Menulis: Bakat atau Keterampilan?

jasa penulisan buku

Dulu saat aku SMP sampai dengan SMA, aku hobi menulis, menulis apa saja. Kadang aku menulis puisi, kadang aku mengarang dongeng untuk diceritakan pada adik aku yang masih kecil, walaupun tidak setiap hari aku juga menulis diary, Hahaha …. Aku jadi ingat pernah membaca surat temanku, lalu kupikir kok sepertinya aku kenal tulisan ini. Temanku itu sambil cengar cengir mengatakan bahwa itu memang tulisanku yang diconteknya untuk memutuskan sang pacar karena menurutnya tulisanku keren.  Aku mengernyitkan alis dan tertawa. Itu lucu sekali, surat putus itu jadi panjang seperti koran karena selain tulisanku yang sudah cukup panjang dikopi habis, dia juga menambahkan pemikirannya di surat itu. hahaha ….

Ada lagi, ceritanya adik perempuanku ditaksir oleh seseorang. Orang itu menulis surat dalam sebuah diari, dan dia meminta adikku menjawabnya dalam diari itu juga. Seperti chatting kalau zaman sekarang, maklum waktu itu masih jarang yang punya handphone. Sampai di rumah adikku memintaku untuk menulis jawaban untuknya. Aku sih senang–senang aja, menurutku itu sangat menyenangkan.

Diari itu kemudian dikembalikan. Sesampai rumah sambil memberikan diari kepadaku, adik perempuanku itu bercerita, “ Mbak, tadi aku diminta langsung membalas,tapi kubilang, nanti saja aku tulis di rumah, lagi pusing, hahaha …. Padahal aku bingung mau nulis apa karena otakku ketinggalan dirumah” Dan, kami pun tertawa bersama.

Ge-er, waktu itu aku merasa aku berbakat jadi penulis. Masa itu sangat menyenangkan. Saat senang, aku membuat karya–karya yang menyenangkan seperti dongeng, puisi, cerpen, dan lain- lain meskipun tidak untuk dikirimkan kemana-mana. Saat sedih aku menuangkan perasaanku dalam puisi atau karangan bebas lainnya. Menangis sambil menulis itu menyenangkan. Saat selesai menulis hilanglah sedihku.

Kadang aku membaca kembali tulisanku yang penuh airmata itu sambil menertawakan diriku sendiri, wow aku drama queen banget ya, haha …. Itu sangat melegakan. Aku betah berjam-jam mengurung diri di kamar atau di atas batu di pinggir kali untuk menulis.

Jika di ingat-ingat lagi, masa terkelam dalam hidupku adalah saat aku berhenti menulis. Tahun 2009 aku lulus SMA dan bekerja menjadi buruh pabrik. Pergi saat matahari belum terbit dan pulang saat matahari sudah tertidur. Entah karena lelah atau apa aku lupa pada hobiku dan ketika masalah–masalah datang dan pergi, kepenatan menumpuk jadi sampah dalam otak dan hatiku. Aku merasa tidak tahu harus curhat kepada siapa.. Beberapa kali aku curhat pada orang yang salah, membiarkan orang lain ikut campur dalam kehidupanku. Emosiku menjadi sangat tidak stabil.

Beberapa bulan lalu bahkan aku sempat merasa stres berat dan hampir depresi. Aku sempat ingin ke psikolog atau psikiater untuk membantuku karena aku merasa kegalauanku sudah sangat mengganggu. Entah bagaimana tiba-tiba aku ingin menulis, menuangkan seluruh endapan kegalauanku dalam sebuah buku.

Plong !

Aku menemukan diriku kembali.. Segar tanpa beban. Aku berutang maaf pada teman–teman yang bersusah payah mencarikan kontak temannya yang psikiater. Tapi aku kembali, aku yang tenang menghadapi apa pun. Aku menemukan sahabatku, diriku sendiri.

Aku mulai lagi, belajar dari nol lagi, karena harus aku akui menulis itu tidak perlu bakat, menulis itu keterampilan yang harus diasah, dilatih, dilakukan terus menerus. Karena kalau tidak, jari–jarimu akan kaku dan otakmu akan beku.

Ditulis oleh Anastasia Ida Lovicha, nantikan tulisan-tulisannya di www.ailoworks.com. Foto: Pixabay.com

Buku dan Inspirasi

tempat asyik nulis buku

Menulis buku membutuhkan konsentrasi sekaligus inspirasi. Lokasi menulis tentu sangat menentukan. Kadangkala untuk menorehkan ide kreatifmu, kamu perlu berada di sudut-sudut sofa yang nyaman atau duduk di kursi di teras rooftop menghadap pemandangan Kota Jakarta yang sibuk.

