Kerja di Rumah Emang Enak? Ya, Asalkan Pakai 5 Trik Ini

jasa penulisan biografi perusahaan
ghostwriter indonesia

oleh Anang YB

Banyak orang tergoda untuk bekerja dari rumah. Anda salah satu di antara mereka?

Hebatnya, sudah banyak sekali orang yang sukses menjalankan impian itu. Mereka ada yang mengembangkan bisnis berbasiskan hobi dan passion. Misalnya dengan membuka jasa wedding organizer, fotografi, jasa pembuatan konten website, desain buku, jasa les pelajaran, dan lain-lain.

Ada juga dan banyak banget yang memilih jalur trading. Entah dengan membuka warung makan di garasi, jualan kebutuhan sehari-hari hingga memakai sistem jualan online.

Semakin asyik karena saat ini kemungkinan untuk memperoleh pembeli semakin meluas. Apalagi kalau menjadi reseller online, dropshipper, atau bergabung di dalam Grab-food dan Go-food.

“Tapi … kenapa banyak juga yang gulung tikar dalam tempo setengah tahun bahkan lebih cepat dari itu? Bisa jadi mereka belum menerapkan 5 trik berikut ini.”

1. Tetapkan mau bekerja berapa hari dalam seminggu

Memang, secara matematis semakin rajin kita bekerja akan semakin besar penghasilan kita. Namun, bukankah kita hanya punya 7 hari dalam seminggu? Bukankah kita bekerja untuk meningkatkan kualitas hidup?

Karena itu–saran saya– jangan pakai seluruh hari untuk bekerja. Ada orang yang berlibur saat weekend. Ada juga warung makan yang memilih tutup pada hari Jumat atau Selasa.

Apa yang kita lakukan saat off bekerja? Banyak banget.

Anda dapat memperluas jejaring dengan mengikuti acara-acara komunitas. Atau, manfaatkan untuk mengikuti seminar atau workshop. Paling enak, gunakan waktu libur untuk mendekatkan diri pada keluarga dengan traveling atau sekadar melakukan aktivitas rekreasi di rumah.

2. Tetapkan mau bekerja berapa jam dalam sehari

kata bijak

Bisa jadi pilihan Anda adalah menjadi guru les musik. Itu keren.

Pastikan Anda memiliki jam kerja yang pasti. Jangan mentang-mentang Anda kerja di rumah lantas Anda tidak memiliki target produktivitas. 

Anda bisa ambil angka minimal 8 jam sehari selama 5 hari dalam seminggu. Artinya, Anda harus mencari cara untuk “menjual” jasa Anda itu. Melalui promosi di jejaring Anda atau secara online. 

Hal yang sama berlaku untuk Anda yang memilih untuk trading. Penetapan jam kerja juga untuk membatasi tekanan fisik Anda. Anda juga perlu istirahat dan tak perlu bekerja siang malam. Kerja yang terbaik adalah yang terencana dan pakai strategi. Bukan sekadar bekerja keras sampai fisik Anda kelelahan.

3. Pilih pekerjaan yang paling menghasilkan

cara menulis esai

Ada satu kisah.  Dari satu kilogram besi dapat dibuat pisau yang memberi keuntungan 50 ribu, sedangkan kalau dibuat paku memberi keuntungan 100 ribu, jika dibuat gembok dapat untung 200 ribu.

Saya pun mengalami masa-masa distraksi. Sebagai penulis dan editor saya mencoba banyak  sekali bisnis. Mulai dari bikin artikel untuk Google Adsense, menyunting naskah, menulis naskah buku, hingga menjadi ghostwriter.

Ternyata, untuk tiap 1 hari kerja, tiap-tiap pekerjaan itu memberikan pemasukan yang tidak sama. Karenanya saya hanya memilih memberikan jasa ghostwriter dan jasa menulis biografi karena keuntungan yang saya peroleh adalah yang paling maksimal.

Anda pun perlu mengidentifikasi pekerjaan yang paling menguntungkan dengan effort yang tidak lebih besar.

4. Semakin cepat selesai semakin baik

Kerja di rumah itu otomatis menjadi panitia tunggal. Lain soal kalau Anda sudah punya karyawan. Bahkan kalaupun sudah ada karyawan, prinsip kerja cepat wajib terus ditingkatkan penerapannya.

Kerja sendiri otomatis tak ada lagi bos. Tak ada yang menegur, tak ada yang mengevaluasi selain diri kita. Maka, pastikan kita sendiri yang mengontrol produktivitas kita.

Menjadi penulis wajib menetapkan produktivitas, sanggup berapa halaman menulis dalam sehari? Berapa halaman naskah yang sanggup diedit dalam sehari? Satu naskah buku selesai berapa minggu?

Semakin cepat Anda menuntaskan satu pekerjaan maka semakin terbuka juga kemungkinan menangani job berikutnya.

5. Paksakan diri untuk melengkapi alat kerja

Jangan pelit untuk berinvestasi dan melengkapi alat kerja. Jangan kalah dengan sahabat kita para tukang ojek. Mereka memaksakan diri membeli smartphone untuk bisa bergabung sebagai tukang ojek online. Demikian para penjual pop ice di rumah-rumah. Mereka membeli blender kualitas bagus dan sekardus serbuk pop ice.

Kalau perlu beli laptop, belilah bila itu alat kerja utama Anda. Kalau butuh lemari es dengan freezer besar ya cari cara untuk mendapatkannya. Atau Anda menjadi guru les pelajaran dan butuh motor, kreditlah bila perlu agar ada motor yang siap mengantar Anda.

Mau jadi fotografer? Mungkin kamera dan lensa fix terlalu mahal untuk Anda. Tapi, sembari Anda masih menyewa kamera untuk beberapa pekerjaan besar, milikilah dulu kamera DSLR prosumer atau kamera mirrorless untuk job-job kecil.

Jangan bermimpi bisa sukses, makmur, sejahtera tanpa pengorbanan ya.

Selamat menjalani kerja dari rumah …..