Cara Menulis Biografi Tokoh

Menulis biografi seolah pekerjaan penulis senior. Apakah memang sesulit itu untuk menulis buku biografi. Jawabannya antara ya dan tidak.

Pengalaman saya selama menulis buku biografi memastikan memang ada kompetensi khusus yang wajib dimiliki oleh seorang penulis yang niat jadi penulis biografi. Diantaranya adalah:

Penulis biografi adalah periset ulung. Jika untuk menulis naskah nonfiksi “biasa” saya butuh minimal melahap lima buku maka riset sebuah naskah buku biografi bisa lima kali lipat bahkan lebih. Riset juga tak sebatas buku tetapi juga kliping berita koran, Googling, foto-foto, dan masih banyak lagi.

Penulis biografi adalah AC/DC alias penulis fiksi dan nonfiksi. Naskah biografi jelas-jelas nonfiksi. Ia akurat, dapat dilacak kebenarannya, didukung dengan data dan telaah yang sahih. Di dalamnya tak boleh ada kisah rekaan. Namun begitu, menulis buku biografi juga butuh seni bertutur yang memikat layaknya seorang novelis. Fakta lokasi dan fakta waktu dapat dikisahkan dengan penuh emosi dan daya pikat yang lekat. Penokohan dibangun dengan detail berdasarkan riset. Penulis biografi juga mampu merajut konflik-konflik faktual dengan demikian menggemaskan. Tanpa itu, ia sekadar perangkai kehidupan tokoh tanpa nyawa. Continue reading “Cara Menulis Biografi Tokoh”