Tarif Jasa Ghostwriter Murah Tapi Berkualitas?

tarif jasa ghostwriter
meneropong tarif jasa ghostwriter

Halo, ketemu lagi dengan saya, Anang YB dari Ghostwriter Indonesia yang sudah membantu puluhan public figure, tokoh perusahaan, pejabat publik, dan pengusaha untuk membuat buku penuh inspirasi.

Paling sering saya mendapat pertanyaan: Berapa tarif ghostwriter untuk membuat satu buku? Pertanyaan itu saya terima dari sesama rekan penulis, calon ghostwriter, dan tentu saja para calon klien jasa ghostwriter. Continue reading “Tarif Jasa Ghostwriter Murah Tapi Berkualitas?”

Proses Kreatif Penulisan “Journey To Find Happiness in HaloBCA”

Puji syukur banget, Journey To Find Happiness in Halo BCA akhirnya launching juga. Buku ini juga sudah bisa diperoleh online di situs Gramedia dengan bandrol harga Rp175.000. Wuih mahal! Iya sih, ini memang buku dengan kemasan khusus, full colour dan pastinya pengetahuan di dalamnya “daging” semua.

Journey To Find Happiness in HaloBCA
Journey To Find Happiness in HaloBCA

HaloBCA boleh berbangga dengan catatan sejarah di dalam buku  Journey To Find Happiness in HaloBCA ini. Banyak kisah seru dibedah dengan jujur seolah itu bukan rahasia HaloBCA (eh, nulis HaloBCA mesti dirangkai ya). Lebih asyik lagi, sebagian besar tuturan di dalam kisah ini diungkapkan langsung oleh orang yang paling kompeten. Tengok saja, ada  Armand Wahyudi Hartono selaku Wakil Presiden Direktur BCA, juga Wani Sabu selaku Executive Vice President Center of Digital BCA. Secara keseluruhan, konten buku Journey To Find Happiness in HaloBCA,  80% berasal dari kisah yang mereka tuturkan. Lho kok tahu?

Ya, nama saya ada di sampul buku itu bersama dua nama penting BCA di atas. Tidak penting bagaimana saya mendapat kepercayaan menulis kisah sukses HaloBCA -The Best Contact Center in The World ini. Tapi, bagus kiranya kalau saya sharing bagaimana proses kreatif penulisan naskah buku-buku “biografi” korporat semacam Journey To Find Happiness in HaloBCA.

Journey To Find Happiness in HaloBCA
Journey To Find Happiness in HaloBCA

Berikut ini urutan proses kreatif penulisan Journey To Find Happiness in HaloBCA

  1. Satukan visi antara penulis dan klien
  2. Biarkan klien cerita semua
  3. Susun outline naskah
  4. Susun daftar narasumber
  5. Riset dan riset
  6. Wawancara dan wawancara
  7. Buat draft secara lengkap
  8. Revisi bersama klien
  9. Sunting naskah
  10. Publikasikan

Panjang ya proses penulisan buku biografi korporat? Iyalah. Meski sebetulnya, proses penulisan biografi untuk sosok perorangan yang biasa saya lakukan pun sama panjangnya.

Lelah? Ya tentu. Sekedul penulisan Journey To Find Happiness in HaloBCA yang semula 2 bulan bisa molor menjadi 3 kali lipat waktunya.

Kita bedah tahap-tahap di atas agar Anda pun punya gambaran lebih detail. (bila ingin tahu lebih ekseklusif, silakan kontak saya di nomor yang tertera di sidebar atau footer blog ini.)

 

Satukan visi antara penulis dan klien

Yap! Penulis dan klien mesti punya gambaran konkret dan sama tentang hasil akhir buku. Saya pingin naskah ini diperkuat pada proses perjuangannya, mungkin seperti itu titipan dari klien. Atau, tonjolkan kesan happiness di dalam buku ini. Oke, itu bisa diatur. Bisa juga klien menginginkan buku itu menonjol unsur best practise-nya. Atau mengangkat peran penting orang per orang di dalam proses perjuangan membangun satu divisi di dalam korporat. Tak kalah penting adalah menyempitkan target pembaca. Journey To Find Happiness in HaloBCA sengaja menyasar kelompok pembaca dari kalangan menengah di perusahaan seperti manajer, supervisor, dan sebangsanya. Beda target pembaca tentu beda pula pemilihan gaya tutur.

jasa ghostwriter buku jakarta
Journey To Find Happiness in HaloBCA
foto: pixabay.com

Biarkan klien cerita semua

Tahap terpenting adalah membiarkan klien bercerita semua hal dari A sampai Z tentang korporatnya. Wani Sabu selaku Executive Vice President Center of Digital BCA adalah pihak yang paling kompeten untuk membongkar kisah HaloBCA. Dari dialah kisah perjalanan HaloBCA terungkap secara lengkap. Saya selaku penulis mengosongkan pikiran seperti layaknya mangkok kosong. Tahap ini belum perlu menulis. Saat klien bercerita, penulis yang kreatif dan kritis secara paralel sudah mampu membidik fragmen-fragmen cerita yang “seksi” untuk dipakai sebagai bab awal, sebagai lead, sebagai penggalan bab, bahkan sudah mampu memilih kata-kata kunci sebagai quote bahkan calon judul. Biasanya saya tuliskan temuan itu di dalam notes saya sambil tetap konsentrasi mendengarkan tuturan klien.

Susun outline naskah

Outline adalah “laci” tempat penulis memasukkan tiap-tiap fragmen cerita. Ya, Journey To Find Happiness in HaloBCA tetaplah sebuah biografi. Jadi, wajib hukumnya untuk membuat cerita secara kronologis. Tugas saya sebagai penulis usai mendengar seluruh gambaran HaloBCA adalah menyusun outline. Ini semacam daftar isi namun lebih lengkap. Di dalamnya selain memuat judul bab juga menyertakan ringkasan isinya, nama narasumber, dan poin-poin penting yang harus ditulis di dalamnya. Belakang nanti, tiap poin ini bisa menjadi subbab bila memang dirasa perlu penonjolan.

Outline juga menjadi batasan penulisan. Artinya, kesepakatan dalam bentuk outline adalah tool bagi klien untuk menagih konten naskah sekaligus pagar untuk membatasi klien bahwa tulisan sebatas itu, tidak nambah kecuali dilakukan revisi kontrak.

