Mengatasi Writer’s Block

Kalau Anda “merasa” sedang mengalami writer’s block atau Anda sedang menulis naskah tentang kepenulisan dengan subtopik writer’es block maka Anda ada di artikel yang tepat, hahaha ….. Pembukanya sok-sokan ya :p

Padahal saya cuma mau bilang: Writer’s block itu OMONG KOSONG. Itu seperti Anda menggambar alis padahal alis Anda udah bagus.

penulis buku biografi
penulis buku biografi

Dalam sebuah wawancara dengan Noah Charney, seorang penulis buku bestseller bernama Jodi Picoult berujar seperti yang saya katakan di atas:

“Saya tidak percaya pada writer’s block,” kata Jodi Picoult. “Pikirkan tentang hal ini: ketika Anda  ada di perguruan tinggi dan harus menulis makalah, apakah Anda akan menyalahkan si writer’s block karena dikejar deadline tulisan itu?”

Kata Jodi Picoult lagi, “Writer’s block sebagian besar kontrol waktunya ada di tangan Anda. Jika Anda memiliki waktu terbatas untuk menulis, Anda hanya perlu untuk duduk dan melakukan proses menulis. Ya, Anda mungkin tidak menulis dengan baik setiap hari, tetapi Anda selalu dapat mengedit halaman yang tulisan yang Anda anggap buruk. Anda tidak dapat mengedit halaman kosong.

Kebiasaan baik Penulis Profesional

Jadi, writer’s block itu ada di dalam pikiran kita. Kendali sepenuhnya berpulang ke tangan kita. Jangan deh kita malah dia kendalikan. Maka, kebiasaan baik para penulis profesional dunia layak kita simak.

Mengembangkan rutinitas harian yang lebih baik akan meningkatkan kualitas karya kita, potensi di dalam diri kita pun dapat keluar dengan lebih maksimal. Tengoklah para penulis profesional, entah itu para penulis biografi, pemberi jasa ghostwriter, co-writer, bahkan novelis. Mereka memiliki kendali yang luar biasa untuk melakukan pekerjaan yang perlu dilakukan. Mereka adalah penguasa atas rutinitas harian mereka.

EB White berkata nyinyir tapi mengandung kebenaran: “Seorang penulis yang menunggu kondisi ideal untuk bekerja akan mati tanpa meletakkan kata di atas kertas.” Pernyataan itu dia lontarkan dalam sebuah wawancara dengan The Paris Review , EB White adalah penulis terkenal Charlotte’s Web.

Kata dia, “Saya tidak pernah mendengarkan musik saat bekerja. Saya tidak memiliki perhatian semacam itu, dan saya tidak akan menyukainya sama sekali. Di sisi lain, saya dapat bekerja dengan cukup baik di antara gangguan biasa.”

Nah, Anda sering beralasan tidak bisa menulis karena bising? Karena ruang kerja Anda berantakan dan banyak orang lalu lalang? Anda selalu beralasan harus ke kafe agar ide lancar mengalir? Padahal Anda selalu mengeluh royalti minim sehingga tak ada duit untuk ke kafe!

EB White memiliki ruang kerja di rumahnya saja. Dia tidak butuh kafe, tak perlu ke villa di akhir pekan.

“Rumah saya memiliki ruang tamu yang merupakan inti dari segala sesuatu yang terjadi: itu adalah lorong ke ruang bawah tanah, ke dapur, ke lemari di mana telepon tinggal. Ada banyak orang lalu lalang. Tetapi ini adalah ruangan yang cerah dan ceria, dan saya sering menggunakannya sebagai ruangan untuk menulis, meskipun ada karnaval yang terjadi di sekitar saya,”

Dia tambahkan, “Anggota rumah tangga saya tidak pernah menaruh perhatian sedikit pun pada saya sebagai seorang penulis – mereka membuat semua kebisingan dan keributan yang mereka inginkan. Jika saya muak, saya punya tempat yang bisa saya tuju. Seorang penulis yang menunggu kondisi ideal untuk bekerja akan mati tanpa menuliskan sepatah kata pun di atas kertas.”

Ernest Hemingway punya kebiasaan rutinitas yang patut Anda tiru bila perlu. “Saya menulis setiap pagi,” kata dia dalam sebuah wawancara dengan George Plimpton, Hemingway.

“Ketika saya mengerjakan sebuah buku atau cerita saya menulis setiap pagi segera setelah cahaya pertama sebisa mungkin. Tidak ada yang mengganggu Anda termasuk udara yang dingin. Dinginnya udara akan menghangat saat Anda menulis.”

Ya, Ernest Hemingway bisa menulis terus bahkan ketika jarum jam sudah lurus membentuk pukul enam pagi.  “… itu bisa berlanjut sampai tengah hari atau selesai sebelum itu.”

Tak masalah. Asalkan Anda berkomitmen mengambil satu waktu khusus untuk menulis. Rutin. Setiap hari. No excuse!

So, kali lain saya akan bercerita bagaimana saya bisa menerbitkan 60-an naskah selama karier menulis. Tentu dengan habit yang saya jaga dengan baik meski tak sempurna betul.

Oke, salam dari saya, Anang YB ghostwriter Indonesia dan pemberi jasa penulisan biografi.