Tip Mengubah Karya Tulis Ilmiah Menjadi Buku Populer

Mas Anang, gimana cara mengubah karya tulis ilmiah menjadi buku populer?

Gini jawabnya. Bayangkan kamu ingin mengubah rumah hunianmu menjadi warung ala Markobar. Apa yang kamu lakukan?

mengubah karya tulis ilmiah menjadi buku populer
mengubah karya tulis ilmiah menjadi buku populer

Oh gitu. Tentu saya akan melakukan ini:
1. merombak susunan ruangan,
2. mengganti tampak depan rumah,
3. membuang pernak-pernik rumah yang tidak sesuai,
4. mengganti sofa dengan kursi plastik, dan
5. nambah banyak colokan, kipas angin, dll agar betah pelanggannya.

Nah seperti itu kiasannya.

Konkretnya, ini yang mesti kamu lakukan dengan berdarah-darah:
1. rombak struktur naskahmu. Yang semula ada latar belakang, tujuan, tinjauan pustaka, dst ubah sekarang layaknya pembagian bab-bab buku nonfiksi,
2. tampak depan alias lead tulisan juga rombak total. Karya tulis ilmiah kebanyakan dimulai dengan paragraf definisi atau fenomena. Gantilah dengan aneka lead ala buku nonfiksi yang kamu tahu.
3. Buang paragraf-paragraf membosankan seperti kutipan referensi yang menyebalkan itu. Hapus semua catatan kaki yang bikin pembaca suka tersandung-sandung.
4. Kalimat-kalimat kaku dan sok pintar ala buku ilmiah ganti dengan narasi kisah yang menarik dan relevan. Atau model kalimat tanya yang dijawab sendiri. Tambahkan teks boks yang memikat.
5. Biar pembaca betah, bolehlah kasih ilustrasi, foto, infografis yang memikat mata. ^_^

Itu sedikit tip menyulap karya tulis ilmiah jadi buku nonfiksi populer. Suka tip ini? Praktekin dong! Hahaha …. Pastinya, silakan share, dan comment yaaa
====

Tidak cukup waktu untuk melakukan itu semua? Saya dan tim Ghostwriter Indonesia siap melakukannya untuk Anda. Kami akan sulap karya tulis ilmiah Anda agar membawa manfaat lebih banyak lagi, agar ribuan orang bisa membaca dan mengambil manfaat.

Hubungi Ghostwriter Indonesia di 0815-990-4562 (WA). Kami juga siap bantu cetak dan salurkan ke penerbit bila perlu …

Langkah Mudah Menulis Novel bagi Penulis Pemula

Halo ketemu lagi dengan saya, Anang YB dari Ghostwriter Indonesia.

Kali ini kita mau ngobrolin tentang cara menulis novel. Novel laris bahkan kemudian difilmkan bikin banyak penulis pemula makin giat cari tema untuk membuat novel bestseller. Alih-alih novelnya jadi, eh ini malah setahun baru dapat satu bab. Itu juga nggak bagus-bagus amat.

"Senja, Hujan, & Cerita yang Telah Usai"
“Senja, Hujan, & Cerita yang Telah Usai”

Faktanya, menjamurnya platform-platform menulis di dunia maya ternyata memberikan dampak besar bagi para penulis di Indonesia. Jika dulu Anda harus menulis di komputer dan mencetaknya untuk kemudian dikirim ke penerbit, sekarang peluang dibaca lebih luas dapat diwujudkan dengan mengunggahnya ke platform menulis tersebut. Bahkan tak sedikit penulis yang berhasil menerbitkan novel lewat cara tersebut.

Di sisi lain, walau secara media sudah dimudahkan, masih banyak pemula yang mengaku kesulitan menyusun novel utuh. Berbagai alasan pun dilontarkan, dari tidak punya ide, sibuk, hingga minder duluan saat mendapatkan masukan dari pembaca.

