak orang menawarkan jasa penulis freelance di internet baik melalui web penyalur freelancer yang ramai pengunjung ataukah dengan cara promosi sendiri.

Banyak jenis tulisan yang biasa ditawarkan seorang penulis freelance. Ada yang menawarkan jenis tulisan yang paling mereka kuasai, ada pula yang mampu membuat tulisan jenis apapun. Menurutnya, rangkaian kata yang disusunnya tepat untuk segala jenis tulisan.

Adalah novel, karya ilmiah, artikel, esai, cerpen, puisi, konten blog, dan skripsi yang menjadi karya tulisan paling banyak ditawarkan oleh jasa penulis freelance. Semua ditawarkan dengan kisaran harga, waktu, dan kualitas yang berbeda. Tergantung seberapa profesional dan pengalaman mereka dalam menghadapi klien.

Banyak keuntungan yang bisa Anda dapatkan jika meminta jasa penulis freelance. Dengan waktu mereka yang fleksibel, Anda bisa berkonsultasi lebih banyak tentang tulisan yang Anda ingin hasilkan. Akan ada banyak waktu untuk menjelaskan detail apa yang akan menjadi topik bahasan dalam tulisan tersebut.

Selain membayar jasa penulis freelance, Anda juga berhak mendapat ilmu dari penulis freelance. Biasanya mereka akan dengan rendah hati dan terbuka membagi ilmunya untuk Anda terapkan juga di kemudian hari. Sangat menguntungkan, bukan?

Tim kami, Ghostwriter, menjadi salah satu yang membuka jasa penulis freelance. Dengan berbagai keuntungan seperti yang sudah kami paparkan di atas, kami mampu dan siap menjadi bagian dari tulisan Anda, apa pun bentuknya. Tulisan fiksi seperti novel, cerpen, puisi? Atau tulisan non fiksi seperti karya ilmiah, konten blog, kisah memoar? Kami siap membuatkannya untuk Anda.

Bagi kami, kepuasan klien yang utama. Maka, semua akan dimulai dengan diskusi mengenai tulisan seperti apa yang Anda inginkan. Barulah ditentukan titik deal antara Anda dengan tim kami sebagai jasa penulis freelance, terutama masalah tarif dan waktu pengerjaan. Semua bisa disesuaikan dengan keinginan Anda.

 

Jangan ragu untuk bertanya jika Anda membutuhkan informasi lebih lanjut.

Ghostwriter bisa dihubungi melalui WA atau SMS di 0816-700-257 atau melalui email anangyb@ghostwriterindonesia.com

 

 

 

 

Jasa Penulis Puisi untuk Hari Spesialmu

jasa menulis di jakarta

Puisi merupakan suatu jenis karya sastra yang berisi ungkapan penulisnya, mengandung rima, dan diungkapkan dengan menggunakan pilihan kata-kata yang berbeda dari tulisan pada umumnya. Puisi banyak menggunakan kata-kata yang bersifat konotatif atau kata-kata yang mengandung makna bukan sebenarnya. Pada umumnya, pembaca membutuhkan pemahaman yang mendalam untuk bisa mengerti betul makna yang disampaikan penulis puisi.

Berbeda dengan tulisan pada umumnya, segi estetika menjadi bagian utama untuk ditonjolkan dalam puisi. Semakin indah dan semakin tepat pilihan kata-kata yang digunakan dalam puisi, maka akan semakin diminati pula puisi tersebut.

Seorang penulis puisi atau penyair biasanya senang untuk menimbulkan tanya di benak para pembacanya. Mereka selalu tertarik untuk menciptakan suatu keanehan atau ketidakbiasaan dalam puisi yang dibuatnya. Baik dari kata-kata yang digunakan hingga bentuk puisi tersebut. Ada yang berbentuk bait seperti biasa, tetapi ada juga yang dibuat melingkar hingga zig-zag. Seorang penyair senang berekspresi di dalam puisinya, sehingga seolah tidak ada batasan untuk menulis puisi. Menurut waktunya, puisi dibagi menjadi dua, yaitu puisi lama dan puisi baru.

