Membuat Buku Saku: Pengertian dan Tips Praktis

Membuat buku nonfiksi ukuran saku? Format buku ini sering dianggap “kerjaan penulis pemula”. Terkadang dinilai sebagai buku kelas dua, bukan karya masterpiece. Hem, apa iya?

Hidup saya banyak diubah oleh buku semacam itu. Kebanyakan buku rohani yang saya sukai malah berukuran buku saku. Demikian pula buku tips menulis karya Arswendo yang jadi kiblat saya, pun berukuran kecil dan tipis. Ditambah buku-buku komputer, buku pengembangan diri, dan buku kesehatan pun banyak dicari yang berukuran simpel.

membuat buku saku
foto gratis karya barney yau di unsplash

Pengertian Buku Saku

Dulu, buku saku adalah jenis buku kecil yang biasanya memiliki ukuran yang cukup kecil untuk dapat dibawa dengan mudah di dalam saku. Sekarang sih, sepanjang buku itu handy, mudah masuk tas, dan ringan dibaca di halte bus atau di dalam angkutan umum, itu sudah dianggap sebagai buku saku.

Membuat buku nonfiksi ukuran saku biasanya diniatkan memberikan informasi ringkas dan praktis tentang suatu topik tertentu. Buku saku sering digunakan sebagai referensi cepat dan mudah untuk seseorang yang membutuhkan informasi di tangan mereka.

Membuat Buku Nonfiksi Ukuran Saku

Ciri-ciri dari buku saku adalah ukurannya yang kecil dan ringkas, membuatnya mudah dibawa dan diakses di mana pun. Isinya biasanya terkait dengan topik tertentu, seperti saku panduan medis, kamus mini, aturan penulisan, panduan belajar Bahasa Inggris, atau petunjuk praktis dalam berbagai bidang. Buku saku juga cenderung menggunakan bahasa yang sederhana dan langsung ke pokok permasalahan, tanpa terlalu banyak perincian atau penjelasan yang rumit. Ketebalan buku saku juga cenderung lebih tipis dibandingkan dengan novel, biasanya antara 80-150 halaman tergantung pada topik yang dibahas.

Struktur Pembuatan Buku Saku

Struktur buku saku nonfiksi tergantung pada topik yang dibahas, tetapi umumnya mencakup informasi yang penting dan relevan dalam bentuk poin-poin, tabel, grafik, atau ilustrasi. Buku saku sering kali memiliki indeks atau daftar kata kunci untuk memudahkan pembaca mencari informasi yang mereka butuhkan. Struktur yang jelas dan terorganisasi membantu pembaca dalam menemukan informasi dengan cepat.

membuat buku saku
foto gratis oleh christin hume di unsplash

Gaya Bahasa Buku Saku

Gaya bahasa dalam buku saku biasanya langsung dan lugas. Tujuannya adalah memberikan informasi dengan jelas dan tanpa ambigu. Kalimatnya pendek dan langsung ke intinya, dan penggunaan kata-kata teknis sering dijelaskan dengan singkat. Gaya bahasa yang digunakan dalam buku saku juga disesuaikan dengan target pembaca, apakah mereka adalah pemula yang baru mengenal topik tersebut atau ahli yang memerlukan pengingat cepat.

Jika naskah buku karya Anda kurang mengalir gaya tuturnya, pertimbangkan menggunakan jasa editor profesional dari Ghostwriter Indonesia. Hubungi kami.

Perlukah Memberi Grafis, Gambar, dan Ilustrasi?

Ya, buku saku seringkali lebih cocok diberi grafis, gambar, dan ilustrasi. Menggunakan elemen visual dalam buku saku dapat memberikan keuntungan besar karena membantu memperjelas dan memperkaya informasi yang disampaikan.

Grafis, gambar, dan ilustrasi dapat membantu menjelaskan konsep yang kompleks dengan lebih jelas dan mudah dipahami. Misalnya, dalam buku saku medis, ilustrasi anatomi tubuh atau diagram prosedur medis dapat membantu pembaca memahami dengan lebih baik. Dalam buku saku bahasa asing, gambar-gambar dapat digunakan untuk menunjukkan objek-objek atau situasi yang dijelaskan dalam teks.