[Just info, tim Ghostwriter Indonesia menyediakan jasa pendampingan 1 bulan menuntaskan tulisan. Hubungi 0815-990-4562 untuk info lebih detail]

Kenyataanya, menulis novel tidak sesulit yang dibayangkan selama Anda mengetahui triknya, seperti yang dijelaskan berikut ini:

  1. Pilih ide yang disukai dan dikuasai

Merangkai cerita dari gagasan rumit dan megah hanya akan menyulitkan Anda kalau tidak dikuasai. Sebaiknya—terutama bagi pemula—pilihlah ide yang benar-benar disukai dan dikuasai. Misalnya, kalau Anda suka dengan kuliner, tulis novel tentang tokoh yang suka memasak. Kembangkan gagasan ini dengan pengetahuan yang Anda miliki dan tambahkan informasi lain kalau dibutuhkan. Menulis novel dengan cerita dari sesuatu yang Anda pahami tidak akan memberatkan walau di tengah jalan bertemu hambatan.

  1. Membuat kerangka karangan atau outline

Tak sedikit penulis pemula yang bertanya, pentingkah kerangka karangan atau outline dibuat? Jawaban dari pertanyaan ini pun beragam. Jika Anda tidak ingin cerita novel itu mellebar ke mana-mana, maka kerangka perlu dibuat sebagai ‘pembatas’. Namun, kalau Anda adalah tipe penulis yang senang ‘berkelana’ dan tak mau dikekang selama menulis, maka tahap membuat outline novel dapat dikesampingkan. Hanya saja, risiko cerita berantakan dan kurang fokus lebih besar serta memakan proses penyuntingan yang lama.

  1. Menciptakan karakter-karakter 3 dimensi

Dalam hal ini, bukan berarti Anda perlu merancang tokoh memakai aplikasi tertentu. Karakter 3 dimensi bukan sekadar baik dan jahat. Mereka diciptakan sedekat mungkin dengan kehidupan nyata; memiliki motif tertentu dan membuat pembaca dilema. Tokoh-tokoh dengan karakterisasi ini biasanya membuat para pembaca ikut terlibat konflik. Misalnya, antagonis yang mulanya sangat jahat ternyata bersikap demikian karena di masa lalunya pernah dirundung (bully) dan dibesarkan dalam keluarga yang toxic.

  1. Latar tempat dan waktu seakurat mungkin

Untuk latar tempat dan waktu di dalam novel, Anda dapat memulainya dari tempat tinggal sendiri dan masa kini. Akan tetapi, kalau cerita membutuhkan lokasi lain dan waktu di masa lalu/depan, lakukan riset terlebih dahulu. Sekarang, tidak sulit mencari informasi tentang kota hingga negara yang belum pernah dikunjungi, sebab semuanya tersedia di dunia maya. Namun, pastikan deskripsi yang Anda buat tidak terlalu kaku atau terkesan seperti jurnal ilmiah, kecuali kalau Anda sedang menyusun buku non-fiksi.

  1. Memastikan genre untuk cerita yang ditulis

Sebenarnya, genre novel harus Anda putuskan sejak awal. Ingin cepat mendapatkan pembaca? Buatlah cerita genre populer seperti romansa atau drama. Sekitar dua tahun terakhir, thriller, domestic noir, dan fantasi pun mulai meraih perhatian pembaca Tanah Air. Genre apa pun yang nantinya Anda pilih haruslah yang benar-benar Anda kuasai dan sesuai dengan cerita. Anda bisa pindah ke genre novel lainnya, tetapi pastikan Anda sudah melakukan riset matang dan latihan menulis secara intens.

  1. Cari dan baca referensi sebanyak mungkin

Kunci berikutnya yang akan memudahkan Anda menulis novel dengan cepat dan mudah adalah rajin membaca. Carilah referensi sebanyak mungkin—baik novel maupun jenis tulisan lain—yang mendukung tulisan Anda. Selain itu, dengan membaca pun Anda akan memperkaya kosakata dan mendapatkan cara menulis yang bagus dari pengarang-pengarang kenamaan. Jangan lupa memasukkan kamus ke dalam daftar bacaan agar Anda tidak kebingungan saat mendapatkan kata-kata yang kurang familier.

Langkah terakhir yang akan menyempurnakan usaha menulis novel Anda adalah praktik. Kesalahan para pemula yang ingin merangkai cerita utuh adalah terlalu lama merancang tanpa mewujudkannya.

Butuh motivasi? Ceritakan rencana Anda kepada teman atau siapa pun yang dirasa akan memberi dukungan besar kepada Anda. Dengan begitu, naskah novel yang Anda siapkan akan cepat selesai sesuai target.