Susun daftar narasumber

Penulis tentu tak tahu menahu siapa orang di dalam korporat yang paling kompeten dan tahu seluk beluk sejarah di dalamnya. Karenanya, dalam penyusunan Journey To Find Happiness in HaloBCA  saya bekerja sama dengan tim dari HaloBCA menyusun nama-nama yang berhak untuk memberikan penjelasan. Tiap-tiap narasumber sudah kita plot perlu ditanya apa dan punya kompetensi apa.

Riset dan riset

Sudah bisa nulis? Beluum …. Sabar ya! Duduk manis dulu dan lakukan prewiriting tahap awal berupa riset pustaka. Ada banyak informasi yang bisa kita mintakan ke klien atau PIC penulisan buku itu. Kita bisa juga membedah berita korporat itu dari media online dan media cetak. Proses penulisan Journey To Find Happiness in HaloBCA sangat terbantu dengan melimpahnya informasi mengenai prestasi HaloBCA. Saya juga membedahnya dengan meriset media cetak terpercaya seperti Kompas cetak. Sebagai informasi, saya adalah penulis juga di Penerbit Buku Kompas.

Wawancara dan wawancara

Saatnya ketemu narasumber! Siapkan voice recorder, siapkan baju batik dan celana bahan karena banyak orang penting harus disambangi. Saya menyediakan waktu secara luas untuk lunch dengan klien, berpindah dari satu kantor HaloBCA ke kantor lain. Kadang dalam satu hari bisa paralel mewawancarai beberapa nara sumber demi lengkapnya bahan penulisan Journey To Find Happiness in HaloBCA . Tentu ada teknik-teknik tertentu yang wajib dikuasai oleh seorang penulis biografi dalam melakukan wawancara. Teknik itu diterapkan agar proses wawancara berjalan efisien dengan kualitas dan kuantitas tertinggi yang bisa diperoleh dari tiap sesi wawancara itu.

Proses wawancara juga wajib merujuk pada outline. Ada penulis yang bisa wawancara sambil mengetik di laptop. Saya nggak bisa 🙂 hahaha …. Mending duduk manis, rileks sambil pasang telinga baik-baik.

Journey To Find Happiness in HaloBCA
Journey To Find Happiness in HaloBCA

Buat draft secara lengkap

Seringkali, wawancara bisa langsung ditulis menjadi draft. Kali lain, saya harus melakukan transkrip lengkap dulu baru saya tuangkan menjadi draft naskah. Beda narasumber beda cara tentu saja. Untuk narasumber yang bicara runtut, saya bisa langsung tulis draft-nya. Sebaliknya untuk narasumber yang suka cerita dan gampang melebar ke sana kemari, terpaksa saya transkrip dulu rekaman wawancaranya. Entah berapa megabite rekaman untuk penulisan Journey To Find Happiness in HaloBCA  ini. Intinya saya sangat enjoy melakukan wawancara dengan sekian banyak narasumber dari HaloBCA yang semua smart, santun, dan menghargai profesi saya selaku penulis.

Revisi bersama klien

Yippi! Draft sudah selesai. Bisa dicetak? Masih jauh lah. Tulisan draft masih harus dibaca dan di-review oleh klien. Tahap ini menjadi penting karena klien wajib untuk melakukan screening atas tulisan saya. Journey To Find Happiness in HaloBCA adalah bicara soal sejarah korporat. Banyak angka, strategi, juga nama-nama sosok yang saya tulis berdasarkan riset dan wawancara. Bisa saja semua itu tak bebas untuk dipublikasikan. Biarkan klien untuk memberi masukan, menambah poin-poin yang perlu lebih ditonjolkan lagi. Menyisipkan tokoh-tokoh baru yang terlewat saat awal menyusun outline. Bedah naskah ini bisa berlangsung lebih lama daripada proses penulisan draft. Tapi tak mengapa. Pada akhirnya kesempurnaan naskah menjadi taruhan kan.

Sunting naskah

Saatnya mempermak naskah. Sunting semua typho error, cek jembatan kalimat antarparagraf, konfirmasi ulang penulisan nama-nama. Ringkas dan perbaiki kalimat yang tidak efektif, babat habis bila perlu untuk informasi yang duplikasi. Tak boleh lupa, cek ejaan yang ada. Memang, nanti pihak penerbit akan menyediakan editor. namun, penulis profesional juga wajib menguasai teknik-teknik swasunting. Di dalam tim Ghostwriter Indonesia saya sudah memiliki editor sendiri untuk melakukan swasunting naskah Journey To Find Happiness in HaloBCA.

Publikasikan

Ini tahap paling ujung. Menyerahkan naskah untuk dibesut oleh pihak penerbit. Untuk buku Journey To Find Happiness in HaloBCA sebelumnya sudah menjalin kerjasama dengan Gramedia publisher. Merekalah yang akan mengatur desain, pencetakan, penerbitan, dan distribusi.

Sebegitulah panjangnya proses kreatif penulisan biografi korporat ala HaloBCA. Senang berproses bersama semua tim dari penerbit dan HaloBCA. Sama senangnya saya melayani puluhan klien lainnya yang sudah mempercayakan penulisan gagasan dan kisah mereka kepada saya melalui Ghostwriter Indonesia.

Saatnya untuk merogoh kocek lebih dalam untuk membeli buku Journey To Find Happiness in HaloBCA yang seharga Rp175.000 per eksemplar itu, hahaha …..

Mau diskusi dengan saya? Hubungi saya pada nomor dan email tertera di sekitar artikel ini. 🙂

HaloBCA Launching Buku ‘Journey to Find Happiness in HaloBCA”

HaloBCA rayakan satu dekade perkembangannya dalam sebuah buku dengan judul “Journey to Find Happiness in HaloBCA“. Inilah perjalanan penuh liku dan keringat Wani Sabu dan tim HaloBCA selama 10 tahun terakhir.

Journey to Find Happiness in HaloBCA
Journey to Find Happiness in HaloBCA

Happiness? Apa hubungannya HaloBCA sebagai sebuah contact center dengan happiness?

