Penulisan Kata Ulang yang Benar Seperti Apa?

 

Menulis kata ulang mah gampang! Eh, serius? Iya dong. Tinggal kasih tanda coret kan?

Hahaha … iya sih. Namun, banyak bentuk kata ulang yang perlu perhatian khusus saat menuliskannya. Simak pembahasan cara menulis kata ulang yang benar berikut ini.

a. Bentuk ulang yang umum

Ini ‘kali yang dianggap sudah umum dan sering kita pakai bentuknya. Bentuk ulang jenis ini ditulis dengan menggunakan tanda hubung (-) di antara unsur-unsurnya.

Misalnya:

  • mencari-cari
  • hati-hati
  • kupu-kupu
  • ramah-tamah
  • terus-menerus
  • kuda-kuda
  • kura-kura
  • sayur-mayur
  • porak-poranda
  • mata-mata

b. Bentuk ulang khusus

Bagaimana halnya kalau kata ulang itu kita ulang karena jamak? Semua unsurnya kita tulis berulang juga? Enggak kok. Bentuk ulang gabungan kata ditulis dengan mengulang unsur pertama.

Misalnya:

buku elektronik → buku-buku elektronik
kapal feri → kapal-kapal feri
Lemari buku → Lemari-lemari buku
kereta api ekonomi → kereta-kereta api ekonomi

Pemakaian Huruf Kapital Pada Bentuk Ulang

Masih ada problem lagi, nih. Bagaimana cara menulis judul dengan kata ulang? Terutama, unsur mana dari kata ulang itu yang diawali dengan huruf kapital?

Tenang, lihat contoh penulisan judul menggunakan kata ulang berikut ini.

  • Aplikasi Asas-Asas Kemanusiaan di Ruang Kuliah
  • Tinjauan Atas Penerapan Undang-Undang Agraria di Sektor Kehutanan
  • Pengawasan Terus-menerus Terhadap Aparatur Negara di Kementerian Sosial

Terlihat perbedaannya? Jadi, bentuk ulang sempurna diberi huruf kapital pada huruf pertama tiap unsurnya, sedangkan bentuk ulang lain hanya diberi huruf kapital pada huruf pertama unsur pertamanya.

Selamat mempraktikkan, ya. Artikel ini sudah merujuk kepada PUEBI.

============

Kalau kamu ingin memakai jasa penyuntingan naskah (novel, cerpen, nonfiksi) boleh banget hubungi saya. Niscaya naskahmu akan jauh lebih bagus. Ada bonus layout kalau diinginkan. Yuk cek info > JASA EDITING MURAH.