Nah, lumayan dapat wawasan baru? Yuk tuntaskan naskahmu. Kalau butuh jasa editing naskah novel atau sekalian mau minta bantuan desain isi dan cover bahkan pencetakan, silakan hubungi Ghostwriter Indonesia di 0815-990-4562.

Penulis dan Editor Wajib Sertifikasi dan Uji Kompetensi: Mau Nolak?

Wuih, saya nemu foto teman lama saya sedang bawa poster seperti sedang piknik di pantai. Bedanya, ini dia sedang serius mejeng di poster bertuliskan urusan asesor dan uji kompetensi tenaga (ahli) geomatika.

Jasa penulisan buku & artikel
foto: pixabay.com

Saya jadi ingat diskusi di akun Facebook saya  yang pro-kontra soal penulis dan editor wajib memiliki sertifikat hasil uji kompetensi. . Saling lempat komentar itu seru-seru lucu dan tidak saru.

Saya yang sarjana geografi dulunya memang bergelut dengan urusan geomatika. Ikut tender dan menjadi tenaga ahli di berbagai proyek survei dan pemetaan. Apakah dulu (dan sekarang) hanya pekerja profesional geomatika bersertifikat yang dapat job? Tampaknya tidak juga. Tanpa sertifikat pun kerjaan masih akan datang meski di beberapa channel akan tertutup. Misalnya pada proyek dengan dana pemerintah. Apalagi bagi mereka yang yakin kalau urusan rizki ada di tangan Tuhan semata-mata.

Melacak keberadaan LSP Geomatika ternyata sudah berdiri 2004, artinya sudah 14 tahun ada dan proses sosialisasi masih terus jalan. Bandingkan dengan LSP Penulis dan Editor yang baru seumur jagung karena pengesahan undang-undangnya juga masih “kemarin sore”.

Saya pun tidak memegang sertifikat Geomatika bahkan sampai saya murtad jadi penulis.

Eh, sebetulnya saya mau ngomong apa?

Saya sekadar mau menegaskan bahwa pada akhirnya semua profesi para profesional akan menuju pada titik standardisasi. Penulis dan editor boleh saja (saat ini) menuliskan portofolio sepanjang cerpen atau novelet. Tapi, siapkah Anda bila cerita sukses dan hebat itu untuk dicek kebenarannya? Diminta buktikan melalui wawancara dan kegiatan verifikasi?

Saya kembali ingat ke masa 20 tahun lalu. Saya pun assesor alias penguji untuk para pemohon sertifikasi. Bedanya, saya adalah assesor PHPL (Pengelolaan Hutan Produksi Lestari). Simpelnya, saya bekerja untuk memverifikasi perusahaan-perusahaan perkayuan apakah sudah menerapkan Ekolabel atau belum. Saya keluar masuk masuk hutan, mendatangi perusahaan semacam itu di Kalimantan dan Sumatera termasuk eks Indorayon. Sangat melelahkan karena ada buanyaak dokumen harus kami cek dan crosscheck.

Saya nggak ngerti bagaimana uji kompetensi geomatika dan penulis editor bakal dilaksanakan. Tapi itulah keniscayaan yang saya bilang. Kalau memang oke dengan portofoliomu, ‘napa harus mengerutkan kening dengan proses sertifikasi?

Jadi, sekukuh apa pun Anda menolak atau nyinyir dengan program sertifikasi penulis dan editor, orang lain akan melakukannya. Anda mungkin bisa eksis dan dapat job juga. Bedanya Anda akan jadi orang beda.

Akhirnya, saya juga mau bilang, kompetensi–yang bakal diuji–adalah irisan dari tiga hal yang ada di dalam diri setiap pekerja profesional, yakni SKILL, KNOWLEDGE, dan ATTITUTE. Itu yang mau diuji.

Saya sih pede. Kamu?

Cara Menerbitkan Buku Sendiri Murah dan Untung

buku panduan pengobatan diabetes
tip menerbitkan buku sendiri. foto: free images pixabay.com
Halo, saya  Anang YB mau sharing tentang menerbitkan buku sendiri atau istilah bulenya self publishing. Ini saya sampaikan karena dua hal. Pertama, saya sudah menjalani proses ini sejak lima tahun lalu dan kedua, saat ini proses memasukkan naskah ke penerbit umum semakin sulit dan mahal karena sering diminta beli buku di awal.
Oke, kita mulai dari batasan istilah dulu, self publishing adalah kegiatan seorang penulis untuk menerbitkan karyanya sendiri melalui penerbit yang dia miliki.

