Self Publishing Itu Mudah

Halo, saya Anang YB dan ingin berbagi “keyakinan” bahwa menerbitkan buku secara mandiri atau self publishing itu mudah. Saya ingin berbagi ini karena saya telah melakukan proses ini selama sepuluh tahun terakhir dan karena saat ini, proses memasukkan naskah ke penerbit tradisional menjadi semakin sulit dan mahal karena banyak penerbit meminta pembelian buku di awal.

self publishing
self publishing

Self Publishing: Apa Sebenarnya?

Self-publishing adalah kegiatan seorang penulis untuk menerbitkan karya sendiri melalui penerbit yang ia miliki. Artinya, jika seorang penulis menerbitkan karya orang lain, maka istilah self-publishing tidak berlaku. Contohnya, jika saya menerbitkan buku milik Panjikristo yang berjudul “Mbah Jito,” maka itu bukan self-publishing.

Penerbit dalam hal ini dapat berupa perusahaan berbadan hukum, namun juga bisa dilakukan tanpa badan hukum. Sebagai penulis, kita bisa mencetak buku dan menjualnya tanpa repot mendirikan perusahaan penerbit. Namun, keuntungan memiliki perusahaan penerbit adalah kita berhak mengajukan pembuatan ISBN ke Perpustakaan Nasional.

Langkah Mudah Melakukan Self Publishing

Ada beberapa langkah dalam self-publishing. Pertama, kita harus memiliki naskah sendiri. Naskah apa saja dapat diterbitkan, termasuk naskah yang sudah ditolak oleh penerbit tradisional. Entah itu puisi, kumpulan cerpen, atau autobiografi kita.

Selanjutnya, ada langkah pra-cetak dan cetak. Langkah pra-cetak meliputi penyuntingan naskah, melengkapi komponen naskah, mendesain isi buku, dan mendesain sampul. Jika kita memiliki perusahaan penerbit, kita juga perlu mengurus ISBN ke Perpusnas.

Setelah semuanya siap, kita bisa mencari percetakan yang berpengalaman dalam mencetak buku. Ada layanan Print on Demand yang menggunakan mesin digital dengan kualitas mencetak buku secara satuan. Sedangkan percetakan offset seringkali meminta minimal 500 eksemplar.

Biaya Self Publishing Murah?

Ada beberapa biaya yang harus ditanggung dalam self-publishing. Pertama, biaya penyuntingan. Kita dapat menyunting naskah sendiri atau menggunakan jasa penyunting profesional. Biaya ini berkisar 10 ribu rupiah per halaman untuk jasa penyuntingan ringan.

Kedua, biaya desain isi buku. Ada jasa layout yang dapat membantu kita, dengan harga sekitar 5 ribu rupiah per halaman buku.

Ketiga, biaya desain sampul. Sebelum membuat sampul, pastikan kita sudah memutuskan judul, subjudul, nama penulis, teks untuk sampul belakang, dan ISBN bila diperlukan. Kita bisa membuatnya sendiri atau menggunakan jasa desainer profesional, dengan harga berkisar antara 300 ribu hingga 1 juta rupiah per desain.

Terakhir, siapkan biaya untuk mencetak buku. Ongkos cetak di percetakan digital/Print on demand cukup terjangkau, dengan kisaran harga 25 ribu-35 ribu rupiah untuk buku dengan ketebalan 160 halaman.

self publishing
jasa ghostwriter di jakarta dan Yogyakarta

Tips Memasarkan Buku

Tentu, setelah buku Anda siap dicetak, langkah selanjutnya adalah memasarkan buku tersebut. Berikut ini beberapa tips untuk memasarkan buku self-publishing Anda:

  1. Gunakan media sosial. Media sosial seperti Instagram, Facebook, Twitter, dan LinkedIn adalah platform yang sangat efektif untuk mempromosikan buku Anda. Buat akun khusus untuk buku Anda dan gunakan postingan dan iklan untuk memperluas jangkauan dan meningkatkan penjualan.
  2. Gunakan situs web dan blog. Situs web dan blog yang dioptimalkan dengan baik dapat membantu meningkatkan visibilitas buku Anda di internet dan menarik perhatian calon pembeli. Anda juga dapat menawarkan diskon khusus atau bundel dengan buku-buku sebelumnya yang Anda terbitkan.
  3. Berikan contoh gratis. Berikan contoh gratis dari buku Anda kepada para pembaca potensial. Hal ini dapat meningkatkan minat pembaca dan membantu menarik perhatian pada buku Anda.
  4. Ikuti acara buku dan pameran buku. Ikuti acara buku lokal dan pameran buku untuk memperluas jaringan dan meningkatkan kesadaran akan buku Anda. Anda juga dapat menawarkan buku Anda untuk dijual di toko buku lokal dan toko buku online.
  5. Tawarkan buku Anda pada situs-situs buku online. Saat ini ada banyak situs web buku online, seperti Shopee dan Tokopedia, yang dapat membantu meningkatkan visibilitas buku Anda di internet.
  6. Gunakan influencer. Cari influencer atau blogger yang memiliki audiens yang sama dengan buku Anda dan ajak mereka untuk membaca dan mereview buku Anda. Hal ini dapat membantu meningkatkan kesadaran tentang buku Anda dan meningkatkan penjualan.

Dengan tips-tips ini, Anda dapat memasarkan buku self-publishing Anda dengan lebih efektif. Ingatlah bahwa pemasaran adalah kunci untuk kesuksesan buku Anda, jadi pastikan untuk memanfaatkan semua sumber daya yang tersedia untuk Anda.

Ingin menerbitkan buku secara self publishing tanpa pusing? Boleh ikuti panduannya melalui kelas saya ini ya.

Silakan Berpendapat

Data Anda kami jamin Aman *wajib diisi