Buku Journey to Find Happiness in HaloBCA justru dimulai dengan narasi yang amat kontras. Tentang suasana sebuah call center bank besar berwarna biru tua namun suram call center-nya. HaloBCA kala itu lebih mirip petak-petak wartel atau warnet yang sesak.

“Ada masanya call center di BCA dipandang sebagai unit kerja kelas dua. Di situ berkumpul karyawan buangan dan mentok karier serta prestasinya. Faktanya memang prestasi call center BCA pada masa lalu tidak mempunyai standar yang jelas, tidak membuat target tinggi dalam pelayananan. Bahkan, tidak melakukan benchmark terhadap call center dunia. Kami pada masa itu sekadar ada. Belum diputuskan apa yang baik dan apa yang ideal.” Demikian Armand Hartono, Deputy President Director BCA, melepas catatan di bagian depan buku ini.

Estafet kepemimpinan HaloBCA pun pada titik waktu tertentu diserahkan pada Wani Sabu, seorang senior yang sebelumnya lebih banyak bekerja di bagian audit.

Buku Journey to Find Happiness in HaloBCA secara apik menceritakan kegamangan merima tugas berat. Itu. Sebagai seorang audit, dia terbiasa untuk mendapat layanan. Meminta data ini dan itu. Kini tugasnya berbalik 180 derajat untuk melayani.

“Saya salah apa? Kenapa saya dibuang ke call center?” kata Wani Sabu. Ya, kala itu, Call center HaloBCA tak ubahnya menjadi pojokan tempat karyawan terbuang dikumpulkan.

Justru zaman membuktikan satu dekade berikutnya bahwa dari rasa terbuang akhirnya Wani Sabu mampu membuat prestasi gemilang yang tak terbilang. HaloBCA bertransformasi menjadi Contact center nomor wahid di dunia.

Peran Armand Hartono bagi pembentukan HaloBCA melalui kepemimpinan Wani Sabu terlihat kental di dalam buku “Journey to Find Happiness in HaloBCA“.

“Buatlah target yang sangat tinggi (world class) dan ajak tim untuk mencapainya. Sadar atau tidak, kita semua tak ada yang statis dengan seluruh kaki tertancap ke tanah,” Pesan Armand Hartono.

Pesan penting lainnya yang akhirnya membuat Wani Sabu berjuang keras untuk menaikkan skill timnya adalah soal membuka pintu belajar yang lebar. Pesan Armand Hartono, “Pimpinan yang cerdas dan pintar memang harus berjuang keras untuk menahan diri, memberikan ruang berpikir pada anak-anak itu. Tidak mendikte mereka dengan solusi-solusi yang sudah kita siapkan. Sebagai leader, kita harus membuat mereka pintar, syukur-syukur lebih pintar dan lebih cepat membuat solusi melebihi kemampuan si leader.”

Kini, HaloBCA telah bermetamorfisis sebagai center of digital. Inovasi mereka tak terhalangi dan bahkan tampak tak terkejar oleh kompetitor. Mereka bahkan menjadi salah satu pintu masuknya profit bagi BCA. Dengan menguasai Big Data, HaloBCA makin leluasa untuk melakukan analisis pasar, kebutuhan pelanggan yang sangat detail, trend, gaya hidup, dan persebarannya.

Buku Journey to Find Happiness in HaloBCA adalah informasi blak-blakan dari HaloBCA tentang langkah demi langkah yang mereka tapakkan di era penuh persaingan dan perubahan cara melayani customer.

Happiness adalah ujung dari seluruh inovasi yang dibuat oleh HaloBCA. Happy di dalam tim contact center, happy customer, dan happy bagi pemilik perusahaan.

Saya senang menjadi bagian dari penyusunan buku Journey to Find Happiness in HaloBCA.

Bagaimana Saya Menyusun Kisah “Kehidupan” HaloBCA, UNG, dan ASABRI?

Menyenangkan ketika saya mendapat kepercayaan untuk menulis memoar dan biografi. Menjadi unik ketika kisah “hidup” itu berfokus pada korporatnya. Sebelumnya, saya lebih banyak menulis kisah orang per orang–terbanyak adalah sahabat difabel dan sahabat yang terstigma semisal ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS).

Hartini Memoar seorang perempuan dengan HIV
buku memoar ODHA kerjasama penerbit buku kompas dan Andy F. Noya

Buku Journey to Find Happiness in HaloBCA adalah salah satu buku yang saya susun untuk korporasi. Buku ini dihasilkan dari belasan kali wawancara yang melibatkan Armand Hartono selaku Deputy President Director of BCA Tbk, Wani Sabu selaku executive Vice President of BCA Tbk, dan tim HaloBCA dari berbagai bidang.

Proses drafting buku Journey to Find Happiness in HaloBCA sekitar tiga bulan dari rencana awal selama dua bulan. Jika dirunut, dinamika penulisan buku biografi korporat akan terasa dalam tahap:

  1. Menentukan point of view kisah: buku ini akan memakai pendekatan orang ketiga–saya kisahkan perjalanan korporat dengan menyebut peran tokoh di dalamnya satu persatu–ataukah menggunakan point of view orang pertama dimana satu tokoh sentral mewakili tokoh aku? Di dalam buku Journey to Find Happiness in HaloBCA, sosok Wani Sabu menjadi tokoh yang menggerakkan cerita dari awal hingga akhir.
  2. Memilih dan memilah sosok yang perlu di-highlight: Dalam sesi wawancara, banyak nama bisa muncul dalam “kehidupan” sebuah korporat. Namun demikian, proses review draft  akan menjadi penting untuk dilakukan. Pihak korporat paling tahu kadar dan proporsi dari tiap-tiap tokoh untuk ditonjolkan. Penulis perlu membuka diri untuk mereview tulisannya.
  3. Menentukan narasumber yang kompeten untuk berkisah: Narasumber terbaik tentu pelaku sejarah itu. Dalam buku Journey to Find Happiness in HaloBCA, Wani Sabu adalah sosok yang paling paham mengenai satu dekade HaloBCA dengan perubahan-perubahannya yang signifikan. Sebagian besar konten buku diturunkan melalui wawancara pertama dengan beliau. Berlanjut dengan tambahan sudut pandang dari Presdir. Lantas pendalaman konten dengan melibatkan tim HaloBCA yang kompeten.
  4. Memilah data dan informasi yang bisa di-share dan yang perlu disembunyikan. Ini pasti terjadi. Termasuk di dalam buku ASABRI dan UNG pun demikian. Ada data-data perusahaan yang tidak dapat di-share. Termasuk di dalamnya adalah angka-angka penting milik perusahaan. Buku Journey to Find Happiness in HaloBCA telah memilah itu semua dan melalui screening yang ketat oleh tim HaloBCA. Biarpun demikian, HaloBCA adalah institusi yang terbuka terhadap pertanyaan dari luar yang ingin belajar dari perusahaan contact center terbaik di dunia ini.
  5. Perhatikan istilah. Nah, satu sejarah panjang sebuah korporat tentu punya sejarah pengubahan nama-nama di dalam perusahaannya. Contoh simpel di dalam pemerintahan RI. Kita mengenal istilah departemen yang kemudian berubah menjadi kementerian. Demikian pula di ASABRI misalnya, nama-nama divisi dan bidang kemungkinan besar mengalami perubahan dalam rentang waktu. Khusus untuk isi buku Journey to Find Happiness in HaloBCA, penulis wajib mencermati kapan harus menggunakan istilah call center, contact center, atau center of digital.