Artinya, kalau dia menerbitkan karya orang lain, maka batallah istilah itu. Atau, dia menerbitkan karyanya di penerbit lain maka batal juga pengertian ini. Seperti misalnya, saya menerbitkan karya Panjikristo yang berjudul “Mbah Jito” maka itu bukan self publishing.

Penerbit yang dimaksud bisa berupa perusahaan berbadan hukum tapi bisa juga tanpa badan hukum. Jadi, bisa saja saya mencetak buku dan saya jual tanpa repot mendirikan perusahaan penerbit. Keuntungan punya perusahaan penerbit adalah Anda berhak mengajukan pembuatan ISBN ke perpusnas.

Langkah-Langkah Self Publishing
Tentu Anda harus punya naskah sendiri. Bukan jiplakan tentu saja. Naskah apa saja bisa Anda terbitkan termasuk naskah yang sudah ditolak penerbit umum puluhan kali. Entah itu puisi, kumpulan cerpen,bahkan autobiografi Anda.

Masih ada langkah pracetak dan cetak. Langkah pracetak meliputi proses penyiapan naskah menjelang masuk mesin cetak. Pada tahap ini Anda perlu menyunting naskah, melengkapi komponen naskah, mendesain isi buku, dan mendesain kover. Kalau Anda punya penerbit berbadan hukum, Anda perlu juga mengurus ISBN ke Perpusnas.

Sudah ready dengan desain buku Anda? Carilah percetakan yang berpengalaman mencetak buku. Bukan sekadar mencetak stiker atau undangan kawinan. Saat ini sudah banyak percetakan semacam itu. Anda bisa mencetak satuan. Carilah jasa Print on Demand sebab mereka memiliki mesin digital dengan kualitas mencetak buku secara satuan. Sedangkan percetakan offset seringkali meminta Anda mencetak minimal 500 eksemplar.

Biaya yang Harus Ditanggung
Self publishing artinya Anda sudah masuk ranah bisnis. Ketika Anda membeli buku antologi dengan harga 70 ribu rupiah, Anda bisa berhitung nantinya mengapa harganya sebesar itu.

Biaya yang Anda perlu budget-kan adalah:
1. Biaya editing. Anda bisa menyunting naskah sendiri, tentu saja. Tapi kalau Anda mau pakai jasa profesional, biasanya tarifnya 10 ribuan per halaman 300 kata untuk jasa sunting ringan. Tentu ada yang pasang tarif lebih murah atau lebih mahal dari itu.

2. Biaya desain isi. Istilah kerennya jasa layout. Saya kadang me-layout sendiri buku yang saya terbitkan dengan memakai program Words. Tapi kalau Anda mahir pakai program khusus semacam Adobe InDesign tentu lebih afdol. Jasa di luaran untuk desain isi buku adalah sekitar 5 ribu rupiah per halaman buku. Jadi, tidak dihitung per kata lagi.

3. Biaya desain kover. Sebelum membuat kover, pastikan Anda sudah fix dengan judul, subjudul, nama Anda (mau pakai nama pena kah?), blurb atau teks untuk kover belakang, dan ISBN bila perlu. Saya memilih bikin sendiri dengan Adobe Photosop biar ngirit. Kalau pakai jasa orang lain bisa kena harga di kisaran 300 ribu sampai 1 juta per desain.

4. Akhirnya, siapkan budget untuk cetak buku. Ongkos cetak di percetakan digital/Print on demand tidak mahal. Untuk buku dengan ketebalan 160-an halaman ongkosnya 25 ribu-35 ribu saja. Dan, seperti saya bilang, Anda bisa cetak satuan. Oh ya, perhatikan saat Anda mendesain buku, aturlah jumlah halaman (termasuk halaman romawi) dalam kelipatan 8 agar tidak ada halaman kosong.