Puisi lama yaitu puisi yang terikat oleh aturan-aturan yang baku, yakni meliputi jumlah kata dalam satu baris, jumlah suku kata dalam satu baris, jumlah baris dalam satu bait, rima, dan irama. Yang termasuk dalam puisi lama yaitu pantun, karmina, mantra, seloka, gurindam, syair, dan talibun.

Puisi baru yaitu puisi yang sifatnya lebih bebas karena tidak terikat dengan aturan-aturan yang baku baik itu dari segi jumlah kata, jumlah baris, suku kata, maupun rima.

Ada pula yang disebut dengan puisi kontemporer. Puisi ini merupakan puisi yang lahir di zaman sekarang. Isi maupun bentuknya menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Kata-kata yang digunakan pun seringkali tidak lagi memperhatikan kesantunan. Yang terpenting hanyalah makna yang disampaikan oleh penyair.

Dalam puisi kita mengenal adanya empat struktur batin puisi. Keempat struktur batin tersebut meliputi tema atau makna, rasa, nada, dan amanat. Ada pula yang disebut dengan struktur fisik puisi, yang terdiri dari diksi, imajeri, bahasa figuratif, kata konkret, ritme, dan rima.

Pernah mendengar istilah citraan? Ya, citraan merupakan gambaran dari suatu puisi. Citraan erat kaitannya dengan pancaindera. Citraan dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu citraan bauan, citraan gerakan, ditraan lihatan, citraan dengaran, citraan rabaan, dan citraan cecapan. Semua digunakan untuk bisa memahami makna di balik sebuah puisi.

Puisi digunakan seorang penyair untuk berkomunikasi kepada pembacanya, siapa pun dia dan dari kalangan mana pun dia. Tidak jarang juga seorang penyair membuat puisi untuk ‘menyentil’ para petinggi negara atau fenomena memprihatinkan yang terjadi di negaranya. Tujuannya sederhana, agar mereka sadar akan kepedihan hati orang-orang kecil yang jarang mereka perhatikan.

Banyak pula yang membuat puisi untuk sekadar mengungkapkan perasaan, baik itu jatuh cinta, sedih, bimbang, takut, atau bahagia. tidak hanya mengungkapkan perasaan, lebih dari itu si penyair berusaha agar pembacanya juga belajar dari apa yang dia rasakan yang berarti berguna pula bagi kehidupan pembaca.

Memang banyak manfaat dari menulis puisi untuk diri sendiri dan juga orang lain, baik untuk keperluan pribadi maupun sosial. Untuk itu, mengapa Anda tidak mulai menulis dan membagikan puisi Anda untuk orang-orang sekitar?

Jika Anda masih merasa sulit untuk menulis puisi, tim Ghostwriter siap membantu dan membimbing Anda sebagai jasa penulis puisi. Apa pun keperluan Anda, jika Anda membutuhkan jasa penulis puisi, Anda dapat mempercayakannya kepada kami.

Kami sudah menghasilkan berbagai macam karya tulisan untuk berbagai keperluan. Salah satunya yaitu dengan menawarkan jasa penulis puisi. Anda tidak perlu khawatir mengenai tarif. Tarif yang kami tawarkan tentu akan sesuai dengan kualitas jasa penulis puisi yang kami hasilkan untuk Anda.

Anda juga tidak perlu khawatir tentang waktu pengerjaan. Banyaknya pengalaman kami dalam menangani klien telah mengantarkan kami menjadi seorang Ghostwriter yang profesional, salah satunya sebagai penyedia jasa penulis puisi.

Karenanya, Anda tidak perlu ragu untuk menggunakan jasa penulis puisi dari Ghostwriter.

Ghostwriter bisa dihubungi melalui WA atau SMS di 0816-700-257 atau melalui email anangyb@ghostwriterindonesia.com