Menghidupkan Cerita

 Menulis “kehidupan” korporat tentu punya tantangan. Saya seperti harus menghidupkan, menghembuskan nyawa, mencari metafora, bahkan menelisik senang susah si korporat dalam rentang waktu tertentu. Alberthine Endah menulis dengan sangat baik perjalanan Blue Bird. Pun halnya penulis-penulis lain telah berusaha sama kerasnya untuk menulis kisah-kisah korporat. Seperti halnya Rhenald Khasali menulis tentang Garuda.

 Sebagai contoh, dalam buku Journey to Find Happiness in HaloBCA awalnya saya menggunakan tokoh tambahan sebagai pencerita. Di dalamnya, si tokoh animatif ini seperti menjadi dalang dalam cerita. Dalam tahap revisi, tokoh ini dihilangkan dan gaya berkisah dileburkan ke dalam sosok riil. Intinya, tambahkan emosi-emosi di dalam cerita meskipun ini adalah biografi korporat.

 Sama halnya menulis kisah orang per orang, dalam teori dan praktik penulisan biografi saya selalu memulai dengan menemukan titik nol. Itulah titik balik seseorang. Satu waktu dimana orang itu berubah dengan dramatis dikarenakan peristiwa tertentu, atau pertemuan dengan orang tertentu, atau kesadaran diri yang mendadak. Termasuk pertemuan dengan Tuhannya.

Dari titik balik inilah kisah mulai saya tuliskan. Titik balik menjadi porsi besar dalam buku karena inilah masa-masa yang paling diingat oleh narasumber. Ketika titik balik sudah kita tuliskan, saya akan mundur ke masa-masa negatif–saya mengandaikan ini seperti garis bilangan. Masa-masa negatif adalah keadaan sebelum titik balik itu terjadi. Bisa jadi itu masa buruk, masa tidak ada keteraturan, waktu yang mungkin jadi kenangan buruk.

 Titik balik HaloBCA di dalam buku Journey to Find Happiness in HaloBCA terjadi ketika Wani Sabu mendapat mandat untuk memimpin call center itu. Dikisahkan, bahkan Wani Sabu pun tidak percaya mendapat posisi di tempat “buangan” itu. Kata buangan mewakili kondisi SDM di call center BCA saat itu yang menjadi tempat kumpulnya orang-orang dengan kompetensi dan semangat kerja rendah.

  Kisah lantas bergerak dengan menceritakan penerimaan Wani Sabu untuk tugas barunya. Perubahan-perubahan manajemen, SDM, dan proses bisnis dilakukan oleh sosok wanita visioner ini. Di bagian lain dari buku Journey to Find Happiness in HaloBCA juga dikisahkan bagaimana HaloBCA melakukan bencmarking ke perusahaan kelas dunia lainnya.

Hasil dari perubahan itu terlihat dengan prestasi HaloBCA menjadi contact center dunia terbaik.

 Melengkapi Cerita

 Jika titik balik sudah tertulis, lantas apa lagi yang perlu ditulis? Nah, setelah titik balik dan masa negatif tertuliskan, saatnya mengurai masa-masa positif, yakni perubahan dramatis yang terjadi usai kejadian titik balik.

 [metode penulisan biografi ala Anang YB ini dapat Anda pelajari gratis di channel Youtube saya. Search saja channel “Anang YB”]

Lantas bagaimana menerapkan metode itu untuk “biografi” korporat?

Tak susah. Semisal untuk Journey to Find Happiness in HaloBCA kisah HaloBCA itu, saya mengulik masa-masa ketika call center ini belum terjamah manajemen baru. Ruangan yang mirip sekat-sekat di wartel, agen call center yang menjawab panggilan dengan style masing-masing, juga orang-orang di dalamnya yang sebagian adalah “vampire”.

Pun halnya dengan kampus Universitas Negeri Gorontalo. Saya bersorak (dalam hati) ketika wawancara awal menemukan satu titik balik yang sangat baik. Masa lalu kampus itu yang rusuh, mahasiswa gemar tawuran, bahkan sampai membakar kampus terpandang di Gorontalo itu.

 Rada susah ketika saya menuliskan ASABRI. Perusahaan asuransi sosial plat merah ini tidak mempunyai masa lalu yang kelam. Tapi dalang ndak boleh kehilangan lakon kan? Saya pun mengulik dan menemukan masa-masa susah perusahaan ini ketika regulasi belum berpihak padanya. ASABRI seolah anak tiri dan TASPEN sebagai anak kandung pemerintah.

Begitulah, menulis kisah korporat menuntut saya untuk belajar banyak sekali. Tentang teknologi call center, tentang regulasi perusahaan asuransi, dan tentang leadership dari setumpuk buku John C. Maxwell, dll. Tapi, saya mendapat pencerahan yang luar biasa meski untuk itu uban saya pertumbuhannya seperti dipercepat. Risiko penulis.

Berharap ke depan masih ada kepercayaan yang mendatangi saya untuk menulis kisah-kisah “kehidupan” korporat lainnya. Masih dalam proses, penulisan biografi pengusaha kayu di Kalimantan. Sosok yang pernah menjadi buron karena disangka pelaku illegal logging.