Tip Jualan Buku Self Publishing
Apa gunanya bikin buku tapi tidak diedarkan, to? Kecuali memang buku itu untuk konsumsi sendiri. Nah, cara paling gampang untuk hemat investasi adalah dengan teknik preorder.

Jurusnya, Anda siapkan desain cover sebulan sebelum naik cetak. Promosikan cover itu dengan sales letter merayu-rayu agar follower dan teman medsos Anda tergoda membeli. Anda bisa pasang harga dua kali ongkos cetak. Misalnya, buku Anda jual 40 ribu-60 ribu bonus tanda tangan Anda. Untuk tahap preorder boleh diberi iming-iming diskon 20% sampai tanggal tertentu.

Setelah transferan masuk, barulah Anda membawa naskah yang sudah didesain rapi ke percetakan. Anda bisa mencetak lebih banyak dari jumlah orderan karena harga jual buku sudah Anda dongkrak naik sebelumnya.

Nah, info ini menggoda Anda untuk menjadi self publisher? Kenapa tidak. Coba lakukan deh, pasti ketagihan.

Anda juga bisa mengontak saya jika memerlukan bantuan untuk menerbitkan karya Anda. Hubungi Ghostwriter Indonesia di WhatsApp 0815-990-4562 (Tjandra Susi)

*info ini bermanfaat? Silakan share tanpa mengurangi dan mengganti isinya.

Ahok Sudah Hampir Khatam

Hari ini, teman-teman penulis #KamiAhok sebanyak 10 orang main ke “kos” Ahok. Seperti biasa, banyak kisah seru dipanen teman-teman saya itu. Satu hal biasa tapi berkesan adalah pengakuan Ahok kalau selama di dalam penjara, dia sudah mengkhatamkan Al-Quran terjemahan Kementerian Agama. Ia fasih menjelaskan urutan surat dalam al-Quran.
Dasar Ahok!

Di bawah ini saya posting tulisan dua kawan baik saya sesama penulis buku #KamiAhok, yakni Mas Harry dan Gus Mis. Siapa keduanya? Baca deh profilnya di buku #KamiAhok ya. Tulisan-tulisan ini saya posting seizin mereka pastinya.

[beli buku #KamiAhok di sini: BELI BUKU #KAMIAHOK] Continue reading “Ahok Sudah Hampir Khatam”

Mengatasi Macet Menulis Naskah

mengatasi macet writer's block
mengatasi macet menulis writer block
mengatasi macet menulis

Haloo … Siapa yang udah semangat nulis, udah menghabiskan banyak waktu untuk ngetik berhari-hari bahkan berminggu-minggu tapi naskahnya belum tuntas juga?

Pasti ada masalah, kan? Ya … Nulis itu kadang butuh mood. Kadang butuh suasana tenang, kadang mendadak berhenti dan buntu karena banyak alasan, diantaranya:

  1. Mendadak dapat ide tulisan baru. Jadinya, ide tulisan lama tersingkir sementara waktu.
  2. Mendadak nggak suka nulis tema itu karena masuk ke topik yang tidak disukai atau tidak dikuasai
  3. Mendadak habis saja bahannya. Niat mau nulis 100 halaman tapi sudah tak ada bahan sampai di halaman 20
  4. Mendadak merasa tulisannya super garing, nggak ada rasanya.
  5. Mendadak nggak yakin ide tulisannya bakal dilirik penerbit
  6. dan masih buanyaaaak banget alasan yang membuat tulisan tiba-tiba susah dilanjutkan.

Nah, gagal menyelesaikan tulisan itu–ada yang menyebutnya writer’s block–seperti gagal membangun rumah. Analoginya kayak gitu. Proses pembangunan rumah sekadar mengandalkan semangat. Padahal banyak lho yang harus disiapkan untuk membuat sebuah rumah berdiri kokoh dan bagus. Apa aja itu dan kaitannya dengan naskah?

Pertama, sebuah rumah butuh desain detail. Kita sudah membangun rumah kalau semua cuma ada di angan-angan. Meski secara global sudah terbayang bakal punya berapa berapa kamar mandi dan berapa kamar tidur, tapi kamu susah untuk membayangkan kalau tidak didesain secara detail. Demikian pula dengan sebuah naskah buku. Pastikan kita sudah punya “desain isi buku”. Ini bukan sekadar deretan bab demi bab saja. Desain isi buku disebut juga dengan outline naskah.