Selain itu, penggunaan elemen visual juga dapat membuat buku saku menjadi lebih menarik dan mudah dibaca. Grafis dan ilustrasi yang menarik dapat menarik minat pembaca dan membuat mereka lebih tertarik untuk membaca dan mempelajari informasi yang disajikan.

Jangan Royal Memberi Grafis

Namun, penting untuk menggunakan gambar, grafis, dan ilustrasi dengan bijak dan relevan. Jangan sampai buku yang Anda buat dominan grafis daripada narasinya. Ingat, banyak tipe cara orang belajar. Ada lho, orang yang lebih mudah memahami suatu topik kalau ada kalimat narasinya. Karena itu, grafis harus mendukung dan melengkapi teks, bukan hanya sebagai hiasan semata. Selain itu, pastikan bahwa kualitas gambar atau ilustrasi tersebut cukup baik sehingga dapat dilihat dengan jelas dan tidak mengaburkan informasi yang ingin disampaikan.

Dengan demikian, menggunakan grafis, gambar, dan ilustrasi dalam buku saku dapat meningkatkan pemahaman, membuat buku nonfiksi lebih menarik, dan membantu pembaca dalam memperoleh informasi dengan lebih baik.

membuat buku saku
foto gratis oleh dell di unsplash

Membuat Buku Saku untuk Pembelajaran Bahasa Inggris

Berikut ini beberapa saran untuk Anda yang ingin membuat buku saku pembelajaran Bahasa Inggris:

  1. Tentukan tujuan dan target pembacaSebelum mulai menulis, pastikan Anda menentukan tujuan dari buku saku Anda dan siapa target pembacanya. Apakah buku saku Anda akan digunakan oleh siswa, mahasiswa, atau orang dewasa yang ingin memperdalam kemampuan Bahasa Inggris mereka? Dengan mengetahui tujuan dan target pembaca, Anda dapat menentukan konten yang tepat dan cara penyajian yang sesuai.
  2. Buatlah struktur buku saku yang jelasAgar pembaca dapat memahami materi dengan mudah, buatlah struktur yang jelas dan teratur. Pisahkan materi ke dalam bagian-bagian yang mudah dipahami, seperti pengantar, materi inti, contoh, latihan, dan ringkasan. Gunakan subjudul dan poin-poin penting untuk memudahkan pembaca memahami dan mengingat informasi yang disajikan.
  3. Gunakan bahasa yang mudah dipahamiKarena buku saku pembelajaran Bahasa Inggris ditujukan untuk memudahkan pembaca dalam mempelajari Bahasa Inggris, pastikan bahasa yang Anda gunakan mudah dipahami. Hindari penggunaan kata-kata atau frasa-frasa yang terlalu rumit atau teknis. Gunakan bahasa yang sesuai dengan tingkat pemahaman target pembaca dan jangan terlalu banyak menggunakan kata-kata asing jika buku saku Anda ditujukan untuk pembaca pemula.
  4. Sertakan contoh, kuis, dan latihanSertakanlah contoh, kuis, dan latihan dalam buku saku Anda untuk membantu pembaca dalam memahami materi dengan lebih baik. Contoh-contoh dan latihan dapat membantu pembaca untuk melihat bagaimana materi yang dipelajari dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, serta membantu mereka dalam mengasah kemampuan Bahasa Inggris mereka.
  5. Gunakan elemen visualSeperti yang telah disebutkan sebelumnya, penggunaan elemen visual seperti gambar dan ilustrasi dapat membantu pembaca memahami informasi dengan lebih mudah. Gunakanlah gambar dan ilustrasi yang relevan dan berkualitas untuk melengkapi teks, serta memperkaya pembelajaran.
  6. Mintalah feedback dari pembaca Setelah selesai menulis buku saku Anda, mintalah feedback dari pembaca atau beta reader untuk mengetahui apakah buku saku Anda bermanfaat dan mudah dipahami. Gunakan feedback tersebut untuk meningkatkan kualitas buku saku Anda saat akan cetak ulang.
  7. Berikan Sumber Referensi Tambahan – Sertakan daftar sumber referensi tambahan, seperti buku, situs web, atau aplikasi pembelajaran Bahasa Inggris yang berguna. Hal ini akan membantu pembaca dalam mengembangkan pemahaman mereka dengan lebih lanjut. Saya Anjurkan Anda memanfaatkan pencantuman QR code di dalam buku untuk menunjukkan link referensi tambahan. Itu lebih mudah diakses daripada dalam bentuk link URL dimana pembaca harus mengetikkan alamat situs.