 Asyik kan kerja jadi penulis biografi. Hahaha ….

Kenali 10 Teknik Wawancara Untuk Menulis Biografi Yang Efektif

 

Apa saja Teknik Wawancara untuk Menulis Biografi? Bentuk pertanyaan yang satu ini kerap kali dinyatakan oleh mereka yang hendak membuat biografi tentang seseorang namun ia jusru bingung harus memulainya dari mana. Pada dasarnya biografi dikenal sebagai bentuk tulisan yang paling efektif untuk digunakan dalam menyampaikan cerita dari kehidupana seseorang. Lantas bagaimana kiranya tehnik wawancara yang tepat untuk membuat tulisan tersebut? Simaklah penjelasannya di bagian bawah ini:

jasa ghostwriter buku jakarta
foto: pixabay.com

Proses meminta izin pada tokoh atau pun orang yang akan diwawancara

Meminta izin adalah bagian pertama yang harus dilakukan ketika Anda hendak mewawancarai tokoh untuk penulisan buku biografi. Hal ini dilakukan untuk mengetahui, apakah orang tersebut bersedia atau tidak untuk diwawancara. Selain itu, proses meminta izin ini dapat dilakukan secara langsung atau pun dengan cara lainnya, seperti halnya melalui surat tertulis berupa pemohonan izin dan lainnya.

Persiapkan pertanyaan

Setelah mendapatkan izin dan menentukan kapan waktu yang tepat untuk melakukan proses wawancara, maka hal selanjutnya yang harus Anda persiapkan adalah menyediakan beragam bentuk pertanyaan yang berkaitan dengan biografi dari sosok tokoh yang hendak Anda wawancara atau pun tulis itu tadi. Karena jika tokoh yang hendak diwawancara sudah meninggal, maka umumnya proses wawancara pun dilakukan pada orang terdekatnya sebagai narasumber terpercaya. Dalam membuat pertanyaan, pastikanlah untuk mengajukan bentuk pertanyaan yang singkat, padat namun jelas. Daftar pertanyaan untuk proses penulisan biografi memang tidak perlu sangat detail. Anda akan terpancing dan makin mendalam setelah mendapat jawaban dari narasumber.

Tunjukkan kesan yang baik

Memasuki tahap wawancara untuk penulisan buku biografi, pastikanlah untuk menunjukkan sikap yang baik, seperti halnya datang dengan tepat waktu utamanya jika pertemuan dilakukan di tempat tertentu, atau bahkan menyambut pihak yang hendak diwawancara jika pertemuan di lakukan di tempat anda, dan pastikanlah untuk memberikan layanan terbaik.

Gunakan pakaian yang rapi juga sopan

Salah satu cara tepat untuk menghormati lawan bicara atau pihak yang hendak Anda wawancara yaitu dengan menggunakan pakaian yang rapi serta menjaga sopan santun dengan baik. Kehadiran Anda sebagai seorang penulis biografi yang santun membuat pihak yang akan diwawancara merasa terhormat dan tentunya dapat menunjukkan sopan santun yang serupa pula pada anda selaku pihak yang melakukan wawancara.

Memperkenalkan identitas diri Anda

Selain beberapa bagian di atas tadi, untuk membuat pihak yang diwawancara menjadi lebih nyaman dan juga merasa dekat dengan Anda, maka hal yang harus Anda lakukan adalah memperkenalkan diri terlebih dahulu, sebelum pembicaraan di mulai, namun hal ini tidak berlaku apabila proses permintaan izin di bagian atas tadi telah anda lakukan secara langsung. Pastikan narasumber Anda paham bahwa Anda adalah seorang profesional penulis biografi yang layak dipercaya.

Jelaskan tujuan dari proses wawancara

Setelah memperkenalkan identitas diri, maka bagian selanjutnya yang tidak kalah penting untuk dilakukan adalah menjelaskan mengenai tujuan dari proses wawancara yang hendak dilakukan. Hal ini dilakukan agar pihak yang diwawancara tidak curiga dan dapat memberikan informasi dengan lebih baik serta mendetail.

Mulai dengan pertanyaan yang ringan

Pada tahap awal pembicaraan anda dapat memulai wawancara dengan memberikan pertanyaan yang ringan  terlebih dhulu, namun tentu saja bentuk pertanyaan tersebut tidak menyimpang dari topik pembicaraan dalam hal ini mengenai biografi dirinya selaku tokoh utama yang akan diceritakan.

Persiapan dari alat tulis

Alat tulis juga berperan penting dalam proses wawancara. Pasalnya dengan alat tulis Anda bisa mencatat beragam hal  penting yang mungkin saja anda lupakan apabila tidak dicatat. Selain itu, tulisan juga dapat digunakan sebagai referensi apabila Anda melupakan informasi yang dibutuhkan dalam proses penulisan biografi nantinya. Kami dari tim Ghostwriter Indonesia selaku pemberi jasa penulisan buku biografi selalu mengandalkan voice recorder. Alat ini dapat merekam wawancara dengan lebih baik dibandingkan perekam pada smartphone.

Perhatikan serta berikan tanggapan

Dalam melakukan wawancara pastikanlah untuk memperhatikan apa yang dibicarakan oleh tokoh yang anda wawancara atau narasumber. Cara memperhatikan itu sendiri cukup beragam, namun untuk mendapatkan timbal balik yang jauh lebih baik, maka cobalah untuk memberikan tanggapan, sehingga Anda selaku pihak yang melakukan wawancara pun dapat terlihat antusias dengan apa yang dibicarakan mengenai biografi dari tokoh yang akan dibuat dalam bentuk tulisan tersebut.

Hindari bentuk pertanyaan yang rumit

Bagian selanjutnya pastikan pula untuk menghindari beragam bentuk pertanyaan rumit atau berbelit-belit, karena hal ini dapat menyulitkan pihak yang diwawancara dalam menentukan jawaban, karena merasa bingung atau bahkan tidak nyaman dengan hal apa yang dipertanyakan. Pertanyaan What, When, Who, Where adalah pertanyaan wajib. Sedangkan pertanyaan Why dan How adalah lebih wajib lagi karena memberikan kesan manusiawi dalam naskah Anda nanti

Melalui beberapa Teknik Wawancara untuk Menulis Biografi di bagian atas tadi tentunya Anda pun dapat menulis kesimpulan dengan lebih mudah, selain itu pastikan pula untuk selalu mengucapkan terimakasih diakhir proses wawancara.