Outline naskah adalah sebuah rincian detail atas isi sebuah naskah yang disusun sistematis dan detail. Outline naskah memang berisi judul bab dan subbab (ini dapat diubah nanti di akhir penulisan naskah) lengkap dengan deskripsi naratif mengenai isi setiap bagian itu.

Kedua, membangun rumah mesti berhitung jumlah semen, kayu, pasir, bata. Semua itu mesti disiapkan. Tidak harus sekaligus harus ada di awal. Bahan yang wajib ada pada saat mulai membangun rumah adalah batu fondasi dan semen. Demikian pula dengan proses menyusun naskah. Miliki dulu tema dan topik yang kuat. Tulis gede-gede tema dan topik itu di atas kertas dan pasang di samping laptop atau komputer Anda. Jangan dilepas sebelum naskah selesai tuntas.

Material lain seperti bata, kayu, kaca jendela, dan baja ringan serta genteng bisa disiapkan secara bertahap. Itu ibarat bahan bacaan dan referensi dalam proses menyusun buku. Anda dapat mulai baca dan cari penguat untuk topik yang sedang Anda susun. Kalau naskahnya berupa cerita fiksi, luangkan waktu untuk nonton film, sinetron, atau video-video yang memuat dialog-dialog cerdas dan pas. Kalau naskahnya adalah novel anak gaul, ya tonton film Amerika dan film Indonesia yang seumuran itu. Tangkap suasana, emosi, dan gaya gaulnya.

Ketiga, buat kepastian kapan rumah itu mau dituntaskan bikinnya. Mau setengah tahun atau dua bulan saja. Ini penting lho sebab urusan hidup ini bukan cuma bikin rumah doang. Anda sudah nggak sabar untuk bisa menikmati rumah itu kan? Nggak beda dengan membuat naskah buku. Mengatasi macet saat menulis  dapat diatasi dengan memastikan Anda bikin deadline sejak awal! Pokoknya pastikan Anda mau tuntas berapa minggu naskah itu. Mau sebulan menuntaskan naskah? Atau dua bulan? Tulis niat itu dan tempel juga di dekat komputer.

Keempat, siapkan cat dan aksesoris rumah yang buaguuus ya. Biar rumah yang sudah kita bangun tembok-temboknya makin keren dan nikmat untuk dihuni. Naskahnya juga ya … Siapkan cat yang indah. Ini adalah proses editing dan pengayaan naskah. Editing adalah mempercantik pembuatan kalimat, susunan paragraf, bahkan kalau perlu menambal bagian tulisan yang belum cukup mendalam. Sebuah naskah dapat dipercantik dengan menambahkan quote, text box, ilustrasi, infografis, dan foto Anda kalau merasa keren, hahaha…

Nah, tidak sulit kan untuk mengatasi macet saat nulis? Pokoknya tidak susah untuk menuntaskan naskah buku yang sedang Anda buat. Tapi kalau mau belajar cara menulis cepat, tersetruktur, tepat waktu dengan hasil tulisan keren standar penerbit nasional, boleh kok ikut mentoring online privat menuntaskan naskah saya. Nanti saya kasih tahu jurus-jurus saya sampai bisa bikin 40 buku selama karier dan masih nambah terus tiap bulannya.

Smart Business Map

Smart business map
Smart business map

FAKTANYA, permasalahan terbesar dalam menjalankan bisnis adalah kurangnya “Pengetahuan Untuk Menjalankan Bisnis”.

Karena ada banyak orang yang memiliki modal bisnis yang besar, namun akhirnya gagal dalam menjalankan bisnisnya, karena mereka tidak/belum mengetahui bagaimana cara yang tepat untuk menjalankan bisnisnya.

Disisi lain, ada juga para pengusaha, walau tidak punya modal usaha sendiri, namun karena memiliki “Pengetahuan” dalam memulai dan menjalankan bisnis, serta “Pengetahuan” untuk mendapatkan modal, akhirnya mereka pun dapat menjalankan bisnis mereka, berkolaborasi dengan pemilik modal.

***

Mari belajar, dan membangun jaringan bisnis bersama di,

SMART BUSINESS MAP (SBM) WORKSHOP & COACHING, OIM PROINDONESIA 2017, WILAYAH SEMARANG

APA ITU SBM?

