Penulis Wajib Liburan Sekali Seminggu, Apa Alasannya?

menjadi penulis sukses
ghostwriter indonesia

oleh Anang YB

Anda sudah mantap untuk menjadi penulis full timer?

Jadi penulis artinya Anda menguras isi kepala, menggali banyak olahan pikiran setiap hari. Orang bilang, itu pekerjaan yang memforsir pikiran. Ada benarnya.

Seperti sebuah smartphone dengan banyak aplikasi, maka kepala Anda bekerja keras sepanjang waktu. Ketika seorang penulis sedang digoda ide maka dia tidak bisa beristirahat. Bahkan saat dia makan dan tidur–juga saat mandi–otaknya tetap bekerja. Seperti meteran listrik yang berputar kencang.

Smartphone bisa overheat saat banyak aplikasi berjalan bersamaan. Bahkan bisa hang dan Anda harus me-reset-nya. Kalau smartphone Anda murahan, bahkan Anda harus membuka penutupnya dan melepas baterai dulu.

Celakanya, hidup penulis tergantung pada deadline. Entah saat menuntaskan naskah dari jasa menulis biografi, jasa ghostwriter, atau menulis novel yang sudah ditunggu penerbit. Semua itu membuat jadwal seorang penulis sangat ketat.

Hemm, apakah Anda pikir menulis tanpa henti adalah solusi untuk ketatnya jadwal deadline Anda?

“Saya lebih percaya bahwa tulisan lebih cepat selesai dikerjakan ketika pekerjaan itu Anda tata dengan baik. Kapan bekerja, kapan break sejenak, dan bahkan kapan Anda harus liburan. Berikut ini 5 alasan penting mengapa liburan justru berdampak positif pada produktivitas Anda dalam menulis. Baca deh.” 

1. Liburan bisa mengusir writer's block

Tak tahu mau memasukkan ide apa lagi, itulah writer’s block. Pikiran mandeg. Jenuh bahkan penat. Jika itu yang terjadi. Rehatlah.

Break saja tidak cukup. Sebab break sekadar menghimpun kalori baru, bukan ide baru.

Penting untuk hanya bekerja maksimal 6 hari dalam seminggu. Satu hari lainnya gunakan untuk liburan. Buka semua indera Anda. Pendengaran, penglihatan, daya penciuman, sentuhan fisik … semua itu akan memberikan energi baru untuk proses Anda selanjutnya.

Tonton film, entah di bioskop atau melalui kanal online. Ada hiburan di situ dan niscaya ada ide baru akan muncul. 

Writer’s block tidak selalu disebabkan karena Anda kurang referensi, kurang pengetahuan, kurang banyak membaca. Bisa jadi penyebab utamanya Anda sedang mengalami “overheating” –terlalu panas– sehingga pikiran stuck alias hang

Solusinya adalah keluar dari aktivitas menulis. Rehat, liburan. Sekali dalam seminggu sudah cukup.

2. Liburan memungkinkan Anda ketemu banyak teman

jasa penulisan biografi

Seminggu mengurung diri di dalam kamar atau mojok di kafe untuk menaklukkan deadline? Okelah, ambil satu hari untuk relaks. Ajak teman untuk ketemuan. Bahkan untuk sekadar bicara tak penting, menikmati secangkir teh dan kukis, why not?

Fokus saat menulis naskah membuat Anda tercabut dari kehidupan sosial. Rotasi bumi seperti berhenti di kamar Anda. Bukalah jendela daan lihatlah bahwa matahari terus bergerak saat Anda tidak beranjak dari kamar.

Ada orang-orang dengan banyak cerita asyik dan menghibur. Mereka adalah teman-teman Anda. Sangat penting untuk menyegarkan jiwa Anda dengan bertemu mereka. Tertawalah bersama mereka, atau bergosip ringan. Mengulik mode terbaru atau sama-sama memelototi produk-produk di toko online.

Apa pun aktivitasnya, Anda butuh kehidupan sosial sebab itu kodrat Anda untuk menjadi manusia sempurna. 

Keluarlah dari kamar dan temui teman-teman Anda!

3. Liburan menjadi saat asyik untuk menjaga kebugaran

jasa penulisan biografi

Cek sepatu jogging Anda! Kapan kali terakhir Anda injak?

Saatnya untuk melemaskan otot Anda. Tulang belakang Anda juga sudah melengkung kaku selama seminggu saat menulis. Demikian pula fokus retina mata Anda hanya memandang dalam jarak 40 cm–mata ke laptop–demikian terjadi  tanpa henti selama seminggu.

Biarkan otot itu mengendor, tulang meliuk bebas, dan mata meluas sudut pandangnya. Gunakan Sabtu pagi atau hari Minggu untuk berolah raga.

Kunjungi gym terbaik yang pernah Anda datangi. Atau, colek teman-teman Anda untuk main basket bareng, bertanding tenis, atau sekadar bersepeda santai setengah hari di akhir pekan!

Pasti fresh!

4. Asupan makan dapat Anda perbaiki saat liburan

Situs Indonesia yang membayar penulis

Bekerja di bawah tekanan membuat Anda makan secara sembarangan. Ya, kan?

Makan sembarangan dapat berupa kebiasaan makan tak teratur waktunya. Juga, asal-asalan menunya. Anda sekadar kenyang, sekadar tidak haus saja. Minum kopi berlebihan juga.

Saatnya rehat. Ambil satu hari untuk berlibur. Entah Sabtu, Minggu, atau hari lainnya … pergilah ke supermarket atau pasar. Beli sayuran segar, daging, telor, dan manfaatkan alat masak di rumah.

Perbaiki gizi Anda. Bila Anda hidup sendirian dan selama kerja keras menulis lebih banyak memanfaatkan Go-food, saatnya libur dan datangi resto-resto favorit Anda.

Pesanlah sushi salmon, atau mi ayam hijau kesukaan Anda. Pesanlah salad buah satu mangkuk dan nikmati sendiri sambil memutar musik kesukaan Anda!

5. Rayakan sukses Anda dengan traveling!

jasa editing naskah

Traveling adalah wajib buat saya dan keluarga. Kalau memungkinkan, setahun kami melakukan traveling dua kali, satu kali ke dalam negeri dan satu kali ke luar negeri.

Kemewahan? Tidak juga. Toh memang sudah kami anggarkan budget itu, jadi bukan karena kelebihan uang. Tidak beda dengan para bapak yang menganggarkan duitnya untuk membeli  rokok 2 bungkus sehari dengan total uang 700 ribu sebulan. Saya tidak merokok dan saya menabung untuk bisa traveling.

Traveling adalah syukuran. Merayakan segala prestasi yang sudah dibuat oleh setiap anggota keluarga. Prestasi anak-anak, prestasi mamanya, dan prestasi papanya. Sesederhana itu.

Setiap prestasi harus dirayakan. Dan, traveling adalah perayaan paling lengkap. Bisa jalan, makan-makan, dan santai-santai. Sudahkah habit ini ada dalam hidup Anda?