Tips Konversi Karya Tulis Ilmiah Menjadi Karya Tulis Populer

Ya, Memungkinkan untuk mengonversi karya tulis ilmiah menjadi naskah buku populer, tetapi perlu diingat bahwa kedua jenis karya tersebut memiliki tujuan dan target pembaca yang berbeda. Karya tulis ilmiah lebih fokus pada penelitian yang didukung oleh data dan fakta yang valid, sementara naskah buku populer lebih fokus pada hiburan dan pemahaman umum tentang topik tersebut. Oleh karena itu, dibutuhkan penyesuaian dan revisi yang cukup besar untuk mengubah karya tulis ilmiah menjadi naskah buku populer yang baik.

Revisi apa saja yang diperlukan agar konversi karya tulis ilmiah tetap berkualitas saat diubah menjadi buku populer?

Beberapa revisi yang diperlukan untuk mengubah karya tulis ilmiah menjadi naskah buku populer antara lain:
  1. Penyesuaian bahasa: Karya tulis ilmiah menggunakan bahasa yang lebih formal dan teknis, sementara naskah buku populer menggunakan bahasa yang lebih sederhana dan mudah dipahami oleh pembaca umum.
  2. Penambahan konteks dan latar belakang: Karya tulis ilmiah sering kali hanya berfokus pada hasil penelitian saja, sementara naskah buku populer perlu memberikan konteks dan latar belakang yang lebih luas tentang topik tersebut.
  3. Penambahan narasi: Karya tulis ilmiah sering kali tidak memiliki narasi yang menarik, sementara naskah buku populer perlu memiliki narasi yang menarik untuk menjaga minat pembaca.
  4. Penambahan gambar dan ilustrasi: Karya tulis ilmiah sering kali hanya menyertakan tabel dan grafik, sementara naskah buku populer perlu menyertakan gambar dan ilustrasi untuk membantu pembaca memahami topik tersebut.
  5. Penambahan kisah-kisah personal dan contoh-contoh nyata: Karya tulis ilmiah sering kali hanya berisi data dan fakta, sementara naskah buku populer perlu menyertakan kisah-kisah personal dan contoh-contoh nyata untuk membuat topik tersebut lebih relatable.

Apakah karya tulis ilmiah dapat dikonversi menjadi artikel pendek untuk jurnal?

Ya, karya tulis ilmiah dapat dikonversi menjadi artikel pendek untuk jurnal. Namun, konversi ini mungkin memerlukan beberapa revisi untuk sesuaikan dengan format dan panjang yang ditentukan oleh jurnal tersebut.

Beberapa revisi yang diperlukan dalam konversi karya tulis ilmiah menjadi artikel pendek antara lain:

  1. Pemotongan konten: Karya tulis ilmiah seringkali lebih panjang dibandingkan artikel pendek, sehingga harus dipotong untuk sesuaikan dengan batas panjang yang ditentukan oleh jurnal.
  2. Penyederhanaan bahasa: Karya tulis ilmiah menggunakan bahasa yang lebih teknis dan formal, sehingga perlu disederhanakan untuk membuat artikel pendek lebih mudah dipahami.
  3. Penambahan ringkasan: Artikel pendek seringkali harus memiliki ringkasan yang menjelaskan inti dari karya tulis ilmiah tersebut.
  4. Penambahan tabel dan grafik: Karya tulis ilmiah sering menyertakan tabel dan grafik untuk mendukung hasil penelitian, sehingga perlu disesuaikan dengan format jurnal.
  5. Pengecekan pedoman penulisan: Pengecekan pedoman penulisan jurnal untuk sesuaikan dengan standar yang ditentukan oleh jurnal tersebut.

Apakah satu karya tulis ilmiah yang panjang dapat dibuat menjadi beberapa artikel populer yang berbeda pembahasannya?