Smart Business Map (SBM) adalah sebuah tool, yang digunakan untuk mendiagnosa bisnis, sekaligus dapat digunakan untuk melakukan akselerasi bisnis.

Dengan menggunakan SBM, diharapkan para pengusaha dapat membangun bisnis yang kokoh, kuat, dan dapat terus berkembang semakin besar, dan berkesinambungan.

Selengkapnya klik >> http://bit.ly/apaitusbm

WAKTU DAN TEMPAT

Semarang 8 – 9 April 2017
Pukul 08.00 -17.00 WIB
Tempat: Hotel Noormans, Jl. Teuku Umar 27, Semarang

PENDAFTARAN/RESERVASI

– Untuk pendaftaran silakan mengisi formulir pendaftaran berikut ini »> http://bit.ly/daftarsbmworkshop

TERBUKA UNTUK UMUM, TEMPAT TERBATAS, 50 ORANG!!!

SIAPA SAJA YANG WAJIB IKUTAN?

Sangat dianjurkan bagi mereka yang sudah memiliki bisnis, dan ingin bisnisnya semakin bertumbuh dan berkembang.

INVESTASI

– Rp. 500.000 / orang

INFO LEBIH LANJUT

– Dani – 0877 2791 6160
– Kontak langsung via pesan Facebook di www.facebook.com/OIMproindonesia/messages

ORGANIZED BY : OIM proindonesia, Wilayah Semarang

SALAM NAIK KELAS- LEARN, SUCCESS, SHARE

Panduan Membuat Start Up dan Menjalankannya

Start me up ebong eka
Start me up ebong eka

Satu buku bagus ada di lemari perpustakaan saya.  Dulu saat membeli  buku itu saya pikir penulisnya orang Indonesia, tercantum nama bule Ebong Eka.  Eh ternyata dia orang Amrik hahaha…

Ebong Eka menulis buku apik dan praktis berjudul Start Me Up! dengan subjudul Temukan panduan memulai bisnis kecil dan menjalankannya.

Saya terpikat beli dan baca sampai tuntas buku Start Me Up!  ini karena si penulis telah menciptakan panduan yang bagus untukmencapai bisnis yang sukses.

Bagusnya di mana buku ini?

Dalam Start Me Up!  Anda akan belajar bagaimana untuk:

– Menghilangkan keraguan untuk memulai bisnis

– Menciptakan ide bisnis yang sederhana

– Fokus pada bisnis yang telah Anda jalankan

– Membuat pelanggan Anda membayar lebih tanpa harus kehilangan mereka.

– Memasarkan bisnis Anda dengan tepat dan efisien

– Menciptakan brand yang akan selalu diingat dan dekat dengan pelanggan Anda.

Menarik kan?  Menurut si penulis,  memulai start up yang sukses senantiasa membutuhkan pemahaman pentingnya Empat S: Struktur,  Strategi,  Sistem,  Sale.

Buku setebal 332 halaman ini layak Anda miliki jika serius ingin mendirikan start up saat ini juga.

Temukan buku ini di Toko Gramedia atau saya bantu belikan.  Hubungi saya melalui email anangyb@gmail.com 👍

 

Jasa Penulis Puisi untuk Hari Spesialmu

jasa menulis di jakarta

Puisi merupakan suatu jenis karya sastra yang berisi ungkapan penulisnya, mengandung rima, dan diungkapkan dengan menggunakan pilihan kata-kata yang berbeda dari tulisan pada umumnya. Puisi banyak menggunakan kata-kata yang bersifat konotatif atau kata-kata yang mengandung makna bukan sebenarnya. Pada umumnya, pembaca membutuhkan pemahaman yang mendalam untuk bisa mengerti betul makna yang disampaikan penulis puisi.

Berbeda dengan tulisan pada umumnya, segi estetika menjadi bagian utama untuk ditonjolkan dalam puisi. Semakin indah dan semakin tepat pilihan kata-kata yang digunakan dalam puisi, maka akan semakin diminati pula puisi tersebut.