Pengalaman kami dari Ghostwriter Indonesia, proses wawancara ini membutuhkan pengalaman dan jam terbang yang tinggi. Karena itu, cara terbaik adalah praktik dan praktik terus.

Ikuti 7 Panduan Menjadi Travel Writer Dengan Tepat

Ghostwriter Indonesia kebetulan dikomandoi oleh orang-orang yang hobi traveling. Karenanya, kami sudah dua kali menggelar kegiatan Traveling ‘n Writing di Belitung. Goal kami adalah mengajak semakin banyak orang untuk suka menulis dan suka traveling. Sukur-sukur dari kegiatan ini lahir banyak penulis buku nonfiksi, novelis, dan travel writer.

menjadi travel writer
foto: pixabay.com

Hemm, adakah Panduan Menjadi Travel Writer yang tepat dan benar? Untuk menjadi seorang travel writer tentunya bukan hal sulit, pasalnya setiap orang yang senang melakukan traveling juga dapat menjadi seorang travel writer, hanya saja dibutuhkan tekad serta niat yang kuat untuk menuliskan setiap pengalaman dari perjalanan yang dilakukannya. Bagi anda yang ingin menjadi seorang travel writer, cobalah untuk mengikuti beberapa panduan di bawah ini.

  1. Memiliki tugas dari setiap perjalanan

Tugas yang dimiliki oleh travel writer itu dapat diibaratkan sebagai misi dari perjalanan yang dilakukannya. Hal inilah yang tentunya membedakan antara wisatawan biasa dengan wisatawan yang berperan sebagai travel writer. Karena dalam waktu yang bersamaan ia pun memiliki tugas untuk menuliskan setiap pengalaman yang dialaminya. Untuk itu, setiap travel writer umumnya akan mempelajari terlebih dahulu mengenai tempat wisata yang akan dikunjunginya, kemudian ia pun akan membuat list mengenai hal apa saja yang akan dilakukanya di tempat wisata tersebut, dan tentunya pantang pulang bagi mereka apabila hal tersebut belum dilakukan olehnya.

  1. Mengajukan banyak pertanyaan

Seperti yang telah disebutkan di atas, bahwa sebelum berangkat umumnya travel writer akan mempelajari tempat wisata yang hendak dikunjunginya, karena itulah pada bagian yang satu ini sebaiknya para penulis perjalanan wisata itu pun mulai mencari informasi dengan cara mengajukan beberapa bentuk pertanyaan. Untuk informasi terbaik umumnya bisa didapatkan dari masyarakat yang tinggal di lingkungan tempat wisata tersebut. Dalam kegiatan ini, beberapa pertanyaan dapat dipersiapkan dari awal sehingga anda pun bisa mendapatkan informasi dengan lebih detail.

  1. Sewa pemandu

Banyak orang yang berpendapat bahwa seorang travel writer itu memiliki pengetahuan yang luas dan bahkan mengetahui segalanya, faktanya justru tidak demikian, karena banyak dari para travel writer yang justru tidak mengetahui apa-apa dan hanya berbekal sedikit informasi dari dunia maya dalam mengujungi lokasi wisata tertentu. Untuk itu, tidak jarang pula diantara travel writer yang dengan sengaja menyewa pemandu wisata. Selain lebih memudahkan dalam mencari informasi, keberadaan pemandu wisata juga dapat membantu para traveler dalam mengujungi lokasi wisata yang dituju.

  1. Fokus untuk mengunjungi lokasi yang jarang dikunjungi oleh wisatawan lainnya

Dibandingkan dengan mengunjungi beberapa lokasi wisata yang sudah banyak dikunjungi oleh para wisatawan lainnya, para travel writer umumnya lebih memilih untuk mengunjungi tempat yang justru jarang dikunjungi, bahkan beberapa diantaranya lebih memilih tempat yang banyak digunakan sebagai tempat ngumpul dari pada penduduk lokal, seperti halnya warung makan, toko tertentu, atau bahkan tepat belanja. Karena itulah para travel writer dikenal dengan prinsip “go local” yang dimilikinya.

  1. Mencoba hal baru

Ada banyak sekali tantangan yang mungkin saja dimiliki oleh kawasan wisata yang dituju, dan anda selaku travel writer tentunya diwajibkan untuk mencoba beragam hal baru tersebut. Dalam hal ini, sebaiknya seorang travel writer itu termasuk orang yang berani kotor dan juga berani dalam menghadapi beragam hal baru yang mungkin belum pernah ia alami sebelumnya. Seperti halnya mengarungi kawasan sungai dengan cara berenang atau bahkan mencoba jenis makanan mentah dan lain sebagainya yang jarang ditemukan di tempat tinggal dari travel writer dan tentunya menjadi ciri khas dari tempat wisata itu sendiri.

  1. Hindari menjadi turis umum

Jika anda ingin menjadi travel writer terbaik dengan bentuk tulisan yang menarik, maka pastikanlah untuk menghindari menjadi turis umum seperti para wisatawan lainnya, misalkan mengunjungi lokasi wisata yang sudah banyak dikunjungi orang, kemudian menginap di hotel dan lainnya. Hal tersebut umumnya akan membuat cerita pada tulisan anda terkesan sama seperti halnya apa yang dituliskan oleh para wisatawan umum lainya. Untuk itu, cobalah cara berbeda seperti menginap di kawasan pinggir pantai dengan menggunakan tenda, dan lainnya.

  1. Lebih fleksibel

Untuk mendapatkan tulisan terbaik umumnya selalu dimulai dengan bagian awalan, kemudian cerita utama selama perjalanan, dan juga bagian penutup yang menjadi bagian pengantar pulang menuju tempat tinggal para travel writer. Namun untuk membuat tulisan yang unik sebagai travel writer anda tidak harus selalu mengikuti alur tersebut. Dalam hal ini rencana dan penyusunan kegiatan memang penting untuk dilakukan namun tentunya tidak terpatok pada hal yang itu-itu saja.

