Empat Lapis Proses Menyunting Naskah, Apa Saja?

Jasa editing naskah

 

Saya sering heran dengan keberanian editor (dan penerbit) yang menjanjikan waktu penyuntingan naskah yang cepat. Sanggup menyunting satu naskah setebal 200 halaman dalam tempo 5 hari saja.

Apa? Beneran diedit, tuh?

Cara menyunting naskah mestinya tak bisa secepat memakai Google Translate. Masukkan satu blok teks dan simsalabim jadi tulisan yang bagus dan benar. Menyunting naskah juga tak sama dengan memakai Aplikasi Content Gorilla yang kamu tinggal masukkan link tempat konten berada lantas abrakadabra jadi teks komplet dan siap dipublikasikan.

Bahkan saat kamu buka jasa penyuntingan naskah level ringan atau sekadar jasa murah copyediting, itu pun tak bisa dilakukan asal-asalan. Ada lapis-lapis pengerjaan yang perlu ditaati.

Klien sih taunya naskah dia setelah disunting bakal menjadi naskah yang bagus. Bukan sekadar benar secara tata ejaan. Nah, bagaimana caranya agar naskah itu memang menjadi bagus dan memikat? Editor profesional akan memberikan jasa penyuntingan naskah dengan empat lapis pekerjaan berikut ini.

A. Tahap Pengembangan Naskah

Kamu butuh waktu berapa lama untuk membaca novel setebal 200 halaman? Nah, sama halnya dengan editor pada tahap ini. Dia mesti diberi keleluasaan untuk membaca draf naskah secara utuh. Kejelian dia akan menangkap bagian naskah yang masih menggantung, kurang mendalam, menyimpang, atau malah bertele-tele. Editor akan memberi tahu si penulis dalam bentuk saran profesional, apakah si penulis akan mengembangkan naskahnya atau punya alasan tertentu. Jika sudah disepakati, maka editor akan membantu untuk mengembangkan dan memoles naskahnya. Inilah tahap yang sering disebut dengan tahap REVISI.

B. Tahap Penyuntingan Konten

Pada tahap ini, struktur naskah sudah oke. Pekerjaan berikutnya yang penting untuk dilakukan adalah memastikan keterbacaan naskah itu. Mengulik cara penyusunan paragraf dan kalimatnya. Apakah sudah efektif atau belum. Aliran ide berjalan lancar.

C. Tahap Copyediting

Naskah semakin rapi. Saatnya untuk mengecek naskah tampill tanpa kesalahan ejaan, tanda baca, kapitalisasi, huruf miring, tanda hubung, titik da koma, serta tata bahasa.

D. Tahap Proofreading

Proofreading sebenarnya bukan pekerjaan editor, ini urusannya orang percetakan. Namun, di banyak institusi, pekerjaan ini seringkali dirangkap oleh editor bahkan oleh penulis pemilik naskahnya. Proofreading tujuannya memastikan naskah tampil benar sebelum naik cetak. Pada tahap ini proofreader mengecek apakah ada typo, pemenggalan kata saat pindah baris sudah tepat, pemakaian font type sudah konsisten untuk body text, judul, subjudul, catatan kaki, dan lain-lain.

Nah, itu dasar-dasar penyuntingan naskah. Moga-moga kamu paham ya. Salam sukses …..

Kalau kamu mau dibantu menyunting naskah, silakan cek link ini > Jasa Penyuntingan Naskah Profesional