Seorang penulis puisi atau penyair biasanya senang untuk menimbulkan tanya di benak para pembacanya. Mereka selalu tertarik untuk menciptakan suatu keanehan atau ketidakbiasaan dalam puisi yang dibuatnya. Baik dari kata-kata yang digunakan hingga bentuk puisi tersebut. Ada yang berbentuk bait seperti biasa, tetapi ada juga yang dibuat melingkar hingga zig-zag. Seorang penyair senang berekspresi di dalam puisinya, sehingga seolah tidak ada batasan untuk menulis puisi. Menurut waktunya, puisi dibagi menjadi dua, yaitu puisi lama dan puisi baru.

Puisi lama yaitu puisi yang terikat oleh aturan-aturan yang baku, yakni meliputi jumlah kata dalam satu baris, jumlah suku kata dalam satu baris, jumlah baris dalam satu bait, rima, dan irama. Yang termasuk dalam puisi lama yaitu pantun, karmina, mantra, seloka, gurindam, syair, dan talibun.

Puisi baru yaitu puisi yang sifatnya lebih bebas karena tidak terikat dengan aturan-aturan yang baku baik itu dari segi jumlah kata, jumlah baris, suku kata, maupun rima.

Ada pula yang disebut dengan puisi kontemporer. Puisi ini merupakan puisi yang lahir di zaman sekarang. Isi maupun bentuknya menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Kata-kata yang digunakan pun seringkali tidak lagi memperhatikan kesantunan. Yang terpenting hanyalah makna yang disampaikan oleh penyair.

Dalam puisi kita mengenal adanya empat struktur batin puisi. Keempat struktur batin tersebut meliputi tema atau makna, rasa, nada, dan amanat. Ada pula yang disebut dengan struktur fisik puisi, yang terdiri dari diksi, imajeri, bahasa figuratif, kata konkret, ritme, dan rima.

Pernah mendengar istilah citraan? Ya, citraan merupakan gambaran dari suatu puisi. Citraan erat kaitannya dengan pancaindera. Citraan dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu citraan bauan, citraan gerakan, ditraan lihatan, citraan dengaran, citraan rabaan, dan citraan cecapan. Semua digunakan untuk bisa memahami makna di balik sebuah puisi.

Puisi digunakan seorang penyair untuk berkomunikasi kepada pembacanya, siapa pun dia dan dari kalangan mana pun dia. Tidak jarang juga seorang penyair membuat puisi untuk ‘menyentil’ para petinggi negara atau fenomena memprihatinkan yang terjadi di negaranya. Tujuannya sederhana, agar mereka sadar akan kepedihan hati orang-orang kecil yang jarang mereka perhatikan.

Banyak pula yang membuat puisi untuk sekadar mengungkapkan perasaan, baik itu jatuh cinta, sedih, bimbang, takut, atau bahagia. tidak hanya mengungkapkan perasaan, lebih dari itu si penyair berusaha agar pembacanya juga belajar dari apa yang dia rasakan yang berarti berguna pula bagi kehidupan pembaca.

Memang banyak manfaat dari menulis puisi untuk diri sendiri dan juga orang lain, baik untuk keperluan pribadi maupun sosial. Untuk itu, mengapa Anda tidak mulai menulis dan membagikan puisi Anda untuk orang-orang sekitar?

Jika Anda masih merasa sulit untuk menulis puisi, tim Ghostwriter siap membantu dan membimbing Anda sebagai jasa penulis puisi. Apa pun keperluan Anda, jika Anda membutuhkan jasa penulis puisi, Anda dapat mempercayakannya kepada kami.

Kami sudah menghasilkan berbagai macam karya tulisan untuk berbagai keperluan. Salah satunya yaitu dengan menawarkan jasa penulis puisi. Anda tidak perlu khawatir mengenai tarif. Tarif yang kami tawarkan tentu akan sesuai dengan kualitas jasa penulis puisi yang kami hasilkan untuk Anda.

Anda juga tidak perlu khawatir tentang waktu pengerjaan. Banyaknya pengalaman kami dalam menangani klien telah mengantarkan kami menjadi seorang Ghostwriter yang profesional, salah satunya sebagai penyedia jasa penulis puisi.

Karenanya, Anda tidak perlu ragu untuk menggunakan jasa penulis puisi dari Ghostwriter.

Ghostwriter bisa dihubungi melalui WA atau SMS di 0816-700-257 atau melalui email anangyb@ghostwriterindonesia.com