Demikianlah kiranya penjelasan singkat dari 7 Panduan Menjadi Travel Writer berkualitas. Minat untuk menulis buku-buku hasil traveling Anda? Kami tim Ghostwriter Indonesia siap memberikan mentoring menuntaskan naskah Anda bahkan membantu hingga terbit. Hubungi kami di WA 0815-990-4562.

Menulis Biografi: Mengorek Cerita dari Si Orang Susah Ngomong

Kalau Anda ingin menjadi penulis biografi atau malahan berniat memberikan jasa penulisan biografi secara profesional, maka bayangkan dulu siapa saja yang bakal Anda hadapi. Apakah Anda berpikir semua tokoh yang Anda niatkan untuk ditulis biografinya adalah orang yang humble, ramah, banyak cerita, menghargai profesi penulis? Pinginnya begitu. Sayangnya, hidup tidak sesimpel itu, guys!

jasa penulisan biografi
panduan menulis biografi foto: pixabay.com

Ada banyak batu sandungan bagi mereka yang ingin menjadi penulis biografi. Ini beberapa di antaranya:

1. Anda berhadapan dengan orang tipe mendikte. Mereka tidak senang ketika Anda mengatur dan mengendalikan wawancara. Sesekali mereka akan menginterupsi dan memilih jalan wawancara sendiri. Continue reading “Menulis Biografi: Mengorek Cerita dari Si Orang Susah Ngomong”

5 Penulis Biografi Dunia yang Berpengaruh dalam Sejarah

Profesi penulis biografi atau biographer di Indonesia memang belum sepopuler novelis atau penulis buku motivasi. Akan tetapi, profesi penyedia jasa penulisan biografi tersebut tidak bisa dipandang sebelah mata. Manakala merampungkan tulisannya, biographer kadang harus melakukan riset mendalam yang membutuhkan biaya tinggi. Sang tokoh yang dipilih atau memilihnya pun tak jarang menjadi hambatan sendiri.

foto: pixabay.com

Selain itu, biographer merupakan salah satu profesi yang sudah eksis selama puluhan hingga ratusan tahun. Jadi, jangan dikira hanya belakangan ini penyedia jasa penulisan biografi marak. Berikut ini lima nama penulis biografi kelas dunia yang namanya dikenang berkat karya-karyanya.

  1. Jean-Paul Sartre

Dikenal dengan nama lengkap Jean-Paul Charles Aymard Sartre, dia adalah penulis biografi yang berasal dari Perancis. Sartre juga berprofesi sebagai novelis, filsuf, penggiat teater, aktivis politik, hingga kritikus sastra. Namanya merupakan salah satu tokoh kunci dalam bidang eksistensialisme dan fenomologi serta tokoh utama dunia filosofi dan Marxisme di Perancis pada abad ke-20.

Karya-karya Sartre—termasuk biografi yang disusunnya—memberikan pengaruh besar terhadap aspek sosiologi, teori kritik, teori pasca-kolonial, kesusastraan, dan disiplin ilmu lainnya. Sastre juga mempunyai hubungan khusus dengan penggagas teori feminis ternama Simone de Beauvoir.

  1. Samuel Johnson

Penulis buku biografi selanjutnya adalah Samuel Johnson atau Dr. Johnson. Penulis berkebangsaan Inggris ini mempunyai reputasi dalam dunia sastra sebagai penyair, esais, pakar moralitas, editor, dan leksikograf. Tak hanya itu, sejarah mencatat Johnson sebagai pengikut setia Anglikan yang sampai sekarang masih diakui sebagai ‘the most distinguished man of letters’ di negara Ratu Elizabeth II tersebut.

Johnson lahir di Lichfield, Staffordshire. Dia sempat menuntut ilmu di Pembroke College, Oxford, tetapi berhenti di tengah jalan karena keterbatasan biaya. Untuk menyambung hidup, dia bekerja sebagai guru sebelum akhirnya pindah ke London.

  1. George F. Kennan

Seperti para penulis biografi sebelumnya, Kennan juga menyandang status lain yang sangat prestisius. George F. Kennan merupakan penasihat, diplomat, dan sejarawan berkebangsaan Amerika. Salah satu profesi lain yang paling dikenal dari dirinya adalah advokat yang mengurus kebijakan penahanan dalam ekspansi ke Soviet (sekarang Rusia) pada akhir Perang Dunia II.

Setelah mundur dari profesi advokat, Kennan memutuskan untuk mengajar dan menulis berbagai karya ilmiah yang membahas hubungan Soviet dengan Amerika Serikat pada saat itu. Selain itu, Keenan juga merupakan anggota tetua pengurus kebijakan asing bernama The Wise Men.

  1. Peter Ackroyd

Peter Ackroyd, CBE, FRSL adalah penyedia jasa penulisan biografi berkebangsaan Inggris yang juga berprofesi sebagai novelis dan kritikus. Dia sangat menyukai pembahasan seputar sejarah dan budaya London. Beberapa tokoh ternama yang biografinya ditulis Ackroyd mencakup William Blake, Charles Dickens, T. S. Eliot, dan Sir Thomas More.

Berkat karya-karyanya, Ackroyd mendapatkan penghargaan Magham Award dan dua Whitebread Award. Biographer ini pun terpilih ke Royal Society for Literature pada 1984 dan ditunjuk jadi Commander of the Order of the British Empire pada 2003.

  1. Mary Shelley

Penggemar novel-novel goth klasik pastinya mengenal nama biographer ini. Mary Shelley merupakan novelis, penulis cerita pendek, penggiat drama, esais, dan penulis perjalanan asal Inggris. Karyanya yang paling dikenal dunia adalah Frankenstein atau The Modern Prometheus. Shelley juga menjadi editor dari suaminya, penyair dan filsuf Percy Bysshe Shelley.

Ayah Shelley merupakan filsuf politik William Godwin, sementara ibunya adalah filsuf dan feminis Mary Wollstonecraft. Latar belakang keluarga cukup mempengaruhi Shelley untuk berkarya melalui tulisan—baik yang sifatnya fiksi seperti novel maupun non-fiksi seperti biografi.

