Diet yang Baik dan Benar Untuk Penulis?

Diet sehat yang baik dan benar? Aduh, kayak EYD aja ya ….

Eh, tapi serius nih. Saya mau nulis yang rada menyimpang sedikit. Biar blog ini rada imbang, nggak sekadar bahas panduan menulis biografi dan menulis esai saja.

Artikel ini juga rada nyambung dengan artikel curhat saya soal penulis jantungan.

Nah, ada nggak sih diet yang sehat dan tidak menyiksa tubuh bagi penulis dan freelancer lainnya? Nah, ide saya langsung clingg dan teringat dengan sebuah buku kesehatan full colour tentang panduan diet nikmat dan sehat karya sahabat saya, dr. Michael Triangto, SpKO.

diet tanpa lapar
diet tanpa lapar

Bukunya ada warna segar oranye dengan empat foto mbak-mbak lagi olahraga dengan kaos oranye juga. Kenapa olahraga? Ya, karena buku ini memang mengupas dua hal, tentang panduan diet sehat dan terapi kesehatan melalui olahraga.

Nah, bagi yang jarang-jarang baca buku kesehatan, sahabat dokter saya ini memang penulis buku-buku kesehatan olahraga. Kayaknya dia memang ahli banget ngasih tip sehat melalui cara berolahraga yang baik dan benar (yah, kayak EYD lagi ya hahaha …..)

Kenapa Banyak Jenis Diet Sehat?

Dokter Michael penulis buku ini jeli mengamati fenomena banyaknya jenis diet untuk menurunkan berat badan. Kata beliau, tidak ada diet yang benar-benar berbeda. Kebanyakan cara-cara diet yang kelihatan baru dan menarik adalah modifikasi dari cara diet lama yang dikemas ulang. Penulis menyebutnya sebagai cara diet “daur ulang”.

Biasanya, cara diet itu ditinggalkan oleh pengikutnya karena proses penurunan berat badan itu tidak bertahan lama dan menimbulkan gangguan kesehatan serius, tulis dokter Michael di halaman 2.

Tapi, orang tetap tidak jera-jera juga untuk coba-coba melakukan diet untuk menurunkan berat badan apalagi bila terlihat baru dengan hasil fenomenal dan viral di media sosial. Pada bagian lainnya, penulis yang memang dokter ini menulis berbagai mitos dan kebiasaan para pelaku diet yang tidak tepat.

Misalnya nih. Mitos bahwa makanan “jahat” harus dijauhi sedangkan makanan “baik” boleh dikonsumsi secara bebas dari sisi jumlah dan frekuensi makan. Padahal, buah dan sayur pun ada batasnya dalam mengonsumsi. Orang sakit memang butuh buah dan susu karena gangguan dan kesulitan pencernaan. Tapi, kalau kita sehat ya ndak perlu rutin mengonsumsi buah. Alih-alih sehat malah over nutrisi dan obesitas.

diet tanpa lapar
diet tanpa lapar

Holiday Diet Seperti Apa?

Nah, kalau Anda penulis dan ingin diet yang baik dan benar serta diet sehat … artinya fokus Anda pada sehatnya dan urusan berat bada menurun itu sebagai bonus maka metode Holiday Diet kayaknya pas untuk Anda. Setidaknya saya mulai praktikkan dalam beberapa waktu terakhir.

Note: Holiday Diet jangan diterjemahkan diet untuk mengekang keinginan traveling atau liburan ya. Holiday diet juga bukan membahas cara diet saat liburan. Ini adalah istilah tentang metode diet tanpa lapar yang Anda praktikkan sehari-hari di rumah dan dimanapun layaknya sedang holiday.

Holiday Diet itu itu sesuai namanya …. Holiday Diet adalah diet layaknya cara Anda mengonsumsi makanan saat traveling. Wah, makan enak dong? Iya! Wah makan suka-suka, dong? Iya. Wah, nggak pakai rasa sakit? Tentu. Dietnya nggak pakai perut melilit menahan lapar? Pastilah.

Jadi, ini beberapa prinsip Holiday Diet yang diadopsi sebagai metode diet sehat tanpa lapar.

  1. Holiday Diet menempatkan makanan enak sebagai tujuan utama. Bukankah traveling identik dengan wisata kuliner? Holiday Diet bahkan mengakomodasi keinginan untuk mencicipi makanan-makanan baru dan bukannya membuat list makanan boleh dan tidak boleh dikonsumsi.
  2. Keterbatasan waktu bagi wisatawan akan membuat mereka tak mungkin mengonsumsi makanan berlama-lama dan banyak. Prinsip ini juga diadopsi.
  3. Wisatawan umumnya makan kenyang sekali sehari. Itu terjadi saat sarapan di hotel secara prasmanan. Sedangkan makan siang dan makan malam mereka cenderung untuk mencicipi aneka jenis makanan dalam porsi kecil.
  4. Liburan identik dengan aktivitas fisik yang meningkat. Entah untuk menuju stasiun MRT, mendaki undak-undakan pura, berenang, snorkeling, dan macam kegiatan lainnya. Maka di dalam metode Holiday Diet ini ditambahkan sports sebagai bagian tak terpisahkan dari program diet.