Bukan hanya itu, alangkah baiknya bila di tempat itu juga dilengkapi perpustakaan berkoleksi beragam pustaka. Bisa jadi, akan membuat kamu lebih bersemangat menulis dengan kata-kata yang bernas.

Bila bukumu rampung, tentu kamu akan senang jika bisa meluncurkan buah karyamu di tempat yang ramai nan mudah dikunjungi sahabat dan kerabatmu.

ESTUBIZI Coworking Space adalah salah tempat idaman bagi para penulis dan freelancer. Interior yang tertata apik dan kaya fungsi. Sambil menyeruput kopi kesukaanmu, menikmati Jakarta dari ketinggian gedungnya di Jalan Wolter Monginsidi 71 di bilangan Kebayoran Baru yang sejuk.

Kalau pun kamu merindukan banyak teman baru, ada beragam aktivitas komunitas di tempat kumpul yang paling nyaman dan strategis di ibukota.

Penasaran mau tahu tempatnya? Ikuti terus Instagram @estubizi.

Artikel oleh Benyamin Ruslan Naba, foto oleh Patricia Emanuelle Intan Naba @emanulls

Mau Ikut Mentoring Menulis dan Dapat Income?

mentoring menulis

Mentoring menulis bersama tim Ghostwriter Indonesia semakin diminati. Saya–Anang YB–selaku mentor kadang kewalahan untuk “menolak” peserta yang antusias. Alhasil, peserta mentoring menulis sebulan harus mengantre untuk bulan-bulan berikutnya.

Mengapa mentoring menulis di Ghostwriter Indonesia diminati? Usut punya usut, testimoni para peserta menjawab pertanyaan itu:

Sangat efektif. Ya, mentoring ini dilakukan sangat privat, satu mentor mengajar satu peserta. Sehingga, pertanyaan-pertanyaan selama mentoring langsung terjawab dan tidak ada yang menyela.

Sangat praktis. Begitulah, mentoring menulis bersama tim Ghostwriter Indonesia dilakukan secara ONLINE! Jangan kaget kalau pesertanya datang dari Papua, Jawa Timur, bahkan Laos!

Sangat efisien. Tidak ada basa-basi yang tidak perlu. Metode dilakukan dengan melakukan review naskah dan obrolan online! Inilah saat terbaik bagi pemilik naskah untuk menulis dengan metode yang sudah teruji.

Sangat profesional. Mentoring saya  pegang sendiri. Dengan pengalaman menulis 40 judul buku, menjadi editor lepas di penerbit besar, memberikan layanan self publishing, dan pengajar workshop menulis menjadikan proses tanya jawab menjadi sangat fokus dan penuh solusi.

Hasil pasti. Naskah pasti tuntas dalam tempo 1 bulan saja. Ini jaminan sebab mentoring dilakukan dengan strategi yang tepat. Cukup dengan menuruti saran dan skedul yang diberikan maka naskah dijamin selesai ditulis. Ya, selama peserta disiplin, maka naskah pasti tuntas.

Biaya murah. Mengikuti workshop menulis profesional membuat Anda mengeluarkan uang 1 juta hingga 3 juta bahkan lebih. Padahal itu hanya berlangsung 2 hari saja. Di mentoring menulis bersama tim Ghostwriter Indonesia Anda akan berproses selama 1 bulan. Ya, Anda tidak salah baca> 1 bulan! Proses Anda menulis akan dikawal oleh mentor berpengalaman.

Terbuka untuk semua naskah. Yap, Entah naskah Anda adalah novel, buku motivasi, buku kesehatan, atau bahkan buku IT, semua dapat dilayani. Sebab, yang diunggulkan dalam mentoring ini adalah metode menulis. Tahap-tahap cerdas untuk menuntaskan naskah. Jadi, jangan khawatir bahwa tim Ghostwriter Indonesia akan menolak naskah Anda.

Jadikan uang. Naskah Anda bisa menjadi income yang bikin Anda berseri-seri. Melalui mentoring menulis bersama tim Ghostwriter Indonesia Anda akan kami pandu untuk melakukan self publishing. Kami ajarkan cara mengelola naskah, mencetak, dan mempublikasikan di media sosial dan komunitas. Bila Anda ingin memasukkan naskah itu ke penerbit dan berharap mendapat royalti, jangan khawatir … bersama tim Ghostwriter Indonesia, Anda akan kami beri konsultasi gratis cara masuk ke penerbit!

Nah, kapan Anda punya target menuntaskan naskah? Hubungi tim Ghostwriter Indonesia melalui WhatsApp atau SMS di 0816-700-257 sekarang juga. Kita susun jadwal untuk mentoring menuntaskan naskah Anda!