Dengan menerapkan saran-saran di atas, Anda dapat membuat buku saku pembelajaran Bahasa Inggris yang bermanfaat dan mudah dipahami oleh pembaca. Suka dengan tips ini? Boleh beri saya komentar agar tips berikutnya semakin oke untuk Anda.

14 Comments

  1. Sukaa tipsnyaa…
    Buku saku memang simple ya pak…saya suka buku saku bergambar, tulisannya tidak bertele tele…
    Semoga suatu hari nanti bisa membuat buku saku tentang traveling amin 3x

  2. Buku saku ini banyak manfaatnya yaa simple bisa dibawa kemana aja tapi memuat banyak informasi. Untuk pembelajaran bahasa inggris penting bgt kita jadi mudah belajar bahasa inggris ya pak.

  3. Buku saku itu memang praktis sih untuk dibawa kemana-mana dan dibaca saat kita sedang di kendaraan. Tapi kalau untuk aku pribadi, kurang suka mengoleksi buku-buku saku karena tampak sangat kecil di lemari bukuku, hehe

  4. Jadi ingat pas waktu sekolah sering menggunakan buku saku dan pernah juga buat untuk kegiatan sekolah gitu, dan ini untuk bahasa Inggris ya pasti bakal seru buatnya aalagi yang suka bahasa Inggris

  5. Buku saku mengingatkan saya dengan buku bahasa inggris simpel saat ikut tes cpns. Jadi mudah dibawa kemana-mana dan bisa dipelajari kapan saja. Tapi klo untuk novel, buku saku ini kurang diminati ya, padahal boleh juga tuh dicoba hehehe

  6. Cocok nih, buat memanage waktu. Bisa juga untuk menuliskan jadwal harian dari jam sekian sampai sekian.
    Apa saja yang mendesak, penting, dll, bisa dicatat di buku saku ya.

  7. buku saku tuh enak bisa dibawa kemana-mana. Sepertinya akhir-akhir ini ukuran buku semakin lama semakin kecil, kertas, font, infografis menyesuaikan. MMungkin tujuannya agar mudah dibawa kemana-mana ya

  8. Wah benar sekali, buku saku membersamai “tumbuh kembang” banyak orang, tetapi sekaligus karya yg mudah dilupakan. Buku saku memqnh praktis karena ukurannya yg mungil sementara isinya padat dan ringkas. Terima kasih telah berbagi, Pak Anang.

  9. Iya juga ya. Aku pernah ingin nulis buku kedua tapi membayangkan tebal bukunya sudah shock duluan. Buku saku bisa jadi solusi buku kedua lebih praktis juga.

  10. Aku paling suka format buku saku, soalnya praktis dan bisa dibawa kemana-mana bahkan buku pertama saat belajar ngeblog dalam format buku saku. Aku suka cata penyajiannya yang ngak bertele-tele dan langsung pada pokok masalah, bahkan bisa langsung eksekusi, tapi susahnya kalau aku mudah keselip pas di bawa ke luar rumah hehehe.

  11. Nah.. saya paling senang buku saku ini, Mas. Selain karena isinya simpel, ukurannya juga pas masuk ke dalam tas. Jadi, bisa banget dibawa ke mana-mana tanpa memberatkan.

  12. Wah, jadi ingat masa kecil. Dulu papa saya selalu memberi oĺeh-oleh buku saku kalo pulang ke rumah. Saya senang sekali, buku saku itu sangat mudah dibawa-bawa dan dibuka oleh anak kecil. dari situ saya jadi suka membaca

  13. Kalau buku saku terlalu banyak grafis jadinya hampri seperti komik ya, Pak. Setiap membaca tulisan Pak Anang, memnbuat saya tertarik untuk ikutan berkarya. Selalu menginspirasi

  14. Kadang kalau lagi kepepet dan pengen cepat-cepat menghabiskan bacaan suatu cerita, buku saku adalah andalan saya. Tapi saya baru tahu ada aplikasi lain untuk menulis selain Microsoft word, mungkin lain kali bisa di spill kelebihannya.

Silakan Berpendapat

Data Anda kami jamin Aman *wajib diisi