Empat Prinsip Dasar Holiday Diet

Nah, kenapa saya bilang metode diet sehat tanpa lapar ini cocok untuk penulis doyan makan seperti saya ini? Karena dari prinsip dasarnya saja sudah terasa longgar:

  1. Pilih makanan yang memberikan rasa kenyang
  2. Kecil porsi sajiannya
  3. Enak dan gurih
  4. Anda sukai

Nah lho … ini diet bukan sih? Hahaha …. Percayalah. Buku ini ditulis oleh ahlinya. Dokter lagi. Jadi, baca deh penjelasan detail berikut ini.

Kriteria pertama diet tanpa lapar ini adalah memilih makanan yang memberikan rasa kenyang. Oke, pahami bahwa di dalam Holiday Diet ini tidak ada larangan ketat untuk mengonsumsi makanan “tidak sehat” (dalam pengertian umum). Entah itu makanan yang mengandung gula, tepung , minyak, lemak, maupun kalori di dalamnya.  Artinya Anda diizinkan karena dikonsumsi dengan memenuhi kriteria kedua yakni kecil saja porsinya.

Kalaupun ada yang yang dihindari adalah ngemil makanan yang tidak memberikan rasa kenyang. Contohnya, kerupuk, permen, kacang goreng, kue-kue kering, dan sebangsa itu. Ingat, kriteria pertama adalah hanya konsumsi makanan yang memberikan rasa kenyang.

Hindari juga makanan yang banyak mengandung cairan sebab itu akan membuat Anda cepat lapar lagi. Entah itu es Shanghai, sup, bubur encer, dan sebangsanya.

Prinsip berikutnya adalah konsumsi dalam jumlah kecil saja. Kalau Anda ingin makan semangka, ambillah dari meja restoran hotel sepotong saja. Makan pizza? Boleh tapi ambil porsi potongan. Jangan seloyang meski itu personal pan dibilang oleh restorannya.

Enak dan gurih adalah kriteria ketiga dan penting banget untuk metode diet sehat ini. Rasa yang kuat akan menimbulkan rasa kenyang dengan cepat. Tahu bacem yang manis cocok untuk Anda pilih sebab bentuknya padat dan mengenyangkan. chicken katsu, beef steak, dan fillet salmon juga oke masuk dalam list menu diet Anda karena penuh rasa dan mengenyangkan.

Catatan:
Dokter Michael menyarankan Anda untuk mengonsumsi manis atau asin tanpa dicampur dalam sekali makan. Pilih mau manis seperti dodol Garut atau mpekpek Palembang sebagai makanan gurih. Demikian pula untuk makanan karbohidrat jangan dimakan bersamaan dengan makanan protein. Tambahkan saja makanan netral seperti sayuran dan buah-buahan saat makan karbohidrat atau makan protein.

Tetapkan Pola Makan

Nah, konkretnya gimana dong pola makan dari diet yang baik dan benar ala Holiday Diet ini? Gini, Anda akan mengikuti style wisatawan untuk menjalani metode diet tanpa menyiksa tubuh ini. Anda tetap makan paling sedikit tiga kali sehari dengan ketentuan makan kenyang satu kali sedangkan selebihnya anda mengonsumsi makanan ringan dan makanan pengisi.

Anda bebas tentukan mau makan kenyang kapan. Sebagai penulis mungkin Anda perlu ekstra energi sejak pagi hingga tengah hari. Maka Anda bisa tetapkan makan kenyangnya siang hari atau malah pagi saja sebab Anda sudah beraktivitas sejak subuh.

Kenyang yang dimaksud adalah 3/4 kenyang. Sensasi kenyang akan Anda peroleh setelah mengonsumsi makanan utama bersama lauknya yakni sayur. Atau protein seperti ikan dan daging beserta lalapnya. Ingat, karbohidrat jangan dikonsumsi bareng dengan protein. Di dalam buku ini dibahas teknis mengukur makan 3/4 kenyang.

Kalau Anda menetapkan makan kenyang pada siang hari, maka makan pagi dan makan malam Anda sebut sebagai “makan ringan”.  Anda dapat saja memilih makan sepotong brownies yang manis. Atau makan ringan lainnya yang gurih. Untuk memberikan rasa kenyang, Anda dapat tambahkan buah dalam bentuk kasar atau sebenarnya. Bukan buah yang sudah dalam bentuk diolah atau dihaluskan.

Bagaimana dengan camilan? Boleh. Bahkan camilan diperlukan untuk mengisi kekosongan. Camilan dikonsumsi di antara tiga kali jadwal makan Anda. Karena fungsinya sekadar mengisi kekosongan maka jangan ngemil buah sebab itu berkalori dan bergula tinggi.  Porsinya tentu saja sepadan piring kecil atau beberapa genggam.

Perlu Anda tambahkan konsumsi air minum maupun teh tanpa gula saat mengonsumsi camilan ini. Tujuannya untuk menetralisir rasa manis dan gurih itu. Juga untuk mendorong rasa kenyang lebih meningkat.

Bagaimana menjaga agar tidak ngemil terus? Ya, pikirkan ngemil sekadar untuk mengisi kekosongan sebelum makan berikutnya. Bukan untuk mengatasi lapar atau pun menambah nutrisi. Sibukkan diri dengan aktivitas agar tidak banyak jeda tanpa kegiatan.

Nah … itu Holiday Diet yang layak Anda praktikkan mulai sekarang. Saya rangkum dari buku Holiday Diet & Sports Therapy karya dr. Michael  Triangto, SpKO. Cari bukunya di toko buku. Kalau ndak nemu, kontak saya di 0815-990-4562. Nanti saya bantu carikan. Harganya Rp65.000.

Salammmm ….