Jasa Ghostwriter Buku Kesehatan

buku panduan pengobatan diabetes

Saat saya menulis buku panduan kesehatan sakit diabetes, DIABETES AND ME, saya baru sadar bahwa ternyata ada banyak sudut pandang saat seseorang menulis buku kesehatan. Contohnya seperti ini:

  • Kesehatan itu mahal
  • Hidup ini singkat
  • Hidup ini indah
  • Sakit itu menyiksa
  • Sakit itu bisa dicegah
  • Selalu ada obat
  • Awas jangan sampai sakit
  • dll

Nah, pernah membaca buku tema kesehatan kan? Tiap penulis buku kesehatan sadar atau tidak sadar akan “memilih tone” tulisan berdasarkan tipe-tipe di atas. Hal itu akan terasa saat Anda melihat deretan daftar isi apalagi membaca keseluruhan teksnya sampai halaman terakhir.

Efeknya apa? Ada orang menjadi takut untuk sakit sehingga si pembaca akan menjaga kesehatannya. Sebaliknya, rasa takut itu bisa juga menjadi bumerang yang menyebabkan dia depresi setelah membaca buku kesehatan!

Saat saya membuat buku panduan kesehatan diabetes, DIABETES AND ME, saya beserta editor dari Elexmedia dan Soyjoy selaku penggagas buku ini sudah melakukan diskusi panjang. Hasilnya, kami bersepakat bahwa buku ini adalah buku panduan kesehatan dengan “tone” kasih sayang. Yap! Kami susun buku ini dengan menghilangkan kalimat negatif, dan menghindari kalimat yang memancing ketakutan. Bahkan tak ada frasa “penderita diabetes” sama sekali. Sebab, tak ada penderitaan bagi para diabetesi (istilah untuk mereka yang terkena diabetes). Meski terkena diabetes tetaplah enjoy asalkan baca buku panduan ini.

Menulis buku kesehatan dapat dilakukan oleh para dokter. Dan, jasa ghostwriter buku kesehatan adalah pilihan terbaik untuk para dokter yang sibuk namun ingin berbagi info kesehatan. Jasa ghostwriter memungkinkan proses penulisan buku kesehatan dilakukan secara profesional, tata waktu yang jelas, standar untuk bisa terbit di penerbit buku nasional juga terpenuhi.

Untuk hasil maksimal, pilihlah jasa ghostwriter di Jakarta jika Anda tinggal di Jakarta. Hal ini memungkinkan proses transfer gagasan dan konten naskah dapat dilakukan secara tatap muka langsung. Selain itu, pastikan bahwa jasa ghostwriter yang ditawarkan juga memberikan akses naskah ke penerbit nasional. Pilihlah ghostwriter yang memiliki network luas dengan penerbit-penerbit papan atas.

Buku kesehatan akan terus dicari, saatnya berbagi informasi melalui media buku. Entah dengan menulis sendiri atau bekerjasama dengan penyedia jasa ghostwriter buku, yang penting mari berbagi informasi untuk negeri ini!

Cara Mudah Jadi Writerpreneur Sukses

      Ï

Cara menjadi writerpreneur

    Cara menjadi writerpreneur

Dwi Suwiknyo penulis buku Writerpreneurship! mengawali ulasannya dengan memberi penekanan: writerpreneur(ship) adalah semangat untuk menjadi penulis andal yang profesional. Yakni, penulis yang menemukan jati dirinya melalui jalan menulis , sekaligus tulisannya dapat diandalkan oleh media/penerbit serta pembaca.

Deal? Yap! Penulis profesional adalah penulis yang sudah khatam dengan jurus menulis, self editing, dan memiliki jaringan yang luas dan kuat. Jangan meng-klaim sebagai penulis profesional jika masih kelabakan dengan teknik menulis cepat, mensiasati deadline yang ketat, memuaskan klien, dan menentukan tarif.

Cara menjadi writerpreneur dapat memakai diagram yang dibuat oleh Robert Kiyosaki yakni Cashflof Quadrant. Dalam diagram itu dijelaskan 4 tipe orang mencari uang, yakni menjadi pegawai, menjadi self employed, menjadi pemilik bisnis, dan menjadi investor. Tiga tipe terakhir cocok Anda jadikan pilihan untuk menjadi penulis profesional yang memiliki writerpreneurship.

Self employed. Artinya, menjadi seorang writerpreneur yang mempekerjakan dirinya sendiri. Ia dapat tampil menjadi penulis lepas atau freelancer. Nyaris sebagian besar writerpreneur berada di dalam kuadran ini. Ia akan mengerjakan job menulis berdasarkan tenaga dan waktu yang dia punya. Entah itu membuat naskah buku, menjadi penulis konten website, mengadakan seminar dan workshop menulis, atau seperti yang saya lakukan: menjadi ghostwriter buku di seluruh Indonesia.

