Contoh pentigraf

Saya masih punya contoh pentigraf lagi nih. Moga-moga contoh pentigraf berikut ini dapat memberikan gambaran buat kamu yang masih penasaran, seperti apa sih pentigraf itu.

Sekadar pengingat, pentigraf adalah cerita pendek tiga paragraf. Ya seperti cerpen pada umumnya, sih. Di situ ada tokoh utama dengan konfliknya, ada setting, ada point of view sesuai pilihan si penulis, dan ada solusi di ujung cerita. Perbedaannya ada pada panjang tulisan yang dibatasi tiga paragraf. 

Cek di kotak searching untuk menemukan panduan menulis pentigraf ya. Oke, ini dia contoh pentigraf untukmu.

Buku Biografi
contoh pentigraf

JALAN PENGORBANAN

Oleh: Merry Srifatmadewi

Bertahun-tahun sudah aku menjalani profesi ini. Hanya pekerjaan ini yang dapat membantu ekonomi keluargaku. Berputar-putar kota Jakarta dengan kendaraan berlambang burung biru. Asam garam macam-macam sudah kurasakan selama membawa penumpang. Aku bersyukur walau harus hidup terpisah dengan istri-anakku. Aku tinggal di mess yang disediakan perusahaan di pinggiran kota Jakarta sedangkan istri-anakku di kampung. Aku yakin bila hidupku benar dan hidup istriku benar, hidup kami pasti diberkati Tuhan. Setiap bulan ketika cuti selama beberapa hari, aku pulang ke kampung membawa uang dan menikmati hangatnya kekeluargaan.

Sore itu taksiku dalam keadaan kosong, ada tangan melambai-lambai dari pinggir jalan ke arahku. Seorang ibu hamil tua dengan seorang pembantu yang sudah tua segera masuk. “Pak, cepat ngebut antarkan ke Rumah Sakit. Ketuban sudah pecah sudah waktunya melahirkan!” pinta pembantu tua. Aku berusaha ngebut semampu-mampunya tapi ini Jakarta macetnya minta ampun pas jam bubaran kantor. “Aku sudah tidak tahan lagi, Mbok,” katanya sambil menahan sakit. Si mbok  memintanya menekuk kaki dan menyelubungi selimut. Pembantu tua duduk bersimpuh dan memberikan aba-aba. Dengan sekuat tenaga ibu itu mengatur nafas dan mendorong bayinya keluar. Sesekali kutengok keadaan mereka ketika sedang macet atau lampu merah. Bayi dalam kandungannya sudah tidak sabar melihat dunia. Lahirlah bayi itu di dalam taksiku. Cipratan darah di mana-mana. Dengan sigap pembantu tua menolong persalinan darurat.

Aku berdoa dan terus berusaha ngebut hingga ke tujuan. Tiba di Rumah Sakit, aku langsung mengarahkan taksiku di depan ruang Unit Gawat Darurat.  Perawat segera mendorong ranjang dan segera menolong. Aku hubungi suami si ibu yang sedang bertugas di Bandung dan memintanya segera pulang. Aku ceritakan kronologis peristiwanya. Perkiraan kelahiran si bayi ternyata lebih cepat seminggu. Kuurus semua keperluan si ibu hingga ibu pindah ke kamar rawat. Dini hari sang suami tiba. “Pak, terima kasih telah menolong isteri dan anak pertama saya. Ini terimalah uang buat bapak.” Disodorkannya segepok uang untukku. “Maaf, pak. Uang bisa dicari tapi menolong orang belum tentu bisa dilakukan setiap hari. Aku permisi pulang sekarang.” Tak lama kemudian suara ayam jantan berkokok.

Jakarta, 19 Maret 2018

#pentigrafSF

 

Sri Fatmadewi yang akrab dipanggil Merry.  Lahir di Jakarta, tanggal 5 November 1965. Sarjana Ekonomi Universitas Kristen Indonesia. Hobby: menulis, membaca, memasak, belajar, jalan-jalan, makan-makan, dan lain-lain. Karya buku perdana tunggal: Gado-gado Kehidupan berisi 100 puisi tentang manis asin asam asin pahitnya kehidupan, baru beredar tanggal 13 November 2018. Buku spesial di momen ulang tahun dan mission accomplish buat buku perdana tunggal. Buku antologi bersama: Badai Remaja, Semangkuk Sup di Malam Kudus, Papan Iklan di Pintu Depan, Surga untuk Pohon Ulin, Puisi untuk Ayah, Menolak Padam walau Lebam. Serta pernah dimuat di Renungan Wanita, Bulletin My Life. Ibu rumah tangga yang dulunya mengelola toko kaset Europa di jl. Pasar Baru, Jakarta Pusat. Kini bisa dihubungi melalui FB merry srifatmadewi atau melalui no. WA 081584410765/081212104617.