Ya, satu karya tulis ilmiah yang panjang dapat dibuat menjadi beberapa artikel populer yang berbeda pembahasannya. Namun, perlu diingat bahwa konversi ini mungkin memerlukan beberapa revisi dan penyesuaian untuk sesuaikan dengan format dan tujuan dari artikel populer.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan dalam konversi karya tulis ilmiah menjadi beberapa artikel populer antara lain:

  1. Pembagian topik: Pembagian topik dari karya tulis ilmiah yang panjang menjadi beberapa topik yang lebih terfokus.
  2. Penyederhanaan bahasa: Karya tulis ilmiah menggunakan bahasa yang lebih formal dan teknis, sehingga perlu disederhanakan untuk membuat artikel populer lebih mudah dipahami oleh pembaca umum.
  3. Penambahan konteks dan latar belakang: Karya tulis ilmiah sering kali hanya berfokus pada hasil penelitian saja, sementara artikel populer perlu memberikan konteks dan latar belakang yang lebih luas tentang topik tersebut.
  4. Penambahan gambar dan ilustrasi: Karya tulis ilmiah sering kali hanya menyertakan tabel dan grafik, sementara artikel populer perlu menyertakan gambar dan ilustrasi untuk membantu pembaca memahami topik tersebut.
  5. Penambahan kisah-kisah personal dan contoh-contoh nyata: Karya tulis ilmiah sering kali hanya berisi data dan fakta, sementara artikel populer perlu menyertakan kisah-kisah personal dan contoh-contoh nyata untuk membuat topik tersebut lebih relatable.

Kompetensi apa saja yang wajib dikuasai oleh orang yang memberikan jasa konversi karya tulis ilmiah menjadi naskah buku populer?

Orang yang memberikan jasa konversi karya tulis ilmiah menjadi naskah buku populer harus memiliki beberapa kompetensi yaitu:
  1. Kemampuan menulis: Orang yang memberikan jasa konversi ini harus memiliki kemampuan menulis yang baik, sehingga dapat menyusun karya tulis ilmiah menjadi naskah buku populer yang baik dan menarik.
  2. Kemampuan mengedit: Orang yang memberikan jasa konversi ini harus memiliki kemampuan mengedit yang baik, sehingga dapat menyesuaikan karya tulis ilmiah dengan format dan standar naskah buku populer.
  3. Kemampuan menyederhanakan bahasa: Orang yang memberikan jasa konversi ini harus memiliki kemampuan menyederhanakan bahasa yang baik, sehingga dapat menyusun karya tulis ilmiah menjadi naskah buku populer yang mudah dipahami.
  4. Kemampuan menyajikan konteks dan latar belakang: Orang yang memberikan jasa konversi ini harus memiliki kemampuan menyajikan konteks dan latar belakang yang baik, sehingga dapat menyajikan karya tulis ilmiah dalam bentuk yang lebih relatable dan mudah dipahami oleh pembaca umum.
  5. Kemampuan menambahkan narasi yang menarik: Orang yang memberikan jasa konversi ini harus memiliki kemampuan menambahkan narasi yang menarik, sehingga dapat menyajikan karya tulis ilmiah dalam bentuk yang menarik dan menjaga minat pembaca.
  6. Pengalaman dalam menulis buku populer: Orang yang memberikan jasa konversi ini harus memiliki pengalaman dalam menulis buku populer, sehingga dapat menyajikan karya tulis ilmiah dalam bentuk yang sesuai dengan ekspektasi pembaca buku populer.

Di dalam tim Ghostwriter Indonesia, terdapat personal dengan pengalaman mengubah hasil penelitian per seorangan maupun lembaga menjadi buku populer. Lembaga yang sudah menggunakan jasa mengubah Karya Tulis Ilmiah menjadi buku populer di antaranya dari Kementerian Perhubungan dan Kementerian Hukum dan HAM. Hubungi kami untuk jasa konversi karya tulis ilmiah ini.

Silakan Berpendapat

Data Anda kami jamin Aman *wajib diisi