Pemilik bisnis. Writerpreneur yang memiliki tim dapat mengelola bisnis perbukuan dan pernaskahan. Ia bahkan dapat melebarkan bisnisnya dengan jasa desain isi buku, jasa layanan self publishing, jasa desain cover, dan jasa editing. Bisnis writerpreneur semacam ini yidak sulit untuk dikembangkan. Modalnya adalah Network! Network dengan para “pekerja” seperti desainer, percetakan, penulis, editor, maupun network ke calon customer seperti penerbit-penerbit.

Investor. Ingin menjadi writerpreneur sukses tanpa repot? Jadilah investor. Carilah bisnis-bisnis perbukuan yang sedang berkembang lantas investasikan modal Anda di sana. Nikmati pasif income layaknya writerpreneur sukses.

Nah … tipe mana yang akan Anda pilih untuk menjadi writerpreneur sukses? Kontak saya jika Anda serius mencari mentor writerpreneur. Saya punya program mentoring 1 bulan menjadikan Anda seorang penulis profesional!

Simpan

Senja, Hujan, & Ceritamu

"Senja, Hujan, & Cerita yang Telah Usai"
“Senja, Hujan, & Cerita yang Telah Usai”

Menutup malam ini dengan melegakan diri membaca buku karya Boy Candra:  “Senja, Hujan, & Cerita yang Telah Usai.”

Ini buku yang mempermainkan emosi terutama untuk orang-orang yang pernah dilukai. Mungkin Anda pernah mencintai seseorang dan lantas dikhianati.

Atau sebaliknya, Anda pelaku pengkhianatan lantas sadar diri itu bukan laku yang baik untuk hati.

Atau, Anda adalah orang yang sadar telah mencintai orang yang salah. Mencintai diam-diam seseorang yang menganggap Anda adalah sahabat baik. Tidak bisa berpaling dari orang yang sama. Atau posisi pecinta yang lebih rumit dari itu.

Boy Candra penulis buku “Senja, Hujan, & Cerita yang Telah Usai” pernah ada dalam posisi itu. Mengenanglah bersama penulis buku ini namun jangan lupa untuk pulang.

 

 

Tip Mudah Menulis Biografi dan Sosok

tip menulis biografi
tip menulis biografi

Senang, bisa membantu banyak penulis membuat buku kenangan untuk orang-orang yang mereka cintai. Sulit menghitung, berapa banyak buku lahir selama saya memberikan Mentoring Menuntaskan Naskah dalam 1 Bulan. Dari sekian banyak buku yang sudah terbit itu, beberapa di antaranya adalah buku mengenai sosok atau biografi. Ada buku biografi tentang ibunya, gurunya, anaknya, dan lain-lain. Sebagian terbit secara self publishing. Dan, saya bantu secara total sejak menuliskan buku biografi itu hingga berujud buku.

Adalah tip menulis biografi atau sosok secara mudah? Tentu.

Tip pertama, pandailah mengatur jarak! Menulis biografi atau sosok secara manusiawi adalah merekam momen-momen secara utuh. Jika Anda sulit melepas kedekatan maka Anda hanya mampu menulis sebagian kecil dari hidupnya. Bahkan Anda hanya merangkai glorifikasi atau pemujaan.

Aturlah jarak Anda dari tokoh cerita dengan tetap memiliki kedekatan hati dan emosinya. Jika tokoh itu adalah Bunda Anda, berlakulah Anda bukan putri atau putranya. Hadirlah sebagai jurnalis yang ingin tahu banyak. Berlagaklah Anda belum mengenal dia. Atau, setidaknya … sosok yang Anda tulis belum dikenal oleh pembaca buku itu nantinya.

Dengan tip ini, menulis biografi menjadi lebih detail. Anda tentu tak ingin agar pembaca tidak mengetahui kesedihan, kegembiraan, keharuan, perjuangan, dan kalimat-kalimat bernas dari sosok yang Anda tulis. Dengan mengatur jarak, Anda bisa melihat background lebih lapang. Keruangan dari situasi tiap peristiwa bisa tergambarkan dengan lebih menarik.

Nah, Anda ingin menulis biografi bunda Anda? Atau pasangan Anda? Atau ayah Anda? Saya dampingi. Bahkan, sampai naskah itu menjadi buku dan Anda hadiahkan pada mereka! Jadilah penulis biografi saat ini juga!

Saya mudah dihubungi. Buka hape dan kirim pesan ke 0816700257 (Call, SMS, WhatsApp). www.GhostwriterIndonesia.com