Bagaimana dengan Indonesia? Biographer profesional di Tanah Air masih bisa dihitung dengan jari, tetapi karya-karya mereka telah berhasil menarik sejumlah tokoh penting untuk dibuatkan biografi. Salah satu nama yang akan muncul dalam bursa biographer terkenal di Indonesia adalah Alberthiene Endah yang sudah menulis biografi untuk Krisdayanti, Merry Riana, Anne Avantie, serta Presiden Joko Widodo. Ada pula Tamara Geraldine yang sempat merampungkan biografi untuk penyanyi Yuni Shara.

Demikian informasi seputar biographer ternama kelas dunia. Mudah-mudahan nama-nama di atas dapat menambah wawasan hingga memotivasi Anda untuk menjadi penulis biografi populer selanjutnya.

Tim Ghostwriter Indonesia sudah berpengalaman memberikan jasa penulisan biografi. Silakan kontak kami di WA 0815-990-4562

Bagaimana Cara Membuat Novel Saat Susah Nyambung Cerita?

Menulis novel atau biografi itu susah? Ya, banyak penulis pening karena dituntut untuk memasukkan banyak fragmen atau penggalan kisah ke dalam satu naskah. Gimana nyambungnya? Itu pertanyaan mendasar.

Hartini Memoar seorang perempuan dengan HIV
buku memoar ODHA kerjasama penerbit buku kompas dan Andy F. Noya

Ini saya alami sendiri. Saat memberikan jasa menuliskan buku biografi, saya selalu memperoleh potongan-potongan cerita yang sangat banyak. Semakin digali semakin banyak hal yang masuk ke dalam voice recorder saya. Continue reading “Bagaimana Cara Membuat Novel Saat Susah Nyambung Cerita?”

Membuat Buku Biografi Tanpa Klien

Seperti apa gaya tulismu saat menjadi penulis biografi? Nggak usah dijawab. Ini sekadar pertanyaan retoris kok. Gaya tulis adalah penciri dan pembeda dirimu dengan pemberi jasa menulis biografi lainnya. Meskipun, sebenarnya seorang penulis biografi profesional patut untuk menguasai banyak gaya menulis. Tapi itu kita bahas di artikel lainnya ya.

jasa menulis biografi
penulis biografi indonesia
sumber pixabay.com

Problem besar para penulis biografi pemula adalah mendapatkan job. Jagad penulisan biografi memang luas tapi tidak semua pendatang dan pemain tahu rimbanya. Wajarlah bila ada saja pemberi jasa penulisan biografi sudah merasa beruntung kalau dalam setahun hanya dapat 1 job menulis.

Serius? Iya lah. Lha penulis besar pun mengalami juga sebenarnya. Kenapa susah dapat job? Salah satunya karena miskin portofolio.

Boro-boro punya portofolio, lha jasa menulis biografinya saja baru dibuka bulan lalu. Jelas belum ada klien kan.

Tapi bisa diakali kok.

Serius kok? Bukan njiplak dong. Tapi, pakailah blog kayak gini. Kamu bisa menulis biografi tanpa klien. Caranya adalah dengan memuat tulisan-tulisan kisah sukses dan kisah hidup publik figur.  Entah itu kisah hidup para pahlawan, pengusaha, atau tokoh inernasional seperti Jack Ma, Mandella, Mother Teresa, Gandhi, dll.

Tip Menulis Sosok di Blog

  1. Bidiklah satu nama, misalnya Ignatius Jonan atau Mister Jokowi.
  2. Lakukan riset di internet. Buka situs berita ternama kumpulkan kisah hidup dan kisah sukses dia.
  3. Buka juga wikipedia dengan kata kunci nama dia.
  4. Jika tokohmu pernah dibukukan, cari bukunya di internet setidaknya sinopsis di toko buku online dan di books.google.com
  5. Baca semua dan temukan angle yang pas ala kamu.
  6. Mulailah menulis. Kamu bisa menyadur alias menulis ulang bacaanmu dengan kata-katamu sendiri.
  7. Berusahalan menulis panjang. Boleh 600-1000 kata.
  8. Posting di blog dengan menyertakan sumber bacaanmu
  9. Ulangi untuk tokoh lainnya.

Keuntungan Menulis Sosok di Blog

  1. Sudah pasti, kamu punya portofolio. Makin banyak kamu menulis artikel semacam itu makin keren “kekayaan intelektual”mu
  2. Kamu terlatih untuk melakukan riset, filtering data, pengolahan data, verifikasi data, dan mengisahkan data.
  3. Kamu paham apa itu sudut cerita. Kamu juga terlatih untuk memilih opening cerita, jembatan antar-fakta, dan pemilihan kata.
  4. Kamu juga bisa sesukanya bercerita. Lain soal ketika kamu membuka jasa penulis biografi sebab di situ kamu akan disetir oleh klien.
  5. Kamu dapat memilih gaya tulisan roman biografi, novel biografi, atau apa pun. Lagi-lagi, ini saat terbaikmu. Nanti saat kamu dibayar klien, kamu tidak bisa sesukanya memilih gaya tulisan
  6. Dengan memiliki banyak gaya tutur maka kamu mudah untuk pamer pada calon klien nantinya. Mister mau model yang mana nih? Begitu gayamu nanti saat membuka penawaran.
  7. Mata batin kamu akan lebih terbuka. Kamu bisa menemukan banyak “mutiara kehidupan” dari tokoh yang kamu tulis.
  8. Otomatis kamu akan menjadi pembaca dengan banyak riset dan menulis.
  9. Blog-mu makin populer. Sebab, anak-anak sekolah getol banget browsing kisah-kisah pahlawan dan publik figur di internet.
  10. Kamu bisa membukukan kumpulan kisah para sosok itu kalau kamu cerdik. Misalnya: 20 Sosok Muslim Paling Berpengaruh di Indonesia, 30 Wanita Hebat Sepanjang Abad 20, Kumpulan Kisah Pahlawan Masa Kemerdekaan, dst.

Nah, apakah yang saya tulis ini belum terpikirkan olehmu? Tulislah. Jadilah pemberi jasa menulis biografi yang tidak sekadar mengejar uang tapi juga mampu mengejar portofolio dengan cekatan.

Jika tulisan ini membuka wawasanmu, kasih komentar ya. Biar saya ngerti kalau kamu sudah mampir dan baca tulisan ringan ini. Salam sukses buat kamu!