Bagaimana Teknik Wawancara untuk Menulis Biografi?

Penulis Biografi
Penulis Biografi

Berikut adalah beberapa teknik yang dapat Anda gunakan dalam wawancara untuk menulis biografi:

Persiapkan pertanyaan dengan baik sebelum wawancara. Pastikan untuk membuat pertanyaan yang spesifik dan mencakup seluruh aspek kehidupan orang yang akan ditulis biografinya.

Buat catatan selama wawancara. Anda dapat menggunakan catatan tertulis atau mencatat dengan perangkat digital seperti ponsel atau komputer.

Gunakan pertanyaan terbuka. Pertanyaan terbuka akan memberikan kesempatan kepada narasumber untuk memberikan jawaban yang lebih terperinci dan memberikan lebih banyak informasi tentang kehidupannya.

Minta narasumber untuk memberikan cerita-cerita dan contoh-contoh nyata dari kehidupannya. Ini akan membantu Anda menyusun biografi yang lebih hidup dan menarik.

Tanyakan apa yang telah mempengaruhi atau menginspirasi narasumber selama kehidupannya. Ini akan memberikan wawasan yang lebih dalam tentang kepribadian dan pemikiran narasumber.

Tanyakan apa yang telah narasumber pelajari dari kehidupannya. Ini akan memberikan informasi yang berguna tentang bagaimana narasumber melihat dunia dan mengelola masalah dalam kehidupannya.

Bersikaplah ramah dan sopan selama wawancara. Ini akan membuat narasumber merasa nyaman dan lebih terbuka dalam memberikan jawaban.

Bagaimana mengatasi narasumber biografi yang tidak mau bercerita?

Berikut adalah beberapa saran yang dapat Anda gunakan untuk mengatasi narasumber biografi yang tidak mau bercerita:

  1. Mintalah izin terlebih dahulu sebelum memulai wawancara. Beri tahu narasumber tujuan dan manfaat dari wawancara tersebut, serta jaminlah bahwa privasi mereka akan terjaga.
  2. Buat narasumber merasa nyaman dan terbuka dengan memberi ruang yang cukup untuk bercerita. Buat suasana yang santai dan ramah, dan jangan terlalu tergesa-gesa dalam bertanya.
  3. Gunakan pertanyaan terbuka yang memungkinkan narasumber untuk memberikan jawaban yang lebih terperinci. Pertanyaan terbuka seperti “Bagaimana Anda merasa saat itu?” atau “Apa yang Anda pikirkan saat itu?” lebih memungkinkan narasumber untuk bercerita daripada pertanyaan yang hanya membutuhkan jawaban ya atau tidak.
  4. Tanyakan apa yang membuat narasumber tertarik pada topik yang Anda bahas. Ini akan membantu narasumber untuk lebih terbuka dalam bercerita dan memberikan wawasan yang lebih dalam tentang pemikiran dan perasaan mereka.
  5. Jika narasumber masih tidak mau bercerita, cobalah untuk mencari tahu apa yang membuat mereka tidak nyaman atau takut untuk berbagi informasi. Anda dapat mencoba untuk membuat narasumber merasa lebih nyaman dengan memberikan jaminan privasi atau dengan mengubah topik pembicaraan.
  6. Jangan terlalu terpaku pada pertanyaan yang telah Anda persiapkan. Jika narasumber tidak mau menjawab pertanyaan tersebut, cobalah untuk mengubah atau menambah pertanyaan yang lain.
  7. Terakhir, jangan terlalu terpaku pada satu narasumber. Jika narasumber tidak mau bercerita, Anda dapat mencoba untuk mencari tahu informasi dari sumber lain, seperti teman atau keluarga narasumber.

Selamat mencoba, jika Anda mengalami kesulitan akan hal ini, jangan sungkan untuk mengontak saya. Dengan senang hati saya siap untuk menjadi mentor, menjadi penulis pendamping, atau sekalian saya bantu menuliskan dalam skema ghostwriting. Cek jasa Ghostwriting profesional kami di informasi jasa ghostwriter ini.